Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Sekolah Rakyat Segera Beroperasi, Dosen UM: Pastikan Pendidikan Bisa Diakses Semua Kalangan

Redaksi by Redaksi
Mei 17, 2025 10:46 am
in Pendidikan
Dosen Universitas Negeri Malang, Dr. Raden Bambang Sumarsono, S.Pd, M.Pd, CRA, CILA memberi pandangannya tentang kebijakan Sekolah Rakyat. /Foto: Dok.Istimewa

Dosen Universitas Negeri Malang, Dr. Raden Bambang Sumarsono, S.Pd, M.Pd, CRA, CILA memberi pandangannya tentang kebijakan Sekolah Rakyat. /Foto: Dok.Istimewa

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Dosen Departemen Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Raden Bambang Sumarsono, S.Pd, M.Pd, CRA, CILA memberi pandangannya tentang kebijakan Sekolah Rakyat.

Seperti diketahui, Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah untuk memberi kemudahan akses pendidikan, khususnya bagi anak- anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Kebijakan tersebut dikelola oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

READ ALSO

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset

Hadirnya Sekolah Rakyat bertujuan untuk menyediakan pendidikan gratis, asrama, dan asupan gizi yang layak bagi anak-anak, sehingga mereka nantinya bisa memutus rangka kemiskinan.

Baca Juga: Jurusan Favorit di Universitas Negeri Malang, Bisa Jadi Pilihan Calon Mahasiswa!

Melihat tujuan dari program tersebut, dosen yang akrab disapa Raden Bambang itu menilai ada tiga fokus utama yang harus diperhatikan pemangku kebijakan Sekolah Rakyat. Ketiga hal tersebut adalah aksesibilitas, berbasis pada komunitas, dan kesetaraan.

“Sekolah Rakyat atau SR tentunya merupakan konsep pendidikan yang mengutamakan akses pendidikan yang lebih luas dan merata, tanpa membedakan latar belakang sosial atau ekonomi siswa,” kata Raden Bambang kepada Tugumalang.id, Sabtu (17/5/2025).

“Dari hal tersebut, tentunya menurut saya ada tiga fokus utama yang harus diperhatikan pada tataran implementasi,” imbuhnya.

Aksesibilitas

Raden Bambang menekankan hadirnya Sekolah Rakyat harus benar-benar menjamin dan memastikan bahwa pendidikan gratis berkonsep asrama itu, bisa diakses oleh semua kalangan. Baik itu yang berada di kota-kota besar maupun di daerah.

Baca Juga: Resmi! Ini Rincian UKT Universitas Negeri Malang 2025 Jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri

“Tentunya SR kedepannya harus bisa berusaha untuk menghilangkan hambatan biaya dan jarak dalam memperoleh pendidikan berkualitas,” terangnya.

Untuk itu, dibutuhkan komitmen dari pelaksana kebijakan tersebut, dalam mengimplementasikan tujuan Sekolah Rakyat pada kegiatan operasionalnya.

Berbasis Pada Komunitas

Keberadaan Sekolah Rakyat sebagai kebijakan baru yang memberi angin segar untuk mengatasi masalah pemerataan pendidikan.

Raden Bambang menilai implementasi Sekolah Rakyat harus berbasis pada komunitas.

Artinya dalam proses kegiatan pembelajaran, ada kolaborasi dan keterlibatan komunitas setempat dalam kegiatan pembelajaran.

Tujuannya agar masyarakat atau komunitas yang berada dekat dengan Sekolah Rakyat, mempunyai rasa memiliki terhadap sekolah tersebut.

“Sekolah Rakyat berbasis pada apa yang menjadi kebutuhan lokal dan mengedepankan keterlibatan komunitas dalam proses pembelajarannya,” ungkapnya.

“Hal ini akan menciptakan rasa memiliki (sense of belonging) dari masyarakat setempat,”sambung Raden Bambang

Kesetaraan

Sebagaimana tujuan atau fokus dari kebijakan Sekolah Rakyat yakni kesetaraan akses pendidikan.

Dosen yang memiliki konsentrasi di bidang Manajemen Pendidikan itu, melihat hadirnya Sekolah Rakyat harus benar-benar berfokus pada kesetaraan.

Tidak hanya sebatas pada aktivitas pembelajaran di sekolah, tetapi juga memberikan akses yang lebih luas kepada siswa untuk mengembangkan potensi dirinya.

Hal ini dirasa sejalan dengan tujuan Sekolah Rakyat untuk mengurangi kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat.

“Berbasis pada fokus tadi, salah satu tujuan utama dari Sekolah Rakyat tentunya bisa mengurangi kesenjangan sosial ekonomi dalam pendidikan. Baik dari sisi akses, kualitas, maupun peluang untuk berkembangnya siswa setelah lulus,” ujarnya.

Untuk itu kebijakan Sekolah Rakyat perlu ditopang dengan fondasi yang kuat, dalam upaya pemerataan dan kualitas pendidikan di seluruh lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, Raden Bambang menjelaskan mewujudkan pendidikan yang inklusif dapat menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera.

Tetapi harus didukung dengan aspek pendukung agar kebijakan tersebut bisa on the track dalam implementasinya.

“Tentunya (implementasi Sekolah Rakyat) harus dibarengi dengan minimal lima aspek, yaitu pendanaan yang memadai, infrastruktur yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) atau bahkan melebihi. Kemudian guru yang benar-benar berkualitas, bukan guru yang hanya mengejar penghasilan besar,” jelasnya.

“Kemudian tendik (tenaga administrasi sekolah) yang berkualitas pula, artinya mereka harus benar-benar lulusan S1 Administrasi pendidikan. Lalu, kurikulum yang mantap dan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa atau student center learning. Serta penyediaan layanan khusus bagi pengembangan siswa,” papar Raden Bambang.

Seperti diketahui, Kemensos berencana akan mengoperasikan Sekolah Rakyat pada bulan Juli 2025 mendatang. Sebanyak 53 Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi di tahun ajaran 2025/2026 ini.

Dari 53 sekolah di tahap awal yang akan beroperasi, di antaranya ada di wilayah Malang Raya yakni di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: dosen UMKemensosPendidikan AlternatifPendidikan Inklusifsekolah rakyatUMUniversitas Negeri Malang

Related Posts

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda
Advertorial

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Jumat, 16 Okt 2026
UIN Malang - Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset
Advertorial

Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset

Jumat, 16 Okt 2026
Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning
Pendidikan

Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning

Jumat, 16 Okt 2026
Reuni Akbar UIN Malang tahun 2026 dilanjutkan dan pelantikan katan alumin. /Foto: Dok. UIN Malang
Pendidikan

Reuni Akbar UIN Malang 2026, Merajut Ukhuwah Mengukir Inspirasi

Kamis, 15 Okt 2026
Fakultas Psikologi UIN Malang tegaskan komitmen pembangunan zona integritas. /Foto: Dok. Fakultas Psikologi UIN Malang.
Pendidikan

Fakultas Psikologi UIN Malang Tegaskan Komitmen Pembangunan Zona Integritas

Kamis, 15 Okt 2026
Tujuh ilmuwan Universitas Brawijaya masuk daftar Top dua persen Researchers tahun 2026 atau peneliti terbaik dunia. Foto: Dok. UB
Pendidikan

7 Ilmuwan UB Masuk Daftar Peneliti Terbaik Dunia 2026

Rabu, 14 Okt 2026
Next Post
Kisah inspiratif Guru Besar Unisma, Prof. Dr. Ir. Istirochah Pujiwati, M.P dari anak sopir menjadi guru besar. /Foto: Dok.Istimewa

Anak Sopir Menjadi Guru Besar Unisma, Kisah Inspiratif Prof Istirochah Pujiwati

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.