Tugumalang.id – Universitas Islam Malang (Unisma) akan mewisuda sebanyak 715 calon wisudawan pada periode ke-76 di 2025 ini. Prosesi ini diharap menjadi penegas kampus entrepreneurial university mencetak lulusan yang menciptakan lapangan kerja, bukan mencari kerja.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Rektor I Unisma, dr. Hj. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D. bahwa Unisma sekarang sedang menapaki milestone sebagai Entrepreneurial University sehingga lulusan ini dibekali dengan berbagai program kewirausahaan.
Mulai dari mata kuliah formal kewirausahaan, pendampingan melalui Lembaga Pengembangan Inovasi dan Bisnis (LPIB), hingga pelatihan dan kompetisi bisnis tingkat nasional.
Baca Juga: Unisma Buka Pendaftaran KIP Kuliah 2025 Jalur Mandiri PTS, Cek Syaratnya!

Maka dari itu, pihaknya berharap para lulusan Unisma tahun ini menjawab tantangan hari ini di mana masih banyak jutaan sarjana menganggur karena terbatasnya lapangan pekerjaan.
“Kami ingin lulusan Unisma jadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja, bisa menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh untuk menciptakan usaha sendiri. Ini bagian dari strategi kami sebagai entrepreneurial university,” katanya.
Berbagai praktik baik pengembangan mental wirausaha oleh Unisma dibuktikan dari berbagai prestasi. Seperti salah satunya datang dari tim mahasiswa UNISMA yang berhasil meraih juara 1 tingkat nasional dan membawa pulang modal usaha sebesar Rp45 juta.
Baca Juga: Beasiswa S1 PIAUD Unisma untuk Hafidz, Guru, dan Lulusan Pesantren
Unisma juga terbilang aktif dalam program Magang Kewirausahaan Kampus Merdeka (MBKM) dan menjalin kolaborasi dengan kampus lain untuk menyelenggarakan pembelajaran kewirausahaan lintas perguruan tinggi.
Dengan keberhasilan itu, lanjut dr. Erna menjadi fase transisi yang baik menuju world class university pada tahun 2027. Tahun 2025 ini menjadi tonggak awal perubahan arah strategis UNISMA ke level internasional.
“Kita mulai memperluas kerja sama global. Salah satu program yang kami jalankan adalah skema 2+2 dan 3+1 dengan Saint John University, Taiwan. Mahasiswa kuliah dua tahun di UNISMA dan dua tahun di Taiwan, lalu magang dua tahun dengan gaji setara standar Taiwan,” jelasnya.
Dengan semangat kewirausahaan, orientasi global, dan semangat mencetak lulusan berkualitas, Unisma semakin mantap menuju universitas berkelas dunia.
Wisuda kali ini bukan hanya pelepasan gelar akademik, tetapi juga deklarasi bahwa lulusan Unisma siap menciptakan perubahan di tengah tantangan global dan lokal.
“Mereka tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga visi, keterampilan, dan semangat untuk membangun masa depan bangsa,” harapnya.
Sebagai informasi, dari total 715 wisudawan yang akan dikukuhkan terdiri dari 419 wisudawan perempuan dan 296 laki-laki.
Fakultas dengan jumlah lulusan terbanyak adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan 169 wisudawan, terutama dari Program Studi Manajemen, disusul oleh Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran.
“Mayoritas yang diwisuda berasal dari semester 8. Pelaksanaan wisuda tetap seperti periode sebelumnya, digelar satu hari penuh untuk seluruh jenjang pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Nur Arofah, S.Ak., mahasiswi Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) didapuk menjadi wisudawan terbaik. Ia lulus dengan IPK sempurna 4,00 hanya dalam 7 semester. Skripsinya mengangkat tema “Penghindaran Pajak dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan”.
“Kuncinya adalah konsistensi belajar dan doa. Saya ingin pulang ke Palembang dan membantu orang tua yang mengelola yayasan. Ilmu akuntansi saya akan saya gunakan untuk mendukung usaha keluarga,” tuturnya.
Sania menegaskan bahwa kuliah 3,5 tahun bukan hal yang tak mungkin asal seseorang bisa konsisten dan fokus untuk belajar. ”Dengan konsistensi, usaha dqm doa, Insya Allah kita akan mampu menaklukkan tantangan,” ungkapnya.
Hal senada dikatakan Shihaf Ismi Salman Najib, S.H., lulusan Fakultas Hukum dengan IPK 3,97 yang juga didapuk menjadi lulusan terbaik.
Bicara soal kiprah suksesnya, ia menyampaikan tips uniknya dengan mengutip syair klasik dari Syekh Imam Azad Muji dalam Ta’limul Muta’allim yang menyebut enam bekal penting dalam mencari ilmu: kecerdasan, semangat, kesabaran, pendamping, guru, dan waktu.
“Ilmu itu tidak bisa diperoleh secara instan. Harus ada bekal, harus sabar, dan butuh proses panjang. Belajar itu tidak berhenti saat keluar dari kelas,” ujar Shihaf.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























