Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Komitmen dan Dedikasi Dr Ruwinah Abdul Karim Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus Serta Keikhlasan dalam Menjalani Pekerjaan

Redaksi by Redaksi
Juli 21, 2024 2:56 pm
in Insight
Anak Berkebutuhan Khusus,Dr Runwinah Abdul Karim,Tugu Inspirasi Talks - Komitmen dan Dedikasi Dr Ruwinah Abdul Karim Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus Serta Keikhlasan dalam Menjalani Pekerjaan

Komitmen dan dedikasi Clinical Director PSLC Malaysia, Dr. Ruwinah Abdul Karim terhadap anak berkebutuhan khusus serta keikhlasan dalam menjalani pekerjaan/Foto: Tugumalang.id/Rubianto

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Memiliki kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus seperti menjadi jalan hidup bagi seorang Dr. Ruwinah Abdul Karim. Perempuan asal Malaysia yang kini menjabat sebagai Clinical Director Penawar Special Learning Centre (PSLC) Malaysia itu membagikan pengalamannya berkecimpung mengedukasi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus atau autism.

Cerita tersebut diutarakan Ruwinah saat menjadi narasumber event Tugu Inspirasi Talks dengan tema “Seni Menjadi Bahagia di Tengah Kompleksitas Hidup” yang diselenggarakan oleh Tugu Media Group (Tugumalang.id dan Tugujatim.id) pada tanggal 16 Juli 2024 lalu.

READ ALSO

Jejak Sufistik Surya dan Sjenny

Film Anak Malang Tembus Panggung Internasional

Dari pengalamannya berjumpa dengan beberapa pasien yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Ruwinah mengaku memetik pelajaran berharga akan pentingnya rasa syukur dari ketetapan yang telah diberikan oleh Sang Maha Kuasa.

Baca Juga: Pj Wali Kota Batu Dukung Pemberdayaan Anak Berkebutuhan Khusus

Memang tidak semua pasiennya menerima begitu saja takdir diberi anak dengan berkebutuhan khusus. Tetapi kisah lain datang dari pasien yang tetap memiliki keluarga bahagia walaupun harus menerima keadaan bahwa anak mereka berkebutuhan khusus.

Ruwinah menyebut penerimaan akan segala ketetapan yang diberikan oleh Allah SWT adalah kunci kebahagiaan dari keluarga pasien tersebut. Penerimaan itulah yang menurutnya dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari dalam menghadapi kompleksitas hidup.

“Ada orang tua yang anaknya berkebutuhan khusus tetapi bahagia karena kuncinya menerima seadanya. Kita harus tau di dalam dunia ini kita punya ujian, punya cobaan sendiri-sendiri,” tutur perempuan yang akrab disapa Wina itu.

“Allah tidak akan membebankan seseorang melebihi kemampuan kita karena Allah tidak akan memberikan semua kebaikan dengan tidak ada kekurangan, tetapi dia memberikannya secara balance atau seimbang,” bebernya.

“Ada satu statement, kalau mau bahagia jangan pernah berpikir tentang yang sudah terjadi. Jangan juga berpikir ke depan yang berlebihan nanti malah kalau-kalau (khawatir) dan terlalu banyak kalau akan membuat kita stres dan sakit hati,” imbuh Ruwinah.

Baca Juga: Grand Mercure Malang Mirama X Yayasan Ananda Mutiara Indonesia Gelar Khitan Ceria Anak Berkebutuhan Khusus

Ruwinah yang mendapatkan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) di bidang Social Science and Education, Universiti Teknologi Malaysia (UTM) itu menceritakan dedikasinya dalam bekerja. Begitu menikmati pekerjaannya yang berbagi kisah dengan pasien yang memiliki anak berkebutuhan khusus dan selalu memberikan pertolongan bagi mereka yang tengah mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi.

Membuat Ruwinah terkadang suka lupa waktu dan merasa ikhlas menjalani pekerjaannya saat ini. Ia juga tidak merasa mendapatkan tekanan dari rutinitas pekerjaan tersebut karena meyakini bahwa dirinya bisa mengendalikan setiap masalah termasuk tekanan dan rasa bosan terhadap pekerjaan.

“Saya bekerja di private hospital, Malaysia. Soal pekerjaan di Malaysia sama seperti di Jepang, kami sistem kerjanya sama. Kadang-kadang bekerja dari pagi sampai malam setiap hari. Saya bekerja seperti itu selama dua tahun,” ungkapnya.

“Selama dua tahun saya bekerja dari 8 pagi sampai 10 malam dan itu saya tidak ada libur, hari minggu saya bekerja dan hari libur saya juga tetap bekerja,” lanjut Ruwinah.

Saking melihat rutinitas Ruwinah yang begitu menikmati rutinitas pekerjaan. Orang-orang disekitarnya sempat menyarankan untuk mengambil cuti dan berhenti sejenak dari pekerjaan mengedukasi pasien dengan anak berkebutuhan khusus.

Tetapi ia menolaknya, karena Ruwinah merasa bekerja adalah panggilan hati dan begitu menikmatinya.

“Orang-orang di sekeliling saya bilang dokter ini tidak ada kehidupan (seimbang), dokter ini hidupnya suram sekali, dokter ini hidupnya tidak punya perasaan, dokter tidak happy. Tetapi untuk sampai saat ini, alhamdulillah saya sudah tau apa yang akan saya lalui karena menyukai pekerjaan saya ini. Bagi saya tidak apa-apa dan tidak pernah menampakkan (pekerjaan) itu sebagai suatu tekanan kepada saya,” tuturnya.

Bagi Ruwinah orang lain tidak bisa memberi tekanan yang bisa membuat stress tetapi semua tergantung dari penerimaan diri dalam menghadapi setiap tekanan dan masalah.

“Orang lain tidak bisa memberi tekanan yang bisa membuat kita stres. Tetapi semua tergantung kita sendiri dalam menerimanya. Karena dalam hidup ini tidak ada satupun manusia yang tidak stress,” terang Ruwinah.

Di tengah kesibukannya dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Ruwinah jua aktif melakukan kolaborasi riset dan juga publikasi karya ilmiah seputar penanganan anak berkebutuhan khusus. Tidak hanya berkolaborasi riset dengan perguruan tinggi di Malaysia, Ruwinah juga melakukan join riset dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Jakarta.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra
editor: jatmiko

Tags: anak berkebutuhan khususClinical Director Penawar Special Learning CentreRuwinah Abdul KarimTugu Inspirasi Talkstugu media group

Related Posts

Jejak Sufistik Surya dan Sjenny
Insight

Jejak Sufistik Surya dan Sjenny

Jumat, 16 Okt 2026
Herlambang Hashemi yang membuat film anak malang tembus ke panggung internasional. Foto/M Sholeh
Insight

Film Anak Malang Tembus Panggung Internasional

Kamis, 15 Okt 2026
KH Abdullah Amiin. Foto: dok. keluarga
Insight

KH Abdullah Amiin, Perintis Pendidikan Islam dan Penggerak NU di Urek-Urek Gondanglegi

Rabu, 14 Okt 2026
Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari
Insight

Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Selasa, 13 Okt 2026
Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”
Insight

Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”

Jumat, 9 Okt 2026
Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia
Insight

Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia

Kamis, 8 Okt 2026
Next Post
Sanusi-Lathifah

Abah Kholiq Legowo Jika Sanusi-Lathifah Shohib Dapat Rekom dari DPP PKB

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.