Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Kuliner

Kisah Penjual Bakso Legendaris Abdul Basit, Jualan Hampir 30 Tahun di Gondanglegi

Redaksi by Redaksi
September 23, 2024 8:28 am
in Kuliner
Abdul Basit penjual bakso legendaris di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Foto/Silvianti

Abdul Basit penjual bakso legendaris di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Foto/Silvianti

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Nama Abdul Basit tidak asing lagi di kalangan warga Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Dia terbilang penjual bakso legendaris di kawasan tersebut.

Teh Basit, demikian dia dipanggil, berjualan setiap hari selama hampir 30 tahun. Waktu yang tidak sebentar. Tetapi dia menjalaninya dengan sabar dan penuh suka cita. Menurut pengakuannya, Teh Basit mulai terjun ke kuliner bakso sejak Tahun 1994 silam.

READ ALSO

5 Kuliner Prancis yang Ikonik, dari Croissant hingga Ratatouille

4 Minuman Tradisional Indonesia yang Menyegarkan Saat Cuaca Panas

Pria humoris itu memang sudah terkenal dengan cita rasa baksonya yang khas dan cara dia melayani pelanggannya, yaitu humorikal. Sehingga dia dan pelanggan mudah sekali akrab. “Kalau mau bakso gratis, ya harus mau jadi mantuku,” celetuk dia membuat pelanggan putri mesem. Dia memang masih punya anak bungsu yang masih lajang.

Baca Juga: 10 Jajanan Malang, Dari yang Hits hingga Melegenda

Pria yang pernah belajar di Raudlatul Ulum Ganjaran itu memiliki trik dan cara tersendiri dalam mempertahankan kualitas baksonya. Sehingga dia bisa tetap bertahan selama 30 tahun, bahkan mengembangkan bisnisnya hingga memiliki 5 cabang yang tersebar di Desa Ganjaran dan sekitarnya.

Bakso Barokah milik Abdul Basit di Ganjaran, Gondanglegi, Kabupaten Malang. Foto/Silvianti
Bakso Barokah milik Abdul Basit di Ganjaran, Gondanglegi, Kabupaten Malang. Foto/Silvianti

Sebelum menekuti bakso, pria kelahiran 1975 ini mengaku sebelumnya pernah bekerja sebagai karyawan di sebuah usaha bakso milik orang lain selama 10 tahun.

Setelah itu, dia mencoba peruntungan sendiri dengan merintis bisnisnya tersebut. Dia sempat bertani di sawah untuk mendapat modal membuka usahanya tersebut.

Baca Juga: 10 Jajanan Malang, Dari yang Hits hingga Melegenda

“Dulu sebelum saya jualan bakso, saya bertani di sawah kemudian ikut orang selama 10 tahun, baru pas ada modal saya jualan sendiri,” kata dia saat diwawancarai pada Minggu, 22 September 2024, di warung miliknya.

Teh Basit terjun ke dalam usaha bakso karena mengaku memiliki kemampuan dalam meracik bumbu bakso yang dilengkapi dengan resep rahasia dan tetap terjaga hingga sekarang. “Alhamdulillah, kalau untuk bumbu tetap sama, ada bumbu rahasia juga yang saya jaga,” kata dia.

Varian bakso dan pelengkap di warung bakso Teh Basit beragam, mulai dari bakso tahu, bakso daging, bakso urat dan juga bakso mercon. Kemudian ada gorengan, siomay, cilok, tahu putih, tahu kuning, mie putih, mie kuning dan sayuran untuk toppingnya.

Harganya juga ramah dikantong, dibandrol mulai dari Rp 1000 untuk setiap topping, dan mulai Rp 5000 untuk perbiji baksonya.

Menurut Teh Basit, selama menjadi penjual bakso di Ganjaran, dia tidak pernah mengalami kegagalan yang spesifik dalam bisnisnya.

Meskipun persaingan sesama penjual semakin banyak, penghasilan usaha bakso yang dia miliki tetap stabil karena terbantu dengan pelanggan yang mayoritas santri di pesantren yang ada di sekitar warung baksonya.

“Kalau persaingan memang banyak, tapi penghasilan saya tetap, tidak ada kekurangan apapun, itu juga karena terbantu sama santri-santri yang ada di sini,” ujarnya.

Penjual Bakso Barokah itu juga mengungkapkan bahwa tantangan bagi penjual bakso itu pasti ada. Mulai dari cita rasa, harga, banyaknya pesaing dan sebagainya. Hal itu biasa terjadi dalam sebuah bisnis atau usaha, ada saatnya usaha tersebut berpenghasilan tinggi begitupula sebaliknya.

“Kalau usaha sepi itu sudah biasa, namanya juga pekerjaan tapi ya harus tetap semangat,” ungkapnya.

Penghasilan yang didapat Teh Basit mulai awal berjualan hingga sekarang hanya dibedakan dengan harga bahan pokok di pasar. Dulu, harga bahan pokok lebih murah, sehingga keuntungan yang didapat olehnya lebih besar.

Kini, bahan pokok harganya mulai naik dan mahal, sehingga modal yang dikeluarkan lebih banyak dengan keuntungan yang tidak lagi seperti dulu. “Dulu itu bahannya murah dan hasilnya banyak, kalau sekarang beda, bahannya mahal hasilnya kurang,” jelasnya.

Di masa mendatang, Teh Basit berharap usaha baksonya semakin sukses dan berkembang. Karena dia memiliki mimpi untuk menunaikan ibadah haji. “Saya ingin usaha saya ini tetap sukses dan bisa naik haji, kan kalau umrah sudah kemarin,” pungkasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Silvianti (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: Bakso BarokahKuliner BaksoPenjual BaksoPenjual Bakso Legendaris

Related Posts

Kuliner Prancis, maracons. Foto: Unsplash.com/Teo Zac
Kuliner

5 Kuliner Prancis yang Ikonik, dari Croissant hingga Ratatouille

Kamis, 15 Okt 2026
4 Minuman Tradisional Indonesia yang Menyegarkan Saat Cuaca Panas
Kuliner

4 Minuman Tradisional Indonesia yang Menyegarkan Saat Cuaca Panas

Minggu, 11 Okt 2026
5 Makanan Goreng Indonesia Masuk Top 50 Dunia Versi TasteAtlas
Kuliner

5 Makanan Goreng Indonesia Masuk Top 50 Dunia Versi TasteAtlas

Rabu, 7 Okt 2026
5 Makanan Digoreng Terenak di Dunia Versi TasteAtlas, Ada Batagor Indonesia
Kuliner

5 Makanan Digoreng Terenak di Dunia Versi TasteAtlas, Ada Batagor Indonesia

Rabu, 30 Sep 2026
5 Tempat Beli Tahu Kocek di Malang, Pedas Gurih dan Bikin Nagih
Kuliner

5 Tempat Beli Tahu Kocek di Malang, Pedas Gurih dan Bikin Nagih

Minggu, 27 Sep 2026
4 Tradisi Kuliner Dunia yang Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Kuliner

4 Tradisi Kuliner Dunia yang Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Minggu, 27 Sep 2026
Next Post
Informasi jadwal cetak kartu ujian CPNS 2024 sebagai syarat mengikuti SKD CPNS 2024 yang dapat menjadi referensi bagi pelamar. /Foto: menpan.go.id.

Siap-Siap! Berikut Jadwal Cetak Kartu Ujian SKD CPNS 2024 Lengkap dengan Cara Download

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.