Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Ramai jadi Perbincangan di Media Sosial, Berikut Penjelasan Istilah Tone Deaf

Redaksi by Redaksi
Agustus 24, 2024 11:09 am
in News
Penjelasan istilah tone deaf yang ramai digunakan warganet di media sosial. /Foto: Lobo Studio Hamburg.

Penjelasan istilah tone deaf yang ramai digunakan warganet di media sosial. /Foto: Lobo Studio Hamburg.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Dalam beberapa waktu terakhir ini, jagad media sosial diramaikan dengan istilah tone deaf yang dipakai oleh warganet. Lantas apa makna dari istilah tone deaf yang digaungkan pengguna media sosial dan cukup ramai di media sosial X (dulu Twitter)?.

Ternyata istilah tone deaf secara harfiah memiliki makna buta nada. Akan tetapi penggunaan istilah tone deaf di luar dunia musik sebagai gambaran seseorang yang tidak memahami atau memilih acuh kepada kondisi orang lain terhadap sesuatu yang tengah terjadi.

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Baca Juga: Waspadai Dampak Negatif Media Sosial, Gunawan HS Berikan Sosialisasi pada Pelajar SMA di Sumawe

Dari penjelasan The Week, makna penggunaan istilah tone deaf untuk menggambarkan perilaku seseorang yang tidak berperasaan, ceroboh, cenderung bengis kepada sesama manusia atau bahkan makhluk hidup lainnya.

Istilah tone deaf biasanya disematkan kepada sekelompok orang yang memiliki kuasa dan pengaruh seperti pemerintah, politisi, orang kaya, dan juga bos-bos pemilik modal.

Kecenderungan pemilik relasi kuasa yang acuh terhadap situasi krisis yang dihadapi masyarakat kemudian membuat istilah tone deaf muncul.

Baca Juga: Sharing dengan Masyarakat, Gunawan HS Paparkan Sisi Positif dan Negatif Media Sosial

Dalam sejarah, meski tidak langsung menggunakan istilah tone deaf di era modern saat ini. Revolusi Prancis sudah dikenalkan sebagai bentuk protes dan perlawanan terhadap monarki Prancis saat itu yang dianggap sewenang-wenang dan tidak peduli dengan kondisi rakyatnya.

Tone deaf muncul di Revolusi Prancis saat Ratu Prancis, Marie-Antoinette tidak peduli terhadap kondisi rakyatnya yang kelaparan karena tidak memiliki roti dan justru hidup bermewaah-mewahan di istana. Kondisi itulah yang kemudian rakyat Prancis murka dan melakukan revolusi.

Merujuk dari penjelasan dan juga sejarah kemunculan istila tone deaf. Tentu menjadi peringatan kepada para pemangku kebijakan maupun pemilik modal untuk tidak berbuat semena-mena dan lebih peduli terhadap kondisi masyarakat.

Tuli nada sosial dalam beberapa sebenarnya bisa diperbaiki dan diatasi oleh kelas atas. Tetapi jika tetap angkuh dan memiliki tidak peduli maka penyematan tone deaf tidak akan berpengaruh apa-apa karena watak munafik dan serakah.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: Apa Itu Tone DeafIstilah Tone DeafMedia SosialTone DeafWarganet

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Komisioner KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

KPU Kabupaten Malang Targetkan Partisipasi Pilkada 2024 di Atas 60,48 Persen

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.