Minggu, Agustus 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Pengukuhan 5 Profesor Baru di UB: Inovasi untuk Ekonomi, Lingkungan, dan Konservasi

Redaksi by Redaksi
Mei 23, 2025 8:15 pm
in Pendidikan
5 Profesor Baru di UB

Kelima profesor yang akan dikukuhkan UB Malang. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Universitas Brawijaya (UB) Malang kembali mencatat prestasi akademik dengan mengukuhkan lima profesor baru pada tahun 2025. Kelima guru besar dari lintas bidang ilmu ini akan dikukuhkan pada Rabu (28/5/2025), memperkuat kontribusi UB dalam menjawab tantangan nasional, mulai dari kebijakan ekonomi daerah hingga pengelolaan perikanan lemuru berkelanjutan di Selat Bali.

1. Prof. Dwi Budi Santoso: Pemetaan Klub Konvergensi Ganda untuk Ekonomi Daerah

Prof. Dwi Budi Santoso, S.E., M.S., Ph.D dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dikukuhkan sebagai profesor bidang Ekonomi Regional. Ia merupakan profesor aktif ke-30 di FEB, ke-251 di UB, dan ke-429 dari total profesor yang telah dihasilkan UB.

READ ALSO

Mahasiswa Unisma Tembus Jurnal Scopus Q2 Lewat Riset Strategi Membaca

Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah

Dalam penelitiannya, Prof. Dwi mengembangkan model pemetaan Klub Konvergensi Ganda (KKnDa). Model ini dirancang untuk membantu pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan percepatan pertumbuhan ekonomi berdasarkan dinamika pendapatan dan investasi per kapita.

“Berbeda dari model pemetaan konvensional, KKnDa memberikan analisis yang lebih komprehensif, terutama dalam menurunkan ketimpangan ekonomi antardaerah,” jelasnya saat konferensi pers, Jumat (23/5/2025).

Model ini juga dapat memprediksi arah pertumbuhan ekonomi dan potensi kesenjangan pendapatan di masa depan, serta mengukur dampak inovasi daerah secara lebih akurat.

2. Prof. Nia Kurniawan: Taksonomi Vertebrata untuk Konservasi Hayati

Guru besar kedua, Prof. Nia Kurniawan, S.Si., M.P., D.Sc., dari Fakultas MIPA, dikukuhkan sebagai profesor bidang Taksonomi Vertebrata. Ia adalah profesor aktif ke-33 di FMIPA dan ke-430 secara keseluruhan di UB.

Indonesia dikenal sebagai rumah bagi keanekaragaman spesies vertebrata endemik tertinggi kedua di dunia. Namun, ancaman kepunahan terus meningkat.

Menanggapi hal ini, Prof. Nia mengembangkan TAXVERTREE, model identifikasi spesies yang menggabungkan analisis morfologi, verifikasi genetik, dan filogeni. “Model ini meningkatkan akurasi klasifikasi dan mendukung konservasi berbasis evolusi,” ujarnya.

3. Prof. Daduk Setyohadi: Sertifikasi Perikanan Lemuru Berkelanjutan

Prof. Dr. Ir. Daduk Setyohadi, M.P. dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dikukuhkan sebagai profesor bidang Dinamika Populasi Ikan. Ia merupakan profesor aktif ke-27 di FPIK dan ke-431 secara keseluruhan.

Penelitiannya menyoroti penurunan drastis populasi ikan lemuru di Selat Bali akibat overfishing. Sebagai solusi, ia menciptakan Teknologi Sertifikasi Perikanan Lemuru Berkelanjutan Selat Bali (TSPLB-UB)—sistem sertifikasi lokal yang sederhana namun akurat.

Menurut dia, Ikan Lemuru Selat Bali ialah satu-satunya perwakilan perikanan spesies tunggal di Indonesia dengan Alat Penangkapan Ikan (API) spesifik purse seine. Namun sejak tahun 2010, tren penangkapan ikan lemuru menunjukkan penurunan tajam tanpa adanya pemulihan signifikan.

”Penurunan ini utamanya disebabkan oleh pola penangkapan yang berlebihan dan tidak selektif, sebagian besar ikan termasuk yang belum dewasa ikut tertangkap sebelum sempat berkembang biak,” bebernya.

Melihat ancaman ini, Prof. Daduk mengembangkan pendekatan baru: Teknologi Sertifikasi Perikanan Lemuru Berkelanjutan Selat Bali (TSPLB-UB). Ini adalah sistem sertifikasi lokal yang dirancang agar lebih sederhana, terukur, dan cocok untuk kondisi Indonesia—tanpa harus menunggu rumitnya standar sertifikasi internasional.

Baca juga: 4 Profesor Baru di UB Malang akan Dikukuhkan, Teliti Tahu hingga Teknologi Harvesting Energi Alternatif

Teknologi sertifikasi ini memerlukan informasi hanya enam indikator utama, namun sangat fokus pada kepastian terhadap tingkat keberlanjutan sumber daya yang akan disertifikasi. Dengan demikian proses sertifikasi bisa dilakukan lebih cepat dibandingkan dengan standar sertifikasi global lainnya.

Dengan kondisi data perikanan Indonesia yang tersedia saat ini, teknologi sertifikasi TSPLB-UB sangat memungkinkan untuk dikembangkan dan diaplikasikan pada perikanan tangkap di Indonesia.

”Teknologi ini bisa digunakan selanjutnya oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam menyusun kerangka operasional sertifikasi perikanan tangkap,” terangnya.

4. Prof. Gatut Bintoro: Model Pengelolaan Perikanan Berbasis Sosial-Ekologis

Profesor keempat adalah Prof. Dr. Ir. Gatut Bintoro, M.Sc., dari FPIK UB, yang dikukuhkan dalam bidang Manajemen Sumber Daya Perikanan Tangkap. Ia merupakan profesor aktif ke-28 di FPIK dan ke-432 secara keseluruhan.

Ia mengangkat judul pidato PREES-UB: Model Manajemen Sumber Daya Perikanan Tangkap Berkelanjutan Berbasis Ramah Ekologi, Ekonomi dan Sosial. PREES-UB menurutnya adalah jawaban atas krisis sumber daya perikanan yang ditandai dengan overfishing, praktik IUU (Illegal, Unreported, and Unregulated) fishing, dan degradasi habitat laut akibat perubahan iklim.

“Pengelolaan yang baik tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan sumber daya,” kata Prof. Gatut.

Model ini dirancang dengan pendekatan terpadu yang menggabungkan tiga pilar utama: konservasi ekosistem laut (ekologi), peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir (ekonomi), dan keterlibatan aktif komunitas lokal (sosial).

”Keberhasilan pengelolaan perikanan dalam model ini sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat pesisir lokal,” ujarnya.

Model ini juga menekankan perlunya penguatan teknologi informasi seperti digitalisasi pemantauan stok ikan dan sistem informasi spasial. Teknologi ini mendukung transparansi, akurasi data, serta efektivitas kebijakan pengelolaan di wilayah pesisir.

Pada aspek ekologi, Prof. Gatut menekankan pentingnya Zona Perlindungan Laut (Marine Protected Areas/MPAs), pengaturan waktu penangkapan dan alat tangkap ramah lingkungan. Pendekatan-pendekatan ini diambil karena mengutamakan aspek keberlanjutan.

5. Prof. Masruroh: Lapisan Tipis untuk Sensor Lingkungan dan Kesehatan

Guru besar kelima adalah Prof. Dr. Eng. Masruroh, S.Si., M.Si., dari FMIPA UB. Ia dikukuhkan sebagai profesor bidang Ilmu Material dan Permukaan, menjadi profesor aktif ke-31 di FMIPA dan ke-433 di UB.

Ia merupakan profesor aktif ke-31 di FMIPA, profesor aktif ke-255 di UB, serta menjadi profesor ke-433 dari seluruh profesor yang telah dihasilkan oleh UB.

Penelitiannya berfokus pada pengembangan teknologi lapisan tipis seperti nanopartikel TiO₂ dan rGO untuk aplikasi sensor bioaerosol dan gas berbahaya. “Lapisan tipis memungkinkan pembuatan sensor yang kecil, fleksibel, dan sangat sensitif,” ujarnya.

Teknologi lapisan tipis memiliki aplikasi yang luas dalam bidang kesehatan dan lingkungan. Dalam bidang ini, lapisan tipis digunakan antara lain untuk sensor diagnosis bioaerosol seperti sel bakteri dan fragmen seluler, spora dan hifa jamur, virus, gas berbahaya, dan senyawa organik volatile (VOC).

Baca juga: Guru Besar Fakultas Kedokteran UB Malang Demo Menkes Budi Gunadi

Lapisan tipis memainkan peran penting dalam teknologi pengembangan sensor karena memungkinkan pembuatan sensor yang kecil, sensitif, dan memiliki fleksibilitas, yaitu kemampuan adaptasi terhadap berbagai substrat dan permukaan yang berbeda.

”Teknologi ini merupakan konsep baru untuk menggantikan lapisan tebal yang terbukti kurang fleksibel. Lapisan tipis seperti nanopartikel TiO₂ dan rGO telah diaplikasikan baik pada sensor QCM maupun SPR,” jelasnya.

Efisiensi dan kinerja pada teknologi lapisan tipis memungkinkan penggunaan material yang lebih sedikit tanpa mengurangi sifat material dan memberikan sifat-sifat baru yang tidak ditemukan dalam lapisan tebal.

Teknologi lapisan tipis mempunyai fleksibilitas penerapan pada berbagai substrat dan bahan, serta dapat diadaptasi dengan lingkungan yang berbeda termasuk lingkungan gas dan cairan, yang dapat dicapai dengan mengontrol sifat permukaan material dan struktur mikro yang memengaruhi sifat mekanis, kimia, dan optik dari lapisan.

”Pada aplikasi sensor, lapisan tipis memungkinkan desain lapisan dengan sifat fungsional yang unik untuk meningkatkan interaksi antara material sensitif (lapisan matriks) dan materi target (analit),” ungkapnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: ikan lemuru selat baliintervensi kebijakan ekonomi daerahmalangpendidikanpenelitian vertebrata indonesiaprofesorprofesor UBRisetuniversitas brawijayavertebrata nusantara

Related Posts

Mahasiswa Unisma Tembus Jurnal Scopus Q2 Lewat Riset Strategi Membaca
Pendidikan

Mahasiswa Unisma Tembus Jurnal Scopus Q2 Lewat Riset Strategi Membaca

Sabtu, 29 Agu 2026
Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah
Advertorial

Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah

Jumat, 28 Agu 2026
UIN Malang Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Warga Nahdliyin di Muktamar ke-35 NU
Advertorial

UIN Malang Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Warga Nahdliyin di Muktamar ke-35 NU

Jumat, 28 Agu 2026
ITN Malang Gandeng Perbakin, Lahan Kampus 2 Jadi Fasilitas Latihan Menembak
Advertorial

ITN Malang Gandeng Perbakin, Lahan Kampus 2 Jadi Fasilitas Latihan Menembak

Jumat, 28 Agu 2026
Drama Umar bin Khattab Warnai Maulid Nabi di SMP Insan Permata Malang
Advertorial

Drama Umar bin Khattab Warnai Maulid Nabi di SMP Insan Permata Malang

Jumat, 28 Agu 2026
Mahasiswa KKN Unikama dan Diskominfo Malang Perkuat SDM Operator Desa di Pakisaji
Pendidikan

Mahasiswa KKN Unikama dan Diskominfo Malang Perkuat SDM Operator Desa di Pakisaji

Kamis, 27 Agu 2026
Next Post
Kerangka Manusia

Warga Temukan Kerangka Manusia di Ladang Tebu Pagak, Diduga ODGJ

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.