Senin, Oktober 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Kasus Keracunan MBG, Ahli Gizi RS Unisma Paparkan Penyebab dan Tips Mengatasi Keracunan Makanan

Redaksi by Redaksi
September 29, 2025 11:21 am
in Tugu Sehat
Ahli Gizi RS Unisma, Nur Widyaning R, RD beberkan penyebab dan tips mengatasi keracunan makanan di tengah melonjaknya kasus keracunan MBG./Foto: Dok. BGN

Ahli Gizi RS Unisma, Nur Widyaning R, RD beberkan penyebab dan tips mengatasi keracunan makanan di tengah melonjaknya kasus keracunan MBG./Foto: Dok. BGN

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah Indonesia mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2025.

Program yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak sekolah ini justru mendapat sorotan karena banyak insiden keracunan yang terjadi akibat kontaminasi bakteri dan standar kebersihan yang kurang terjaga.

READ ALSO

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Ahli Gizi Rumah Sakit Universitas Islam Malang (RS Unisma), Nur Widyaning R, RD menjelaskan bahwa penyebab utama keracunan makanan di program MBG adalah bakteri patogen seperti E.Coli, Bacillus Cereus, dan Staphylococcus Aureus dalam bahan makanan yang tidak dikelola dengan baik.

Baca Juga: Fakta Menarik Program MBG di Tengah Sorotan Kasus Keracunan Massal

“Masalah utama keracunan biasanya terletak pada cara pengolahan, penyimpanan, dan pendistribusian makanan tersebut,” tutur perempuan yang akrab disapa Widya itu kepada Tugumalang.id, Senin (29/9/2025).

Kegagalan dalam penyimpanan makanan dan kurangnya pengawasan dapur penyiapan makanan ikut berkontribusi terhadap risiko keracunan.

Masyarakat perlu mengetahui penyebab keracunan serta tips mengatasi keracunan makanan agar kesehatan keluarga, khususnya anak-anak, tetap terjaga. Edukasi dan kewaspadaan menjadi kunci pencegahan agar kasus ini tidak bertambah meluas.

Baca Juga: Pemkot Batu Janji Evaluasi Program MBG Pasca Temuan Makanan Basi dan Bau di 2 Sekolah

Berikut penjelasan lebih lanjut dari Widya terkait dengan penyebab keracunan makanan serta langkah yang perlu dilakukan masyarakat ketika mengalami keracunan makanan.

Penyebab Keracunan Makanan

1. Kontaminasi Bakteri atau Virus

Widya memaparkan bahwa kasus keracunan makanan, khususnya MBG dalam beberapa waktu terakhir bisa disebabkan adanya bakteri Salmonella, E.Coli, sampai Norovirus.

“Kalau jumlahnya banyak masuk ke tubuh, bisa bikin muntah, diare, bahkan dehidrasi parah. Seperti yang terjadi pada kasus keracunan makanan yang terjadi pada sebuah pabrik di Yogyakarta,” jelasnya.

2. Kontaminasi Silang

Misal seperti talenan yang dipakai memotong ayam mentah, langsung dipakai lagi buat motong sayur tanpa dicuci. Bakterinya bisa pindah ke makanan (terjadi kontaminasi silang).

3. Penyimpanan yang Salah

Makanan yang terlalu lama dibiarkan di suhu ruang, aku enggak disimpan di kulkas dengan benar.

4. Bahan Baku Tercemar

Bisa dari air yang kotor, sayuran yang kena pestisida, atau daging dari hewan yang sakit atau bisa juga dari bahan tambahan pangan (penguat rasa, pewarna, pengawet), yang tidak sesuai takaran.

Lebih lanjut Widya menjelaskan bagaimana makanan seharusnya diproduksi sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat. “Agar makanan benar-benar aman, ada beberapa prinsip dasar yang sebaiknya diterapkan,”.

Ia menyebut ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kualitas makanan sehingga layak untuk dikonsumsi, yakni:

· Pilih bahan segar dan aman: pastikan sayur, buah, daging, atau ikan dicuci bersih, dan disimpan dengan baik.

· Masak hingga matang sempurna: masak harus sampai matang sempurna di atas suhu 70 persen dan simpan makanan dingin suhu di bawah -5 derajat celcius. Karena suhu 5-60 derajat celcius itu rawan tumbuhnya bakteri yang menyebabkan makanan cepat busuk.

· Jaga kebersihan dapur dan peralatan: Cuci tangan sebelum memasak, pisahkan talenan daging dan sayur, serta pastikan peralatan tidak berkarat.

· Simpan makanan dengan benar: Makanan yang tidak langsung dimakan harus disimpan di wadah tertutup, lebih baik di lemari pendingin.

· Distribusi yang cepat dan aman: Jangan biarkan makanan jadi basi karena terlalu lama didiamkan di luar ruangan.

Penanganan Pertama Keracunan Makanan

Menurut Widya ada beberapa langkah penanganan yang bisa dilakukan ketika terjadi kasus keracunan makanan, yaitu:

· Pertama, jangan panik karena panik akan membuat situasi semakin kacau.

· Kedua, pisahkan sumber makanan. Stop konsumsi makanan yang dicurigai jadi penyebab keracunan, jangan sampai ada yang makan lagi.

· Ketiga, amati gejalanya. Biasanya keracunan muncul dalam bentuk mual, muntah, diare, sakit perut, pusing, hingga demam.

· Keempat, jaga cairan tubuh. Kasih air putih atau kalau ada oralit, karena bahaya terbesar dari keracunan itu sebenarnya dehidrasi.

· Terakhir, bawa ke fasilitas kesehatan secepat mungkin kalau gejalanya berat, seperti muntah terus-menerus, ada darah di feses, atau kalau korbannya banyak sekaligus.

Terkait dengan siapa saja yang perlu terlibat dalam menjaga kondisi makanan di program MBG. Widya menilai semua pihak perlu terlibat, mulai dari penyelenggara hingga konsumen.

“(Penyelenggara MBG) harus memastikan standar keamanan pangan (SOP, pelatihan keamanan pangan, sertifikat hygiene sanitasi dapur), harus benar-benar diterapkan,” ungkap Widya.

Sementara supplier bahan makanan wajib menyediakan bahan yang aman, tidak busuk, dan bebas bahan berbahaya dengan spesifikasi bahan harus jelas dan dipahami oleh supplier. Selain itu, konsumen juga perlu waspada pada makanan yang terlihat atau berbau tidak segar, serta jangan ragu untuk menolak jika dirasa tidak aman.

“Yang membuat makanan berisiko menimbulkan keracunan adalah jika proses produksi dan penyajian-nya tidak sesuai standar keamanan pangan,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: Ahli Gizi RS UnismaKasus Keracunan MBGmakan bergizi gratismbgRS UnismaUnisma

Related Posts

Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Tugu Sehat

Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Jumat, 31 Jul 2026
Next Post
Pendakian Gunung Kelud via Ngantang menawarkan jalur menantang dengan pemandangan yang indah. /Foto:Google Review Pendakian Gunung Kelud via Ngantang/Ardy Prayoga.

Pendakian Gunung Kelud Via Ngantang: Jalur Menantang dengan Panorama Alam yang Spektakuler

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.