Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

6 Penyebab Kebiasaan Menggertakkan Gigi

Redaksi by Redaksi
September 30, 2021 8:10 am
in Tips
Ilustrasi orang yang sedang menggertakkan gigi (burxism/tugu malang

Ilustrasi orang yang sedang menggertakkan gigi (bruxism). (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pernah mendengar bunyi gigi atas dan bawah saling bergesekan? Itulah yang disebut bruxism atau kebiasaan menggertakkan gigi. Kebiasaan ini terjadi karena gigi rahang bawah dan atas bergesekan dengan kuat sehingga terdengar bunyi yang keras.

Kejadian ini terkadang dialami tanpa sadar oleh pelakunya. Bisa saja pada siang atau malam hari ketika tidur (sleep bruxomania). Kebiasaan ini mengganggu Anda, juga orang lain.

READ ALSO

Teknik Simple Product Photography dengan Cahaya Alami untuk UMKM Rumahan

4 Orang Meninggal saat Glamping di Posong, Ini Bahaya Gas Portable di Ruang Tertutup

Dampak yang dihasilkan dari bruxism tidak main-main. Dikutip dari halodoc, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan gangguan seperti gigi patah, longgar, gangguan pada rahang, sakit kepala, dan lain-lain.

Orang-orang biasanya tidak menyadari bahaya bruxism hingga merasakan dampaknya yang besar. Penting sekali untuk mengetahui penyebabnya. Berikut ini 6 penyebab kebiasaan menggertakkan gigi.

1. Warisan secara Genetik

Bruxism berpotensi dialami oleh orang yang memiliki garis keturunan yang punya kebiasaan tersebut.  Kebiasaan itu rupanya bisa diwariskan. Misalnya, seorang anak yang bruxism bisa jadi mengikuti gen orang tuanya yang juga demikian.

2. Merasa Cemas atau Marah

Menggertakkan gigi bisa disebabkan oleh gangguan psikologis. Ketika seseorang cemas, marah, stres atau mengalami tekanan, maka kadang tanpa sadar menggertakkan gigi. Kebanyakan dokter mengatakan bahwa stres merupakan penyebab utama bruxism.

Dikutip dari hellosehat.com,  kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur menjadi pertanda anak mengalami bullying. Sebuah penelitian mengamati remaja usia 13-15 tahun yang terkena bullying lebih berpotensi mengalami bruxism dibanding yang tidak mengalaminya.

Pada orang dewasa, bruxism dialami karena permasalahan yang membuatnya cemas dan tertekan.  Dalam kegiatan sehari-hari mungkin ada hal yang memicu emosi menjadi tidak stabil, cemas, marah, stres, hingga otot menjadi tegang. Ketegangan otot rahang itulah yang menyebabkan gigi saling beradu.

3. Gangguan Tidur

Orang yang memiliki gangguan tidur seperti sleep apnea atau sleep paralysis (ketindihan) juga bisa menjadi penyebab seseorang mengalami bruxism.  Sleep apnea sendiri adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan berhenti sesaat. Sedangkan sleep paralysis adalah gangguan tidur yang sering disebut dengan ketindihan. Di mana seseorang tidak mampu bergerak dan berbicara saat terbangun dari tidur atau ketika hendak tidur.

4. Pengaruh Kepribadian

Orang-orang yang memiliki ciri kepribadian yang agresif, kompetitif dan hiperaktif rentan mengalami bruxism. Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, kebiasaan itu berhubungan dengan emosi seseorang.

Orang-orang yang memiliki kepribadian ini biasanya kuat dan tidak ingin kalah. Ini bisa memicu kecemasan jika yang diinginkan tidak sesuai ekspektasi.

5. Gaya Hidup yang Tidak Sehat

Gaya hidup juga dapat memengaruhi kebiasaan bruxism. Orang yang memiliki gaya hidup tidak sehat seperti merokok, narkoba,  dan mengonsumsi minuman berakohol dapat mengalami kebiasaan tersebut.

6. Menderita Penyakit Tertentu

Bruxism bisa disebabkan karena penyakit asam lambung, epilepsi, parkinson, dan demensia. Ini terjadi karena penyakit tersebut berhubungan dengan kondisi emosional dan fungsi otak seseorang.

Seperti asam lambung yang berhubungan dengan kecemasan yang berlebihan, epilepsi yang bisa diakibatkan oleh trauma, parkinson yang menyebabkan tingkat dopamine (hormon pengendali emosi) menurun, dan demensia yang ditandai penurunan fungsi otak.

Penulis : Millenia Safitri

Editor : Herlianto. A

Tags: BruxismMenggertakkan GigiPenyebab Menggertakkan Gigi

Related Posts

Teknik Fotografi Cahaya Alami untuk Bantu Pemasaran Produk UMKM (Foto: Pinterest)
Tips

Teknik Simple Product Photography dengan Cahaya Alami untuk UMKM Rumahan

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Bahaya Gas Portable Dalam Ruang Tertutup (Foto: Pexels)
Tips

4 Orang Meninggal saat Glamping di Posong, Ini Bahaya Gas Portable di Ruang Tertutup

Senin, 1 Jun 2026
Ilustrasi Pentingnya NIB untuk Mendukung Aktivitas Bisnis UMKM (Foto: Pinterest)
Tips

Kenapa NIB Penting untuk UMKM di Indonesia? Ini Penjelasan dan Cara Daftarnya

Sabtu, 30 Mei 2026
Panci Listrik Samono SW-DG01P. (Foto: Shopee/ Ufo Electronika & Furniture Official Shop)
Tips

5 Panci Listrik yang Cocok untuk Anak Kos

Jumat, 29 Mei 2026
Fotokopi Vian 24 Jam cabang UIN. (Foto: Intagram/ @fotocopyvian24jam)
Tips

5 Tempat Fotokopi di Malang untuk Mahasiswa Baru, Cocok untuk Print Tugas hingga Kebutuhan Ospek

Jumat, 29 Mei 2026
Mesin kopi rumahan
Tips

Mesin Kopi Rumahan untuk Pemula, Ini Pilihan yang Hemat Listrik dan Praktis

Kamis, 28 Mei 2026
Next Post
Ilustrasi orang bermain gadget./tugu malang

4 Aplikasi Ini Mempermudah Pekerjaan Anda

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.