Rabu, Oktober 7, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Peneliti UB Temukan 5 Spesies Cacing Nematoda di Indonesia

Redaksi by Redaksi
Agustus 7, 2025 5:25 pm
in Pendidikan
Peneliti UB, Prof. Dr. Agt, Sc. Ir. Hagus Tarno, S.P., M.P., dosen Fakultas Pertanian saat melakukan penelitian. Foto: Dok.

Peneliti UB, Prof. Dr. Agt, Sc. Ir. Hagus Tarno, S.P., M.P., dosen Fakultas Pertanian saat melakukan penelitian. Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Tim peneliti Universitas Brawijaya (Peneliti UB) kembali menemukan lima spesies baru cacing nematoda dari genus Caenorhabditis yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia. Temuan ini menjadi kontribusi penting Indonesia pada riset biodiversitas nematoda di tingkat global.

Tim peneliti ini dipimpin oleh Prof. Dr. Agt, Sc. Ir. Hagus Tarno, S.P., M.P., dosen Fakultas Pertanian (FP) UB. Temuan ini dipublikasikan pada Juli 2025 di jurnal ilmiah internasional bereputasi G3: Genes | Genomes | Genetics yang diterbitkan oleh Oxford University Press.

READ ALSO

LLDIKTI Jatim Gelar Bimtek Tata Kelola Jabatan Akademik Dosen di UIBU Malang

Dipercaya Garap 17 RDTR dari Kementerian ATR/BPN, ITN Malang Raih Paket Kerja Sama Terbanyak

Baca Juga: Jalur Mandiri Universitas Brawijaya 2025: Cek Syarat dan Biaya UKT di Sini

Penelitian ini merupakan hasil kerja sama lintas negara yang melibatkan UB dan Centre National de la Recherche Scientifique (CNRS) Prancis, serta didukung oleh peneliti dari Academia Sinica Taiwan dan New York University, Amerika Serikat.

Riset ini memanfaatkan keahlian lintas disiplin, mulai dari taksonomi, genetika molekuler, hingga ekologi nematoda.

Spesies cacing baru dari indonesia. Foto: Dok
Spesies cacing baru dari indonesia. Foto: Dok

Dari hasil penelitian tersebut, 5 spesies baru yang berhasil diidentifikasi adalah Caenorhabditis indonesiana, Caenorhabditis malinoi, Caenorhabditis ceno, Caenorhabditis brawijaya, dan Caenorhabditis ubi. 2 nama spesies terakhir secara khusus disematkan aebagai bentuk penghargaan atas kontribusi kampus dalam penelitian ini.

Penamaan C. brawijaya diambil dari nama pangeran Jawa yang menjadi inspirasi nama universitas, sedangkan C. ubi merupakan singkatan langsung dari Universitas Brawijaya.

Baca Juga: Universitas Brawijaya Temukan Mikroalga Baru: 2 Genus dan 7 Spesies Perairan Nusantara

Menurut Prof. Hagus, pemberian nama ini bukan hanya simbol penghargaan, melainkan juga strategi untuk memperkuat branding UB di dunia ilmiah internasional.

“Ini adalah cara kami memberikan penghargaan kepada UB. Kami ingin nama universitas tetap hidup dan dikenal luas di dunia ilmiah melalui penelitian biodiversitas seperti ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemakaian nama UB pada spesies baru akan membuat nama universitas terus muncul dalam publikasi dan basis data ilmiah internasional setiap kali spesies tersebut dikaji oleh peneliti lain.

Diketahui, penelitian ini dilakukan lewat serangkaian ekspedisi lapangan pada April hingga Mei 2024 di 4 pulau besar Indonesia, yaitu Jawa, Bali, Lombok, dan Sulawesi Selatan. Dari total 204 sampel, 58 di antaranya positif mengandung nematoda Caenorhabditis.

Sampel-sampel tersebut dikumpulkan dari berbagai tipe habitat, mulai dari hutan, kawasan agroforestri, lahan pertanian, taman kota, hingga pegunungan dengan ketinggian beragam.

Di Jawa Timur sendiri, pengambilan sampel dilakukan di UB Forest di Malang, kawasan hutan Batu, dan lereng Gunung Bromo.

Di Sulawesi Selatan, spesies ditemukan di kawasan Malino dan Lanna, sedangkan dari Lombok diperoleh sampel di wilayah Lingsar dan Setiling, serta dari Bali di Sayan, Ubud, Marga, Ababi, dan Besakih.

Proses pengambilan sampel difokuskan pada bahan tanaman yang membusuk seperti bunga, buah, batang, daun, kayu, dan jamur, yang diketahui menjadi habitat alami nematoda Caenorhabditis. Contohnya, C. indonesiana ditemukan pada bunga pisang membusuk di hutan Batu.

Sementara C. brawijaya ditemukan pada batang pisang (Musa) yang membusuk di lereng Bromo. Sampel-sampel tersebut kemudian dibawa ke Laboratorium Fakultas Pertanian UB dan juga dianalisis di Institut de Biologie de l’École Normale Supérieure (IBENS), Paris, untuk proses identifikasi dan karakterisasi lebih lanjut.

Metode identifikasi yang digunakan memadukan analisis morfologi dengan uji molekuler berbasis DNA. Analisis morfologi dilakukan menggunakan mikroskop Nomarski untuk mengamati detail struktur tubuh nematoda.

Sementara itu, analisis molekuler dilakukan dengan sekuensing DNA pada bagian ITS2 ribosomal DNA untuk membedakan spesies yang secara morfologi mirip.

Selain itu, dilakukan pula analisis RNA pada 1.861 gen ortolog tunggal untuk membangun pohon filogenetik yang menunjukkan hubungan kekerabatan antarspesies dalam kelompok Elegans (Elegans group).

Tak hanya berhenti pada identifikasi, tim peneliti juga melakukan serangkaian uji hibridisasi atau persilangan antarspesies untuk mengetahui kompatibilitas reproduksi.

Menariknya, hasil penelitian menunjukkan adanya pengecualian terhadap aturan Haldane, sebuah prinsip genetika yang menyatakan bahwa pada hibridisasi antarspesies, jenis kelamin heterogamet (biasanya jantan) akan cenderung tidak subur atau tidak hidup.

Dalam penelitian ini, beberapa persilangan justru menghasilkan hibrida jantan yang hidup, dan dalam beberapa kasus bahkan sebagian di antaranya tetap subur.

Salah satu temuan yang paling menonjol adalah pada spesies C. ubi yang berasal dari Jawa Timur. Spesies ini terbukti mampu melakukan perkawinan silang sebagian dengan Caenorhabditis sp. 41 dari Kepulauan Solomon, menghasilkan keturunan hibrida jantan yang fertil.

Fenomena ini sangat jarang ditemukan di dunia nematoda dan menjadi model penelitian yang menarik untuk mempelajari proses spesiasi dan ketidakcocokan genetik antarspesies.

Prof. Hagus menegaskan temuan ini membuktikan tingginya tingkat keanekaragaman hayati nematoda di Indonesia, khususnya di wilayah tropis.

“Hanya dengan eksplorasi di empat pulau, kami sudah mendapatkan lima spesies baru. Bayangkan jika eksplorasi dilakukan lebih luas, potensi penemuan akan jauh lebih besar,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penelitian ini menjadi pintu masuk bagi studi lanjutan tentang ekologi, evolusi, dan genetika nematoda, serta membuka peluang riset terapan di bidang pertanian dan lingkungan.

Bagi UB, keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi ilmiah, tetapi juga memperkuat posisi universitas di panggung riset internasional. Kolaborasi dengan peneliti asing memungkinkan UB mengakses teknologi mutakhir, sumber daya penelitian, dan membuka peluang pertukaran peneliti maupun mahasiswa.

”Kolaborasi internasional sangat penting untuk membangun jejaring penelitian dan memperluas peluang publikasi di jurnal bereputasi,” tambah Prof. Hagus.

Artikel berjudul “Five new Caenorhabditis species from Indonesia provide exceptions to Haldane’s rule and partial fertility of interspecific hybrids” ini dapat diakses secara terbuka karena diterbitkan di bawah lisensi Creative Commons Attribution.

Hal ini memungkinkan peneliti di seluruh dunia memanfaatkan hasil penelitian tersebut untuk riset lanjutan. Publikasi ini tidak hanya memperkenalkan lima spesies baru kepada dunia, tetapi juga memperkuat reputasi Indonesia dan UB sebagai salah satu pusat penelitian biodiversitas nematoda di Asia Tenggara.

“Penamaan dua spesies dengan nama UB menjadi simbol bahwa kontribusi akademik dan ilmiah universitas tidak hanya diakui di tingkat nasional, tetapi juga diabadikan dalam sejarah ilmu pengetahuan dunia.” pungkasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: cacing nematodakota batuPeneliti UBpenelitian biodiversitasriset biodiversitas nematodaub forestuniversitas brawijaya

Related Posts

LLDIKTI Jatim Gelar Bimtek Tata Kelola Jabatan Akademik Dosen di UIBU Malang
Pendidikan

LLDIKTI Jatim Gelar Bimtek Tata Kelola Jabatan Akademik Dosen di UIBU Malang

Selasa, 6 Okt 2026
Dipercaya Garap 17 RDTR dari Kementerian ATR/BPN, ITN Malang Raih Paket Kerja Sama Terbanyak
Advertorial

Dipercaya Garap 17 RDTR dari Kementerian ATR/BPN, ITN Malang Raih Paket Kerja Sama Terbanyak

Senin, 5 Okt 2026
Pelatihan PLTS ITN Malang Bekali Praktisi Rancang Energi Surya
Advertorial

Pelatihan PLTS ITN Malang Bekali Praktisi Rancang Energi Surya

Senin, 5 Okt 2026
UIN Malang Bahas Moderasi Beragama di Tengah Geopolitik Global
Advertorial

UIN Malang Bahas Moderasi Beragama di Tengah Geopolitik Global

Senin, 5 Okt 2026
Wujudkan Duta Moderasi Beragama, PSIMB UIN Malang Gandeng Pusbangkom MKMB Kemenag RI
Advertorial

Wujudkan Duta Moderasi Beragama, PSIMB UIN Malang Gandeng Pusbangkom MKMB Kemenag RI

Senin, 5 Okt 2026
Gelar Academic Mobility Visit Bersama UMPSA Malaysia, Polinema Perluas Kolaborasi Akademik dan Mobilitas Mahasiswa
Advertorial

Gelar Academic Mobility Visit Bersama UMPSA Malaysia, Polinema Perluas Kolaborasi Akademik dan Mobilitas Mahasiswa

Minggu, 4 Okt 2026
Next Post
Yudisium FEB Unikama cetak lulusan yang siap menjadi tenaga profesional, berintelektual, berbudi, dan berprestasi./Foto: Dok.Unikama

Yudisium FEB Unikama, Cetak Lulusan Siap Jadi Intelektual Berbudi dan Berprestasi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.