Tugumalang.id – Walaupun letak Indonesia tepat berada di atas garis katulistiwa yang menjadikan Negara Maritim ini beriklim tropis (normal), namun ternyata Indonesia juga memiliki beberapa provinsi yang terbilang cukup dingin.
Anda yang ingin atau akan berkunjung ke beberapa daerah ini dan tidak tahan dengan rasa dinginnya, harus siap-siap membawa pakaian hangat. Anda yang tidak betah panas, suka dengan udara yang sujuk, juga bisa menjadikan beberapa daerah dingin ini sebagai tempat tujuan untuk berwisata.
Lalu provinsi mana sajakah yang dikatakan sebagai daerah terdingin di Indonesia? Berikut 7 provinsi terdingin di Indonesia.
Baca Juga: 10 Kecamatan Penghasil Tebu Terbesar di Kabupaten Malang, Kecamatanmu Termasuk?
1. Provinsi Jawa Timur
Provinsi Jawa Timur dinobatkan sebagai daerah terdingin pertama di Indonesia. Daerah yang dikenal sebagai pusat industri ini memiliki suhu rata-rata hingga mencapai 24,99 derajat celcius.
Ini erat kaitannya dengan daerah-daerah dataran tinggi di Jatim, misalnya saja Kota Batu dan Kota Malang. Suhu terendah di Jawa Timur bisa hingga 14,6 derajat celcius. Wah dingin banget gak tuh?
2. Jawa Barat
Jawa Barat masuk dalam urutan kedua, wilayah ini memiliki suhu rata-rata 26,14 derajat celcius.
Hal ini disebabkan karena wilayahnya yang dikelilingi oleh pegunungan, di antara bagian wilayah terdingin di Jawa Barat adalah Garut, Sukabumi, Bandung Barat dan Bogor. Suhu di Bandung dan Bogor bisa mencapai 24 derajat celcius.
Baca Juga: 13 Kecamatan Terluas di Kabupaten Malang, Sumbermanjing Pemenangnya
3. Sumatra Barat
Ingin berlibur ke Sumatra Barat? Jangan lupa bawa jaket yah, karena Sumatra Barat memiliki suhu rata-rata 27,08 derajat celcius. Tapi ada beberapa wilayah yang dingin di kawasan itu, seperti Solok dan Sawahlunto. Suhu di Sawahlunto bisa mencapai 24 derajat celcius. Lumayan dingin bukan?
4. Kalimantan Tengah
Daerah selanjutnya adalah Bumi Tambun Bungai. Selain dikenal dengan daerah yang memiliki pantai surga, Kalimantan Barat juga memiliki suhu yang lumayan dingin. Suhu rata-rata di sana tidak jauh berbeda dengan Sumatra Barat, yaitu 27,13 derajat celcius.
5. Jambi
Bumi Melayu Jambi menempati urutan kelima. Daerah yang disebut sebagai pemilik kompleks percandian Hindu-Buddha terluas se Asia Tenggara ini memiliki suhu rata-rata mencapai 27,15 derajat celcius.
6. Sulawesi Tengah
Provinsi yang sudah berdiri sejak tahun 1964 ini, juga masuk dalam 10 besar provinsi terdingin di Indonesia, karena memang posisinya dikelilingi oleh pegunungan. Tidak jauh berbeda dengan Jambi, suhu di Sulawesi Tengah yaitu 27,19 derajat celcius.
7. Maluku Utara
Suhu rata-rata di Moloki Kie Raha bisa mencapai 27,31 derajat celcius. Maluku Utara juga dikelilingi oleh banyak pegunungan, wajar bila daerah ini masuk dalam wilayah Indonesia yang terdingin.
Penulis: Vina Lailatul Maskuro/Magang
Editor: Herlianto. A

![[12.05, 13/6/2026] Aisyah Nawangsari Putri: BRI Fellowship Perkuat Nilai Pemegang Saham, BRI Buyback Saham Senilai Rp500 Miliar MALANG, Tugumalang.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) fluktuatif senilai Rp500 miliar. Buyback fluktuatif dilakukan dalam periode 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Di samping itu, buyback ini menjadi cermin keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental kinerja perseroan serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang tetap solid. “Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau belum sepenuhnya merefleksikan kinerja dan potensi bisnis perseroan,” ujar Corporate Secretary BRI, Dhanny, belum lama ini. Ia menjelaskan, pelaksanaan buyback fluktuatif ini mengacu pada Peraturak Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan. Langkah ini juga mengacu pada Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026 mengenai kebijakan pelaksanaan pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Sementara pendanaan buyback fluktuatif berpedoman pada POJK 13/2023 dan POJK 29/2023. Buyback fluktuatif akan dilaksanakan pada harga yang dinilai wajar, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan yang berlaku. Buyback yang dilakukan BRI juga telah mempertimbangkan kondisi pasar yang masih dipengaruhi berbagai tantangan global. Beberapa tantangan yang dihadapi di antaranya adalah ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, hingga arus keluar modal dari pasar negara berkembang. “Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap pasar keuangan, termasuk pasar modal Indonesia,” kata Dhanny. Ia menambahkan, BRI telah mempertimbangkan dengan cermat kondisi likuiditas dan posisi keuangan saat ini. Pelaksanaan buyback fluktuatif tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun opersional perusahaan. Setelah dilakukan buyback, proforma indikator keuangan BRI (konsolidasi) per 31 Maret 2026, tercatat rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap berada pada level yang kuat sebesar 22,86%, sementara Return on Equity (ROE) tercatat 18,37%. Hal tersebut mencerminkan bahwa perseroan tetap memiliki kapasitas permodalan yang kuat guna mendukung ekspansi usaha dan mitigasi risiko pengelolaan bisnis bank. Di sisi lain, saham hasil buyback fluktuatif nantinya akan dialihkan melalui program kepemilikan saham Pekerja dan/atau Direksi dan Dewan Komisaris yang dapat dilakukan pengalihan setelah mendapatkan persetujuan RUPS. “Sebagai bagian dari Danantara, BRI akan terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan. Di sisi lain, implementasi kebijakan ini tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance,” pungkas Dhanny. Reporter: Aisyah Nawangsari Putri Deskripsi: BRI buyback saham senilai Rp500 miliar untuk perkuat nilai pemegang saham Keywords: BRI, BBRI, Buyback Saham, Kinerja Fundamental [12.05, 13/6/2026] Aisyah Nawangsari Putri: Gedung BRI. Foto: dok. BRI](https://tugumalang.id/wp-content/uploads/2026/06/c3b70612-5169-4eb9-a2d2-e4ee763ec642-350x250.jpg)
















