Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Festival Kali Brantas 2025 Resmi Dibuka dengan Ritual Petik Tirta Amerta di Titik Nol Hulu Sungai

Redaksi by Redaksi
Juli 25, 2025 9:12 pm
in News
Festival Kali Brantas 2025

Ritual petik tirta amerta di titik nol Sungai Brantas, Arboretum, Kota Batu. Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Festival Kali Brantas ke-4 resmi dimulai dengan digelarnya ritual Petik Tirta Amerta di titik nol hulu Sungai Brantas, Arboretum Kota Batu, Jumat (25/7/2025). Ritual ini tidak hanya sarat makna spiritual, tetapi juga mengusung misi penyelamatan lingkungan dan pelestarian sumber mata air.

Festival yang digagas oleh budayawan Malang Ki Demang (Isa Wahyudi) ini menjadi perayaan budaya dan ekologi yang mengajak masyarakat kembali menghormati air sebagai sumber kehidupan. “Petik Tirta Amerta bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghormatan kepada sumber kehidupan air, urat nadi warga Jawa Timur yang dialiri Sungai Brantas,” ujarnya.Festival Kali Brantas 2025

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Makna Filosofis di Balik Ritual Petik Tirta

Ritual Petik Tirta Amerta dilaksanakan bertepatan dengan penghujung bulan Suro, dan dipimpin oleh tokoh budaya Kota Batu Ki Lelono dan Bu Umie Solekan. Dengan mantra “sasi mimba, haning data, nedhi tirta, banyu dzat sira, huripa”, mereka membuka mata air sebagai simbol permohonan air suci, yang diyakini sebagai zat kehidupan sejati dari Sang Pencipta.

Budayawan Malang Mbah Karjo, yang juga dikenal sebagai Dalang Wayang Suket, menjelaskan bahwa dalam mitologi Jawa dan Hindu, Tirta Amerta berarti ‘air kehidupan’. “Memetik Tirta Amerta dari sumber utama adalah simbol pengambilan sumber suci kehidupan, sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan restu dari alam semesta,” ungkapnya.

Baca juga: Festival Kali Brantas 3 Hidupkan Kembali Kenduren, Nyadran, Memetri, Larung sesaji di Pinggir Kali

Pesan Ekologis dari Hulu Sungai Brantas

Menurut Ki Demang, pemilihan lokasi di titik nol Sungai Brantas memiliki pesan ekologis yang kuat. “Perawatan lingkungan harus dimulai dari hulunya. Jika sumber air dimuliakan dan dijaga, maka aliran kehidupan di hilir akan tetap bersih dan berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih dari sekadar pelestarian tradisi, Petik Tirta Amerta menjadi ajakan untuk membangun etika lingkungan baru yang berakar pada kearifan lokal. Ritual ini menjadi platform budaya yang menyuarakan pentingnya menjaga air demi masa depan yang lestari.

Festival Kolaborasi Budaya dan Pelestarian Lingkungan

Festival yang diinisiasi oleh Pokdarwis Kota Malang sejak tahun 2022 ini merupakan wujud kolaborasi budaya dan pelestarian lingkungan. Seperti tahun tahun sebelumnya di tahun ini, Festival Kali Brantas diselenggarakan di 7 kampung tematik Kota Malang, yaitu: Kampung Keramik Dinoyo, Kampung Grabah Penanggungan, Kampung Putih Klojen, Kampung Biru Arema Kidul Dalem, Kampung Tridi Kesatrian, Kampung Warna Warni Jodipan, Kampung Lampion Jodipan

Baca juga: Festival Kali Brantas 2, Dari Ritus sampai Wisata Lingkungan Berkelanjutan

Rangkaian festival akan berlanjut hingga Sabtu, 26 Juli, di Kampung Grabah Penanggungan dengan acara Kenduren dan Larung Sesaji Kali Brantas, dilanjutkan Sarasehan Kali Brantas yang melibatkan tokoh masyarakat, aktivis lingkungan, dan seniman lokal.

Puncaknya, pada Minggu, 27 Juli, ketujuh kampung akan serempak menggelar Gugur Gunung Rijik-Rijik Kali Brantas, sebuah aksi bersih-bersih sungai Brantas secara gotong royong sebagai simbul peringatan Hari Sungai Nasionall Kampung Biru Arema akan menyuguhkan Petunjukan Musik “Nyanyian Arema Kali Brantas”.

Sementara di Kampung Warna Warni akan berlangsung Kampanye Kali Brantas dalam bentuk tarian dan nyanyian kolaborasi dari Kampung Putih dan Kampung Lampion. Tak kalah menarik, Kampung Keramik Dinoyo dan Kampung Grabah Penanggungan menyuguhkan Dolanan Lempung Brantas, permainan tradisional berbahan tanah liat sebagai simbol kesuburan dan ekologi.

Lalu, Kampung Tridi akan mengadakan Nyadran Kali Brantas, sementara Ruwatan Kali Brantas akan digelar malam hari di Kampung Warna Warni, menampilkan Wayang Topeng “Ronggeng Kali Brantas” dari Kampung Budaya Polowijen.

Festival Kali Brantas #4 menjadi ruang kolektif untuk menyuarakan pentingnya menjaga sungai sebagai warisan budaya dan sumber kehidupan. Dengan semangat gotong royong, budaya, dan kreativitas warga kampung, sungai Brantas tak hanya dirawat, tetapi dimuliakan.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: arboretumfestival Kali brantaslingkunganpetik tirta amertaselamatkan mata airTitik nol sungai brantas

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Kepala Program Studi Entrepreneurship Business Creation Binus Malang, Etsa Astrid Setiyati memaparkan ekosistem wirausaha di Binus. (Foto/M Sholeh)

Terakreditasi Internasional AACSB, Fakultas Bisnis Binus Malang Tegas Cetak Wirausaha Muda

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.