Malang, Tugumalang.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa salah satu ciri utama musim kemarau adalah curah hujan yang rendah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi ketersediaan air bagi berbagai jenis tanaman.
Meski demikian, sejumlah tanaman diketahui dapat dibudidayakan di pekarangan rumah, baik menggunakan pot, polybag, maupun lahan terbatas. Beberapa di antaranya merupakan tanaman konsumsi dan tanaman herbal yang umum dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kemampuan tanaman untuk bertahan pada musim kemarau dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari sistem perakaran, kebutuhan air, hingga kemampuannya beradaptasi terhadap suhu yang lebih tinggi.
Tujuh Tanaman Pekarangan
1. Cabai
Cabai menjadi salah satu tanaman yang banyak ditanam di pekarangan rumah karena dapat dibudidayakan menggunakan pot maupun polybag. Berdasarkan panduan budidaya dari University of Minnesota Extension, tanaman cabai tumbuh baik di lokasi yang memperoleh sinar matahari cukup serta memiliki media tanam dengan drainase yang baik.
Selain itu, cabai memerlukan kelembapan tanah yang konsisten, tetapi tidak menyukai kondisi tanah yang terlalu basah. Karena itu, pengaturan penyiraman menjadi salah satu faktor penting dalam budidaya cabai selama musim kemarau.
Baca juga: 5 Tanaman Pengusir Nyamuk Alami yang Mudah Ditanam di Rumah
2. Terong
Terong termasuk tanaman hortikultura yang menyukai suhu hangat dan paparan sinar matahari penuh. Tanaman ini dapat dibudidayakan dalam pot berukuran besar maupun langsung di lahan pekarangan.
Sebagai anggota famili Solanaceae yang sama dengan cabai dan tomat, terong membutuhkan media tanam yang gembur serta memiliki sistem drainase yang baik. Kondisi cuaca cerah pada musim kemarau umumnya mendukung proses pertumbuhan vegetatif dan pembentukan buah selama kebutuhan air tanaman tetap tercukupi.
3. Tomat
Tomat merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di lingkungan rumah karena dapat ditanam pada lahan terbatas maupun menggunakan wadah tanam. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung selama beberapa jam setiap hari untuk mendukung pertumbuhan dan pembentukan buah.
Cuaca yang relatif cerah selama musim kemarau dapat membantu tanaman memperoleh cahaya matahari yang cukup. Namun, tomat tetap memerlukan penyiraman secara teratur karena kekurangan air dalam waktu lama dapat memengaruhi perkembangan tanaman dan hasil panen.
4. Kelor
Kelor (Moringa oleifera) dikenal sebagai tanaman yang mampu tumbuh pada berbagai kondisi lingkungan, termasuk wilayah dengan curah hujan rendah. Publikasi dari Crop Trust menjelaskan bahwa kelor tergolong tanaman yang tahan terhadap kekeringan (drought-resistant) dan dapat tumbuh di daerah tropis maupun semi-kering dengan kebutuhan air yang relatif rendah.
Lembaga tersebut juga menjelaskan bahwa kelor memiliki sistem perakaran yang dalam sehingga mampu memanfaatkan air dari lapisan tanah yang lebih rendah. Selain dimanfaatkan sebagai tanaman pekarangan, daun kelor banyak digunakan sebagai bahan pangan karena mengandung berbagai vitamin dan mineral.
5. Lidah Buaya
Lidah buaya (Aloe vera) termasuk kelompok tanaman sukulen yang memiliki kemampuan menyimpan air di dalam jaringan daunnya. Karakteristik ini membuat tanaman tersebut relatif tahan terhadap kondisi kering dibandingkan banyak tanaman lainnya.
Southern Living menjelaskan bahwa lidah buaya lebih menyukai media tanam yang cepat mengalirkan air dan tidak memerlukan penyiraman terlalu sering. Kemampuan menyimpan cadangan air pada daunnya memungkinkan tanaman tetap bertahan meskipun tidak disiram setiap hari.
Selain menjadi tanaman hias, lidah buaya juga dimanfaatkan dalam berbagai produk pangan dan perawatan tubuh.
6. Serai
Serai merupakan tanaman rempah yang umum ditemukan di pekarangan rumah masyarakat Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh pada iklim tropis dengan paparan sinar matahari yang cukup sepanjang hari.
Setelah tumbuh dan membentuk rumpun yang kuat, serai relatif mampu bertahan pada periode cuaca panas. Sistem perakarannya yang berkembang membantu tanaman menyerap air dari dalam tanah sehingga tetap dapat tumbuh selama musim kemarau dengan penyiraman yang cukup.
Batang dan daun serai banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan maupun bahan minuman herbal.
7. Daun Mint
Daun mint menjadi salah satu tanaman herbal yang cukup populer untuk ditanam di rumah. Tanaman ini dapat tumbuh dalam pot sehingga cocok bagi masyarakat yang memiliki lahan terbatas.
Mint memerlukan media tanam yang lembap, tetapi tidak tergenang air. Dengan penyiraman yang teratur dan paparan sinar matahari yang cukup, tanaman ini dapat tumbuh produktif serta menghasilkan daun yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan minuman, makanan, maupun tanaman aromatik di pekarangan rumah.
Cabai, terong, tomat, kelor, lidah buaya, serai, dan mint memiliki karakteristik pertumbuhan yang berbeda. Kebutuhan sinar matahari, air, dan media tanam masing-masing tanaman menjadi faktor yang memengaruhi proses budidayanya selama musim kemarau.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
redaktur: jatmiko


















