Malang, Tugumalang.id – Meski sempat mengalami keterbatasan finansial hingga harus mengonsumsi ayam tiren untuk mencukupi asupan protein, tim binaraga Kabupaten Malang tampil luar biasa dengan kembali mempertahankan gelar juara umum pada cabang olahraga (cabor) binaraga Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2025.
Keberhasilan ini menandai tiga kali berturut-turut Kabupaten Malang menyabet gelar juara umum dalam cabor bergengsi tersebut. Total, tim ini berhasil membawa pulang enam medali dari tujuh kelas yang diikuti. Dari 11 atlet yang diturunkan, enam di antaranya sukses menyumbang tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu.

Baca juga: Uang Habis, Atlet Binaraga Kabupaten Malang Kembali Makan Ayam Tiren
Rincian Perolehan Medali Binaraga di Porprov Jatim 2025:
🥇 Medali Emas:
Men’s Sport +70 kg: Salsa Hafidz Firmansyah
Men’s Sport Over 170 cm: Faaza Febriyan Arrifqi
Men’s Athletic Up to 165 cm: M. Zuhdi Ammar
🥈 Medali Perak:
Men’s Sport Up to 170 cm: Sheva Habib Fernanda
🥉 Medali Perunggu:
Men’s Athletic 175 cm: Yhan Herlambang
Women Model: Shilmi Permatasari
Tiga Hari Pertandingan yang Ketat
Rangkaian pertandingan cabor binaraga berlangsung selama tiga hari, dimulai dengan sesi penimbangan badan pada Minggu (29/6/2025) dan dilanjutkan dengan pertandingan utama pada Selasa (1/7/2025). Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di Sasana Krida Universitas Negeri Malang, Kota Malang.
Baca juga: Cerita Atlet Binaraga Kabupaten Malang Makan Ayam Tiren Selama Sebulan
Ketua Umum Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI) Kabupaten Malang, Indra Khusnul mengatakan, perjalanan menuju kemenangan kali ini tidak mudah. Salah satu tantangan besar adalah kurangnya dukungan finansial dari pemerintah daerah, hingga memaksa tim menggunakan dana pribadi untuk kebutuhan latihan dan nutrisi atlet.
Sebelumnya diberitakan, atlet-atlet binaraga Kabupaten Malang sempat mengonsumsi ayam tiren karena keterbatasan dana. Dalam sehari, mereka bisa menghabiskan dua kilogram dada ayam yang harganya cukup mahal.
“Beberapa minggu sebelum pertandingan, kami sudah tidak makan ayam tiren lagi,” kata Indra, Rabu (2/7/2025).
Ia berharap keberhasilan ini bisa menjadi pemicu bagi pemerintah Kabupaten Malang agar lebih memperhatikan kondisi para atlet.
“Kami sudah tiga kali juara umum. Harapannya ke depan, binaraga sebagai olahraga berpotensi untuk Kabupaten Malang bisa lebih diperhatikan, jangan sampai insiden seperti ayam tiren itu terulang,” kata Indra.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat juang dan konsistensi latihan mampu mengalahkan keterbatasan. Kabupaten Malang pun kembali menunjukkan dominasinya sebagai kiblat binaraga di Jawa Timur.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























