Malang, Tugumalang.id – Banyak orang tua anak dengan spektrum autisme merasa frustrasi karena perkembangan buah hati mereka belum signifikan, meskipun sudah mengikuti berbagai bentuk terapi. Menjawab kegelisahan ini, Penawar Special Learning Centre (PSLC) Malang mengungkap sejumlah faktor yang kerap menjadi penghambat efektivitas terapi.
Sebagai lembaga yang fokus pada penanganan anak berkebutuhan khusus, termasuk autisme, PSLC memahami betul tantangan yang dihadapi orang tua. PSLC menyediakan layanan komprehensif seperti terapi okupasi, fisioterapi, psikolog anak, hingga terapis profesional yang berpengalaman.
Namun, pertanyaan penting tetap muncul: mengapa terapi anak autis belum menunjukkan hasil maksimal? Clinical Director PSLC, Dr. Ruwinah Abdul Karim, memberikan penjelasan mendalam terkait hal ini.
Terapi Saja Tidak Cukup, Dukungan Orang Tua Sangat Krusial
Menurut Dr. Ruwinah, salah satu penyebab utama kurangnya perkembangan adalah minimnya pemahaman dan keterlibatan orang tua dalam proses terapi. Banyak orang tua menyerahkan sepenuhnya intervensi kepada pusat terapi, tanpa melakukan penguatan atau pendampingan di rumah.
“Terapi yang dilakukan di pusat hanyalah bagian dari intervensi. Kunci keberhasilan terapi terletak pada konsistensi dan dukungan berkelanjutan di lingkungan rumah,” jelasnya.
Pendekatan Terpadu dan Edukasi untuk Orang Tua
PSLC menekankan pentingnya pendekatan terpadu, di mana orang tua juga harus dilibatkan dan diedukasi secara aktif. Selain sesi terapi untuk anak, PSLC juga memberikan sesi pelatihan kepada orang tua agar mereka mampu memahami kebutuhan anak dan cara menanganinya secara tepat.
Dengan pendekatan ini, perkembangan anak dengan autisme bisa lebih optimal karena lingkungan sekitarnya ikut mendukung proses terapi.
Baca juga: Pusat Terapi Autisme di Indonesia Mendesak, PSLC Dorong Orang Tua Berikan yang Terbaik untuk Anak
Dibutuhkan peran orang tua dalam memberikan pendampingan terhadap anak ketika mereka berada di rumah, sehingga treatment yang diberikan bisa memberi dampak positif terhadap tumbuh kembang anak.
“Terapi di klinik hanya mencakup sebagian kecil waktu anak dalam seminggu. Keberhasilan terapi sangat dipengaruhi oleh keterlibatan orang tua dan penguatan di rumah,” terang perempuan yang kerap disapa Wina itu.
Kurangnya Pemahaman dan Dukungan
Salah satu masalah utama adalah kurangnya pemahaman masyarakat dan dukungan yang memadai untuk anak berkebutuhan khusus.
Masih banyak anak autis yang belum mendapatkan perlindungan dan layanan yang cukup, terutama di Indonesia.
Untuk itu, PSLC menghadirkan PSLCNet yang kini telah tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Hadirnya PSLCNet diharapkan memberi kemudahan bagi masyarakat untuk menjangkau layanan terapi dan juga edukasi seputar autisme dan terapi bagi anak dengan spektrum autisme.
Lebih lanjut, Wina mengatakan peningkatan kesadaran masyarakat, pembukaan pusat terapi lebih banyak, dan dukungan yang lebih besar untuk keluarga sangat dibutuhkan.
“Banyak orang tua tidak tahu bahwa aktivitas harian seperti makan, mandi, bermain, bisa menjadi media terapi,” jelasnya.
“PSLC memberikan panduan dan program lanjutan untuk orang tua agar terapi terus berjalan di luar sesi,” sambung Wina.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Perkembangan Anak
Orang tua memegang peran krusial dalam mendukung perkembangan anak autis.
PSLC mendorong orang tua untuk lebih peduli dan memahami bahwa anak membutuhkan layanan terapi untuk membantu tumbuh kembang mereka serta beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Baca juga: Takut Terapi? Ini Alasan Orang Tua Masih Ragu Berikan Terapi untuk Anak Autisme, Ungkap PSLC
Konsistensi dalam Terapi dan Pembelajaran
Meskipun autisme belum dapat disembuhkan sepenuhnya, intervensi dini dan konsisten dapat membuat anak autis hidup lebih baik dan mandiri, baik di pusat terapi maupun di rumah.
Dengan pendekatan yang tepat, dukungan profesional, dan partisipasi aktif orang tua, anak-anak dengan spektrum autisme dapat mencapai potensi terbaik mereka, meskipun perjalanan ini membutuhkan kesabaran dan komitmen jangka panjang.
“Konsistensi, bukan intensitas. Ini adalah kunci perubahan (tumbuh kembang anak) jangka panjang,” tandas Wina.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko
























