Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Entertainment

Ini Pola Asuh Anak yang Patut Ditiru

Dari Reality Show Korea "The Return of Superman"

Redaksi by Redaksi
Juli 17, 2021 12:24 pm
in Entertainment, Pendidikan
Mencontek pola asuh keluarga Korea melalui reality show The Return of Superman
Sumber foto: Pinterest

Mencontek pola asuh keluarga Korea melalui reality show The Return of Superman Sumber foto: Pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id — Mungkin sebagian dari Anda sudah tidak asing lagi dengan tingkah lucu William-Bentley, Yoon Trio, dan keluarga lain dalam program televisi “The Return of Superman”. The Return of Superman atau TROS merupakan reality show Korea Selatan yang ditayangkan di saluran KBS2 setiap akhir pekan.

Tayangan ini menampilkan tingkah lucu ayah dan anak-anak yang menghabiskan waktu selama 48 jam tanpa kehadiran sosok ibu. Pada acara tersebut, sang ibu memang sengaja tidak dilibatkan, sehingga penonton dapat melihat hubungan antara para ayah dan anak-anaknya.

READ ALSO

Dari UIN Malang untuk Indonesia, Maliki Pesantren Metrics Disiapkan Menjadi Standar Baru Penguatan Pesantren Nasional

UMM Buka Beragam Jalur Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026/2027

Tak hanya menghibur dan mengundang tawa, ternyata ada banyak sekali ilmu parenting yang dapat diambil, lho. Yuk, simak penjelasannya.

1. Mengajarkan Etika dan Sosialisasi Sejak Dini

Dalam berbagai episode, TROS menampilkan kegiatan di luar rumah atau mendatangkan bintang tamu ke rumah. Salah satu tujuannya adalah untuk mengajari anak bersosialisasi dan menanamkan nilai-nilai etika.

Kemampuan sosialisasi anak dapat berkembang dengan baik jika orang tua mengajak anak-anak pergi ke luar rumah dan melibatkan mereka dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan begitu, orang tua secara tidak langsung dapat mengajari etika sederhana seperti mengucapkan salam, terima kasih, maaf, dan tolong kepada anak-anak mereka.

2. Melatih Kemandirian

Melatih kemandirian anak sejak kecil memang sangat penting. Seperti yang diterapkan oleh para ayah di TROS. Mereka menanamkan kemandirian pada anak-anak mereka sejak kecil. Contohnya dalam hal makan. Mereka membiar anak-anak mereka makan sendiri. Meskipun berantakan mereka tetap membiarkan anak-anak belajar. Cara ini efektif untuk mengajarkan anak agar tidak bergantung pada orang lain.

3. Tidak Mengenalkan Anak pada Gadget

Gadget saat ini merupakan penyelamat bagi para orang tua. Tidak sedikit orang tua yang menenangkan anaknya yang sedang rewel dengan mengajak menonton video Youtube lewat gadget. Namun, tahukah Anda, mengenalkan gadget sedari dini dapat menghambat tumbuh kembang anak? Tak hanya itu, mengenalkan gadget dapat mengurangi kesempatan anak untuk mengeksplor dunia luar.

Saat menonton TROS, jarang sekali melihat anak bermain gadget. Mereka lebih sering melakukan aktivitas di luar ruangan, bermain dengan ayah dan saudaranya, atau menjalankan misi-misi dari sang ayah. Dengan demikian, anak-anak akan lebih memanfaatkan tubuh mereka serta dapat meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas mereka. Hal tersebut tentu lebih melelahkan bagi para orang tua, namun akan membawa dampak positif bagi tumbuh kembang anak.

4. Memberikan Penjelasan Baik dan Buruk Suatu Tindakan

Anak-anak relatif memiliki keingintahuan yang tinggi. Mereka akan melakukan segala cara untuk mengobati rasa penasarannya. Tidak sedikit pula orang tua yang melarang bahkan membentak anak-anak saat mengetahui anak-anak mereka hendak melakukan sesuatu. Tindakan tersebut justru akan membuat anak-anak semakin penasaran karena para orang tua tidak menyertakan alasan yang jelas saat mengungkapkan larangan.

Para ayah di TROS jarang sekali melarang anak-anaknya melakukan sesuatu tanpa alasan. Mereka lebih memilih memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai hal baik dan buruk atas tindakan yang anak-anak lakukan. Dengan memberikan penjelasan tersebut, anak-anak akan dapat lebih memahami konsekuensi dari tindakannya.

5. Mendisiplinkan Namun Tidak Berlebihan

Mengasuh anak-anak memang kadang melelahkan dan menguras emosi. Bahkan, beberapa orang tua cenderung untuk memukul, mencubit, dan melakukan hukuman fisik lain untuk memberi efek jera bagi anak-anak mereka. Namun, sebenarnya tindakan tersebut hanya akan menimbulkan trauma bagi anak-anak.

Pada tayangan The Return of Superman, para ayah selalu memberi tindakan disiplin saat anak-anak melakukan kesalahan. Alih-alih memukul, para ayah cenderung memberikan hukuman seperti menyuruh anak mengangkat tangan sambil memikirkan apa yang telah mereka lakukan. Dengan memberi hukuman tersebut, anak-anak akan belajar bahwa tindakan yang ia lakukan tidaklah benar. Tak hanya menghukum, para ayah juga memberi edukasi atas kesalahannya dan mengajari anak meminta maaf. Para ayah di TROS mengakhiri hukuman dengan pelukan atau ciuman.

6. Memberi Pujian, Hadiah, dan Kejutan

Episode TROS sering menampilkan anak-anak yang menjalankan misi yang diberikan oleh para ayah. Misalnya, misi berbelanja di minimarket, mendirikan tenda sendiri, dan banyak lainnya. Ketika anak-anak mereka berhasil menjalankan misi, para ayah akan melemparkan pujian dan tidak jarang mereka memberikan hadiah sederhana sebagai apresiasi atas apa yang mereka lakukan. Bahkan, jika misi tersebut gagal, para ayah akan tetap memberi pujian dan semangat agar mereka tidak berkecil hati.

Tak hanya itu, saat anak sedang berulang tahun, para ayah akan memberikan kejutan sederhana kepada mereka, seperti membuatkan kue, mengundang teman-teman mereka, memberi hadiah, dan mengucapkan kata-kata manis. Secara tidak langsung, hal tersebut mengajari anak-anak untuk menghargai setiap momen. Dengan memberikan afeksi dan atensi sederhana semacam itu, anak-anak akan merasa lebih dicintai dan didukung oleh orang-orang terdekatnya.

7. Percaya pada Kemampuan Anak

Alih-alih takut melihat anaknya terluka atau menangis, para ayah di TROS cenderung memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengekplorasi dunia dan mengatasi ketakutannya sendiri. Para ayah menyadari bahwa mereka tidak akan selamanya mendampingi anak-anak. Oleh sebab itu, mereka cenderung mempercayai kemampuan anak-anak tanpa mengurangi intensitas pengawasannya.

Dengan demikian, anak-anak mengetahui cara untuk mengatasi rasa takut dan apa yang harus dilakukan saat dihadapkan pada situasi tertentu. Selain itu, orang tua juga dapat mengetahui kelebihan tersembunyi anak-anaknya.

8. Memberi Ruang Privasi pada Anak

Anak-anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Cara mengekspresikan keinginannya pun berbeda-beda. Dalam beberapa episode TROS, ditunjukkan bagaimana para ayah memberikan ruang privasi kepada anak saat mereka tidak ingin bermain atau belajar. Para ayah tidak akan memaksakan apa yang dikehendakinya kepada anak-anak. Mereka cenderung bertanya apa yang dirasakan anak-anaknya dan memberikan ruang privasi kepada anak-anak.

Memberikan ruang privasi bukan berarti tidak peduli. Justru dengan memberikan ruang privasi, anak akan dapat memahami dirinya sendiri dan menemukan cara untuk menyelesaikan konflik batin yang dirasakannya.

9. Mendengar Pendapat Anak

Sebagai orang tua, mendengar pendapat anak sangat diperlukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya anak inginkan atau rasakan. Hal tersebut memiliki tujuan agar anak-anak berani mengungkapkan apa yang dirasakan dan apa yang mereka inginkan. Selain itu, keterbukaan antaranggota keluarga adalah aspek penting dalam keberlangsungan komunikasi keluarga.

Para ayah di TROS selalu menanyakan pendapat anak-anak, misalnya pemilihan menu makanan. Mereka akan bertanya apa yang anak-anak ingin makan. Dengan melibatkan anak-anak dalam pemilihan menu makanan, para ayah akan dengan mudah menentukan pilihan.

Reporter    : Septia
Redaktur   : Sujatmiko

Tags: Drama koreaPola asuh anakThe Return of Superman

Related Posts

Dari UIN Malang untuk Indonesia, Maliki Pesantren Metrics Disiapkan Menjadi Standar Baru Penguatan Pesantren Nasional
Pendidikan

Dari UIN Malang untuk Indonesia, Maliki Pesantren Metrics Disiapkan Menjadi Standar Baru Penguatan Pesantren Nasional

Sabtu, 18 Jul 2026
UMM Buka Beragam Jalur Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026/2027
Pendidikan

UMM Buka Beragam Jalur Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026/2027

Jumat, 17 Jul 2026
Feb Ub
Pendidikan

FEB UB Gandeng Pegiat Lingkungan Ketawanggede, Ajarkan Pengelolaan Sampah Organik Lewat Biopori

Jumat, 17 Jul 2026
Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia
Pendidikan

Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia

Jumat, 17 Jul 2026
Kajian Kitab DEP UIN Malang, Prof Tutik Hamidah: Salat Tempat Mengisi Ulang Energi Ruhani 
Pendidikan

Kajian Kitab DEP UIN Malang, Prof Tutik Hamidah: Salat Tempat Mengisi Ulang Energi Ruhani 

Jumat, 17 Jul 2026
Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang
Pendidikan

Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
Ini 4 Kesalahan Perawatan Bikin Rambut Kita Rusak

Ini 4 Kesalahan Perawatan Bikin Rambut Kita Rusak

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.