Senin, Oktober 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Kualitas Udara di Kota Batu Tiba-tiba Anjlok Drastis

Redaksi by Redaksi
September 11, 2025 4:41 pm
in News
Mesin insinerator pembakaran sampah di desa yang belum standar berpengaruh terhadap indeks kualitss udara Kota Batu. Foto: Prokopim KWB

Mesin insinerator pembakaran sampah di desa yang belum standar berpengaruh terhadap indeks kualitss udara Kota Batu. Foto: Prokopim KWB

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Indeks kualitas udara atau Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di Kota Batu, Jawa Timur tiba-tiba anjlok drastis. Terletak di kawasan pegunungan, Kota Batu yang semula di posisi ke-7 pada 2023 terjun bebas ke urutan 131 pada 2024.

Data itu merujuk pada Data Kementerian Lingkungan Hidup. Penurunan drastis indeks kualitas udara ini dikatakan terjadi karena maraknya pembakaran sampah di seluruh desa dan kelurahan sejak TPA Tlekung dibatasi hanya menerima sampah residu.

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Diketahui, hingga saat ini desa dan kelurahan di kota apel tersebut juga masih melakukan pengolahan sampah mandiri dengan cara membakar. Aktivitas inilah yang membuat kepulan asap dari berbagai macam jenis sampah mencemari udara.

Baca Juga: Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kota Batu Lampaui Target Nasional Tahun 2023

Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni membenarkan hal itu. Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menjadi biang kerok. Selain pembakaran sampah, juga karena pengelolaan sampah pasca TPA Tlekung ditutup belum optimal.

“Faktor utamanya karena pengelolaan sampah yang belum optimal dan banyaknya pembakaran sampah anorganik maupun residu di seluruh desa/kelurahan di Kota Batu,” ungkap Dian, Kamis (11/9/2025).

Dian membeberkan jika aktivitas pembakaran yang terjadi membumbungkan asap dengan mengandung bahan kimia yang mencemari udara. “Asapnya tak hanya bau, tapi juga membawa partikel berbahaya yang otomatis langsung menurunkan kualitas udara kita,” tambahnya.

Baca Juga: Gelar Wisuda Periode 124, Rektor Universitas Negeri Malang Tekankan Peningkatan Kualitas dan Kompetensi

Dian menambahkan jika mesin insinerator yang digunakan warga untuk membakar sampah juga tidak standar. Insinerator, kata Dian, memang mampu mengurangi volume sampah dengan cepat, tapi efek sampingnya tidak main-main.

Sebab itu, pihaknya fokus pada aktivasi pengolahan sampah organik. Dengan itu, dua indeks bisa dikejar. Yakni indeks kualitas lingkungan hidup dan indeks pengelolaan persampahan.

DLH Bangun Big Composter dan Rumah Kompos

Tak ingin tinggal diam, DLH langsung melakukan pemetaan masalah dan mulai menyusun strategi. Salah satunya dengan membangun big komposter berkapasitas 4 ton per hari untuk menyelesaikan sampah organik di 21 ruas jalan protokol.

Secara teknis, jelas dia, sistem pengelolaannya nanti akan menerapkan swakelola tipe 1, di mana dinas membeli material dan membayar tukang secara langsung.

Selain itu, rumah kompos berbasis dusun akan dibangun untuk melayani 750 hingga 1.000 kepala keluarga per titik. Nantinya, pengelolaan akan diserahkan pada kelompok masyarakat yang ditunjuk oleh kepala desa atau lurah melalui skema swakelola tipe 4.

“Dalam hal ini kami juga melibatkan masyarakat secara langsung. Selain untuk mengurangi sampah organik, kesadaran dan tanggung jawab mereka juga akan terbangun,” kata Dian.

Ke depan, Kota Batu membutuhkan setidaknya 60 rumah kompos untuk mengelola sampah organik di tingkat dusun. Saat ini, anggaran untuk membangun 20 unit sudah tersedia.

Mekanisme pembangunan nanti jelas dia akan menggunakan belanja modal, mengingat rumah kompos tersebut akan menjadi aset pemerintah kota.

“Pelaksanaannya tetap melibatkan Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang ditunjuk kepala desa. Jadi pemerintah sediakan fasilitasnya, warga yang kelola,” papar Dian.

Dengan strategi ini, DLH berharap tren anjloknya IKLH Batu bisa diputus pada 2025. Harapannya, Kota Batu kembali masuk jajaran atas kota-kota dengan kualitas lingkungan hidup terbaik di Indonesia.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: aktivitas pembakaran sampahDinas Lingkungan HidupIndeks Kualitas Lingkungan Hidupkota batukualitas udaraTPS3R

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Suasana kafe Midodore Space, salah satu Book Cafe di Malang/ Review google

Ngopi Sambil Baca Buku, Ini 5 Book Cafe di Malang yang Bikin Pengunjung Cerdas

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.