Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

ITN Malang dan Balitbangda Kaji Mitigasi Bencana Tanah Bergerak di Kabupaten Malang

Redaksi by Redaksi
Maret 18, 2025 3:53 pm
in Pendidikan
ITN Malang kaji mitigasi gerakan tanah di wilayah Kabupaten Malang. (Foto/dok.)

ITN Malang kaji mitigasi gerakan tanah di wilayah Kabupaten Malang. (Foto/dok.)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Malang menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang untuk melakukan kajian mitigasi bencana gerakan tanah di wilayah Kabupaten Malang.

Kajian dilakukan sebagai tindak lanjut BPBD Kabupaten Malang mengenai terjadinya gerakan tanah di Kecamatan Tirtoyudo dan Donomulyo, yang berpotensi merusak infrastruktur, lingkungan, dan keselamatan masyarakat.

READ ALSO

Mahasiswa Unisma Tembus Jurnal Scopus Q2 Lewat Riset Strategi Membaca

Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah

Hasil awal kajian dipaparkan dalam Seminar Laporan Pendahuluan Kajian Mitigasi Bencana Tanah Bergerak di Malang Selatan, yang diadakan di Kampus 2 ITN Malang pada Rabu, (12/03/2025).

Baca Juga: Siapkan Masa Depan yang Tepat untuk Gen Z, ITN Malang Jalin Kerja Sama dengan Guru BK di Kabupaten Malang

Acara itu dihadiri oleh Sekretaris Balitbangda Aprija Wirawan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang Mohammad Risqi Irvansyah dan dan anggota Fathur Rohman, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Zainuddin, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Karangkates Ma’muri.

ITN Malang kaji mitigasi gerakan tanah di wilayah Kabupaten Malang. (Foto/dok.)
ITN Malang kaji mitigasi gerakan tanah di wilayah Kabupaten Malang. (Foto/dok.)

Kemudian ada Camat Tirtoyudo, Donomulyo, Kalipare, beserta Destana (Desa Tangguh Bencana) hingga Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Malang.

Wakil Rektor 3, ITN Malang, Dr Hardianto dalam sambutannya menyatakan kajian ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara ITN Malang dengan Pemerintah Kabupaten Malang melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara LPPM ITN Malang dan Balitbangda Kabupaten Malang.

“Terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu di Kampus 2 ITN Malang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara ITN Malang dan Pemkab Malang. Semoga kedepan, kita dapat terus berdiskusi dan bekerja sama dalam bidang tridharma perguruan tinggi,” kata Hardianto.

Baca Juga: ITN Malang Kirim Tim Pemasangan PTLS ke Ranu Kumbolo

Hardianto juga menyampaikan bahwa ITN Malang memiliki program studi S2, dan S3 Doktor Manajemen Rekayasa yang dapat mendukung kerja sama. Program studi tersebut tidak hanya fokus pada teknik murni, tetapi juga pada aspek manajemen rekayasa.

ITN Malang kaji mitigasi gerakan tanah di wilayah Kabupaten Malang. (Foto/dok.)
ITN Malang kaji mitigasi gerakan tanah di wilayah Kabupaten Malang. (Foto/dok.)

“Semoga kerja sama ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Malang dalam upaya mitigasi bencana dan pengembangan wilayah,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Ekonomi dan Pembangunan Balitbangda Kabupaten Malang, Kinta Ramayanti menjelaskan bahwa paparan pendahuluan dilakukan untuk mendapatkan masukan, saran, kritik, dan data awal yang akan memperkuat pelaksanaan kajian. Diharapkan, forum tersebut dapat memberikan kontribusi bagi Kabupaten Malang dalam mitigasi tanah bergerak.

“Kami menggandeng ITN Malang untuk melakukan sebuah kajian mitigasi bencana gerakan tanah. Kajian ini sangat penting dan diperlukan untuk pembangunan di Kabupaten Malang serta untuk melengkapi dokumen kebencanaan BPBD Kabupaten Malang,” ucapnya.

Menurutnya, dari data awal Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada Januari 2025 menunjukkan hampir seluruh wilayah Kabupaten Malang memiliki potensi pergerakan tanah menengah hingga tinggi. Selain itu, beberapa wilayah seperti Pujon dan Ngantang juga berpotensi banjir.

Diskusi awal antara Balitbangda dan BPBD Kabupaten Malang mengungkapkan bahwa Kabupaten Malang memiliki sejarah tanah bergerak yang menyebabkan kerugian fisik, terutama pada bangunan. Kejadian ini sering terjadi di wilayah Malang Selatan seperti Kalipare, Donomulyo hingga Tirtoyudo.

Tenaga Ahli ITN Malang, Ratri Andinisari, S.Si., M.Si., Ph.D selaku narasumber yang membedah kajian menyebutkan bahwa Kecamatan Tirtoyudo dan Donomulyo dipilih lantaran memiliki dampak paling parah.

Kabupaten Malang memiliki 33 kecamatan, sehingga tim bersepakat akan terlebih dahulu mengkaji secara teori. Nantinya akan ada beberapa lokasi yang dikunjungi langsung dan ada beberapa lokasi yang datanya diambil dari laporan BPBD.

“Tahun pertama diawali di dua kecamatan. Jika metode pemetaan yang kami usulkan di tahun pertama terbukti efektif, maka direncanakan identifikasi kawasan rawan bencana tanah bergerak akan dilakukan di 31 kecamatan lainya,” kata dia.

“Tahun berikutnya, ketika data sudah terkumpul akan dibuat rekomendasi kegiatan mitigasi bencana tanah yang diawali dengan penyusunan Peta Kawasan Rawan bencana,” sambung Ratri yang juga merupakan Wakil Bidang Penelitian LPPM ITN Malang.

Berdasarkan kajian, didapat adanya desa desa yang memiliki potensi bahaya gerakan tanah tinggi. Namun kepadatan penduduknya sangat rendah, sehingga risiko bencananya menjadi rendah.

Selain itu juga ada daerah yang gerakan tanahnya tidak terlalu bahaya, tetapi banyak lansia dan wanita sehingga daerah tersebut menjadi kawasan rawan bencana tinggi.

Dari kajian teori, diketahui bahwa gerakan tanah terjadi salah satunya dari longsor. Ada perbedaan karakteristik antara longsor dan gerakan tanah. Tanah longsor terjadi pada waktu singkat dengan volume tanahnya banyak. Sementara tanah bergerak terjadi dalam waktu lama, gerakannya lambat dan rentan.

“Dalam 10 tahun tanah hanya bergerak 10 meter, per tahun hanya bergerak 1 meter. Efek tanah bergerak baru kelihatan setelah puluhan tahun. Faktor pemicunya ada lima, yakni hujan, kelerengan, geologi batuan dan jenis tanah, tutupan lahan, dan aktivitas seismik,” urainya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: ITN Malangkajian tanah bergerakLPPM ITN Malangmitigasi bencana alamtanah bergerak di Kabupaten Malang

Related Posts

Mahasiswa Unisma Tembus Jurnal Scopus Q2 Lewat Riset Strategi Membaca
Pendidikan

Mahasiswa Unisma Tembus Jurnal Scopus Q2 Lewat Riset Strategi Membaca

Sabtu, 29 Agu 2026
Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah
Advertorial

Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah

Jumat, 28 Agu 2026
UIN Malang Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Warga Nahdliyin di Muktamar ke-35 NU
Advertorial

UIN Malang Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Warga Nahdliyin di Muktamar ke-35 NU

Jumat, 28 Agu 2026
ITN Malang Gandeng Perbakin, Lahan Kampus 2 Jadi Fasilitas Latihan Menembak
Advertorial

ITN Malang Gandeng Perbakin, Lahan Kampus 2 Jadi Fasilitas Latihan Menembak

Jumat, 28 Agu 2026
Drama Umar bin Khattab Warnai Maulid Nabi di SMP Insan Permata Malang
Advertorial

Drama Umar bin Khattab Warnai Maulid Nabi di SMP Insan Permata Malang

Jumat, 28 Agu 2026
Mahasiswa KKN Unikama dan Diskominfo Malang Perkuat SDM Operator Desa di Pakisaji
Pendidikan

Mahasiswa KKN Unikama dan Diskominfo Malang Perkuat SDM Operator Desa di Pakisaji

Kamis, 27 Agu 2026
Next Post
Pertemuan Pemkot Batu dan Gapoktan Mitra Arjuno membahas pengembangan industri pertanian. Foto: Prokopim KWB

Wali Kota Batu Gagas Pengembangan Industri Pertanian saat Bertemu Gapoktan Mitra Arjuno

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.