Malang – Dalam upaya memperkuat ekosistem riset kolaboratif antarperguruan tinggi dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Quality Education (SDG 4), Industry, Innovation and Infrastructure (SDG 9), serta Partnerships for the Goals (SDG 17), tim peneliti dari Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan penelitian Matching Fund bertajuk “Analisis Permodelan PLS-SEM: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Menulis Akademik Mahasiswa Pascasarjana PTN-BH dalam Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi.”
Penelitian ini diketuai oleh Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D (UM) dengan anggota Dr. Nur Hayati, M.Ed., Ph.D dan Dr. Siti Muniroh, M.A., Ph.D. Tim juga melibatkan Prof. Dr. Juliana Othman dari University of Malaya, Malaysia sebagai mitra peneliti luar negeri serta Prof. Dr. Joko Nurkamto dari UNS sebagai mitra riset nasional. Kegiatan ini didanai melalui Skema Penelitian Matching Fund UM–UNS, yang bertujuan memperkuat sinergi antar-PTN-BH dalam menghasilkan riset unggul dan berdaya saing global.
Baca juga: Universitas Negeri Malang Buka Peluang Beasiswa dan Magang untuk Pelajar Makkah
Menjembatani Kesenjangan Penulisan Akademik Mahasiswa Pascasarjana
Penelitian ini berangkat dari kesadaran adanya kesenjangan antara riset dan praktik penulisan akademik di kalangan mahasiswa pascasarjana di Indonesia. Meskipun tuntutan publikasi ilmiah meningkat pesat, masih terbatas penelitian yang mengkaji secara empiris faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan menulis akademik mahasiswa, terutama dalam konteks publikasi di jurnal internasional bereputasi.
Menurut Prof. Utami Widiati, kemampuan menulis akademik tidak dapat dipisahkan dari konteks pembelajaran, pembimbingan, serta dukungan institusional.
“Kami ingin memahami bagaimana faktor seperti kedekatan dosen (teacher immediacy), otonomi pelajar (learner autonomy), kemampuan riset, hingga pemanfaatan teknologi berbasis AI seperti ChatGPT saling berinteraksi dan memengaruhi kemampuan menulis akademik mahasiswa,” jelasnya.
Metode dan Pendekatan Inovatif
Penelitian ini menggunakan metode sequential mixed-method dengan kombinasi Hybrid Questionnaire Design (HQD) dan Partial Least Square–Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Pendekatan ini memungkinkan peneliti menganalisis hubungan antarvariabel secara mendalam serta memetakan pengaruh kompleks antara aspek afektif, kognitif, dan teknologi dalam proses penulisan akademik.
Selain analisis kuantitatif, kegiatan ini juga melibatkan diskusi kelompok terfokus (FGD) dan refleksi mendalam bersama mahasiswa pascasarjana dari berbagai PTN-BH. Forum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengalaman menghadapi tantangan penulisan artikel ilmiah, mengelola umpan balik dari dosen pembimbing, serta menggunakan teknologi seperti ChatGPT secara etis dan produktif.
Baca juga: Tingkatkan Kompetensi TAS, Tim Dosen Universitas Negeri Malang Gelar Pelatihan Pengelolaan Arsip Sekolah Berbasis Digital
Fokus pada Etika, Kritis, dan Produktivitas Akademik
Dr. Nur Hayati menegaskan bahwa riset ini tidak hanya menyoroti aspek teknis penulisan, tetapi juga membangun kapasitas berpikir kritis dan etika akademik mahasiswa.
“Dengan meningkatnya penggunaan AI dalam dunia akademik, penting bagi mahasiswa untuk tidak sekadar menggunakan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana AI dapat memperdalam analisis dan memperkuat orisinalitas ide,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Siti Muniroh menambahkan bahwa kemampuan menulis akademik yang baik berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas publikasi ilmiah dan reputasi perguruan tinggi.
“Kemampuan menulis yang kuat akan berdampak positif pada produktivitas riset mahasiswa dan dosen, sekaligus memperkuat posisi institusi di tingkat internasional,” terangnya.
Kolaborasi Internasional dan Dampak Jangka Panjang
Kerja sama dengan University of Malaya menghadirkan nilai tambah berupa pertukaran wawasan lintas konteks Asia Tenggara dalam pembelajaran menulis akademik tingkat pascasarjana. Kolaborasi ini juga memperluas jejaring riset internasional dan membuka peluang pengembangan kebijakan akademik bersama antaruniversitas mitra.
Penelitian ini menargetkan Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 3, dengan luaran berupa manuskrip ilmiah yang telah dikirim (submitted) ke jurnal internasional bereputasi. Hasil riset diharapkan melahirkan model konseptual pembelajaran menulis akademik yang dapat menjadi acuan kebijakan di lingkungan PTN-BH, sekaligus panduan praktis bagi mahasiswa dan dosen pembimbing.
Kolaborasi UM dan UNIS Mendukung Transformasi Pendidikan Tinggi Berkelanjutan
Melalui penelitian ini, Universitas Negeri Malang dan Universitas Sebelas Maret menegaskan komitmen mereka dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Program ini mendukung:
-
SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas akademik mahasiswa,
-
SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui inovasi metodologis dan pemanfaatan teknologi AI, serta
-
SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi riset lintas institusi dan negara.
Sinergi lintas keilmuan, lembaga, dan batas negara ini mencerminkan semangat Universitas Negeri Malang untuk terus menghadirkan penelitian yang berdampak, inovatif, dan relevan bagi pengembangan pendidikan Indonesia di era digital.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber RIlis Universitas Negeri Malang
redaktur: jatmiko
























