Jumat, Juli 10, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Bahaya dan Cara Menghindari Makanan Ultra Proses

Redaksi by Redaksi
Februari 10, 2025 8:27 am
in Tips
Ilustrasi produk makanan ultra-proses. (Foto: Unsplash)

Ilustrasi produk makanan ultra-proses. (Foto: Unsplash)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Makanan ultra proses (UPF) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Meski praktis dan lezat, tahukah Anda bahwa konsumsi berlebihan dapat membahayakan kesehatan?

Mari kita pelajari lebih lanjut tentang apa itu makanan ultra-proses dan temukan cara efektif untuk menghindarinya demi hidup yang lebih sehat.

READ ALSO

CV ATS vs CV Kreatif, Mana yang Lebih Tepat untuk Melamar Kerja?

5 Sumber Passive Income Selain Investasi, Mulai dari Produk Digital hingga Royalti

Jadi apa sih makanan ultra proses? Menurut artikel yang diunggah oleh PubMed Central dalam penelitian berjudul Ultra-processed foods: what they are and how to identify them, makanan ultra-proses adalah produk yang mengalami transformasi signifikan dari bentuk aslinya.

Baca Juga: Rahasia Sehat di Musim Hujan, Rekomendasi 10 Makanan Penambah Imunitas

Contohnya termasuk makanan ringan kemasan, sereal manis, daging olahan seperti sosis dan nugget, serta minuman bersoda. Sebagian besar makanan ini mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung bahan segar, seperti sayur dan buah, yang penting bagi kesehatan.

Di indonesia, makanan ultra proses juga semakin populer. Banyak orang memilih mi instan, makanan beku, dan camilan berbumbu sebagai solusi makan cepat dan mudah. Namun, konsumsi yang berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Dokumen yang diunggah oleh Cambridge University Press berjudul Consumption of ultra-processed foods and health status: a systematic review and meta-analysis menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra proses dalam jumlah tinggi meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, serta penyakit jantung.

Baca Juga: 8 Tren Makanan dan Minuman yang Digemari Gen Z

Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar gula, lemak jenuh, dan natrium dalam makanan ini, yang dapat meningkatkan tekanan darah serta kadar kolesterol.

Selain itu, zat aditif dalam makanan ultra-proses juga berpotensi mengganggu keseimbangan mikrobiota usus, yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh dan metabolisme. Efek ini sering kali tidak disadari karena dampaknya muncul secara perlahan.

Makanan ultra-proses begitu digemari karena sangat praktis, harga yang lebih terjangkau dibandingkan makanan segar, serta pemasaran yang sangat luas. Iklan produk ini sering kali menargetkan anak-anak dan remaja, membuat mereka terbiasa mengkonsumsinya sejak dini.

Selain itu, gaya hidup modern yang sibuk juga membuat banyak orang lebih memilih makanan instan daripada memasak sendiri. Hal ini menyebabkan makanan ultra-proses menjadi bagian besar dari pola makan sehari-hari.

Cara Menghindari Makanan Ultra Proses

Meskipun sulit untuk sepenuhnya menghindari makanan ultra-proses, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsinya:

1. Baca Label Kemasan

Jika suatu produk mengandung banyak bahan yang sulit dikenali atau diucapkan, besar kemungkinan itu adalah makanan ultra-proses. Pilihlah produk dengan bahan yang lebih alami dan sedikit zat tambahan.

2. Pilih Makanan Segar

Mengonsumsi sayur, buah, daging tanpa pengawet, dan biji-bijian utuh dapat membantu mengurangi risiko kesehatan akibat makanan ultra-proses. Cobalah untuk memasak sendiri di rumah dengan bahan alami.

3. Kurangi Konsumsi Makanan Kemasan

Makanan kemasan sering kali mengandung kadar gula dan garam tinggi yang dapat memicu berbagai penyakit. Gantilah dengan camilan sehat seperti kacang-kacangan atau buah potong.

4. Hindari Minuman Manis dan Bersoda

Minuman bersoda dan jus kemasan sering kali mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Sebagai alternatif, minumlah air putih atau infused water untuk tetap terhidrasi dengan sehat.

5. Jangan Tergiur Iklan

Banyak produk ultra-proses dikemas dengan label “sehat” atau “alami”, padahal tetap mengandung banyak zat aditif. Oleh karena itu, penting untuk tidak mudah terpengaruh oleh klaim pemasaran dan selalu mengecek kandungan gizi produk tersebut.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Muhammad Veri Adrianto Ivansa (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: instan instanMakanan Ringanmakanan ultra prosesultra processed food

Related Posts

CV ATS vs CV Kreatif, Mana yang Lebih Tepat untuk Melamar Kerja?
Tips

CV ATS vs CV Kreatif, Mana yang Lebih Tepat untuk Melamar Kerja?

Kamis, 9 Jul 2026
5 Sumber Passive Income Selain Investasi, Mulai dari Produk Digital hingga Royalti
Tips

5 Sumber Passive Income Selain Investasi, Mulai dari Produk Digital hingga Royalti

Selasa, 7 Jul 2026
Menabung atau Investasi, Mana yang Sebaiknya Didahulukan?
Tips

Menabung atau Investasi, Mana yang Sebaiknya Didahulukan?

Senin, 6 Jul 2026
7 Tips Mengatur Keuangan Bulanan bagi Mahasiswa Perantau agar Uang Tetap Cukup hingga Akhir Bulan
Tips

7 Tips Mengatur Keuangan Bulanan bagi Mahasiswa Perantau agar Uang Tetap Cukup hingga Akhir Bulan

Jumat, 3 Jul 2026
Legalitas UMKM
Tips

5 Jenis Legalitas UMKM yang Wajib Dipahami Sebelum Memulai Usaha

Kamis, 2 Jul 2026
Kuliah di Malang
Tips

Persiapan Kuliah di Malang: 5 Hal Penting yang Harus Disiapkan Mahasiswa Baru

Kamis, 2 Jul 2026
Next Post
Rekomendasi cafe romantis di Malang. /Foto: Google Review NK Kafe/Muhammad Rahmi

Rekomendasi Cafe Romantis di Malang, Bikin Momen Valentine Bersama Orang Terkasih Semakin Mesra

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.