Tugumalang.id – Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut untuk memiliki strategi yang tepat agar dapat bertahan.
Kondisi ini tidak terlepas dari jumlah UMKM di Indonesia yang terus meningkat. Kementerian UMKM memperkirakan jumlah UMKM di Indonesia saat ini mencapai 66 juta unit usaha.
Salah satu tantangan yang kerap dihadapi adalah produk yang mulai ditiru oleh kompetitor. Meski kerap dianggap sebagai ancaman, kondisi ini justru dapat menjadi indikator bahwa produk tersebut memiliki potensi pasar yang besar dan diminati konsumen.
Baca Juga: Kredit UMKM BRI Tembus Rp1.211 Triliun di Triwulan I 2026
Melalui kanal YouTube miliknya, Grego Julius, seorang pengusaha asal Klaten yang sukses di bidang perdagangan dan manufaktur menyampaikan strategi agar UMKM dapat bertahan hingga naik kelas di tengah persaingan dan tidak terjebak dalam perang harga.
1. Jangan Terjebak dengan Harga Murah
UMKM yang mampu bertahan bukanlah yang menawarkan harga paling murah, melainkan yang memiliki margin keuntungan paling stabil. Persaingan harga yang terlalu ketat justru dapat membuka peluang bagi kompetitor lain untuk menawarkan harga lebih rendah, sehingga bisnis berisiko kewalahan.
Ia menekankan bahwa margin merupakan “napas” dalam usaha. Margin yang sehat memungkinkan pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas produk, mulai dari perbaikan, inovasi, hingga meningkatkan layanan kepada pelanggan.
2. Jaga Hubungan dan Loyalitas dengan Pelanggan
Membangun komunikasi dan hubungan dengan pelanggan menjadi kunci penting yang sulit ditiru oleh kompetitor. Meski rasa dan bentuk produk dapat dengan mudah disalin, hubungan emosional serta loyalitas pelanggan merupakan hal yang lebih sulit untuk direplikasi.
Baca Juga: Harga Plastik Meroket, UMKM Kuliner Disarankan Terapkan Strategi Diskon Ramah Lingkungan
Pelanggan yang merasa dihargai dan diperhatikan cenderung akan tetap setia, dan tidak terlalu mempermasalahkan perbedaan harga.
3. Perkuat Value Proposition (Nilai Utama) dari Produk atau Bisnis
Alasan kuat mengapa pelanggan lebih memilih suatu produk dibanding kompetitor terletak pada nilai utama yang ditawarkan oleh produk tersebut.
Hal ini mencakup pengalaman yang dirasakan pelanggan, seperti kenyamanan dalam penggunaan, rasa aman, kualitas yang terjamin, hingga layanan tambahan yang diberikan oleh pelaku usaha.
Dengan nilai yang jelas, pelanggan akan memiliki alasan yang lebih kuat untuk memilih suatu produk dibandingkan dengan produk lain di pasaran, karena mereka tidak hanya membeli barang, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan kepastian nilai dari produk tersebut.
4. Semangat Mengembangkan Inovasi Baru
Grego menekankan pentingnya inovasi bagi produk suatu bisnis secara berkelanjutan. Jangan cepat merasa puas ketika produk mulai laku di pasaran.
Lakukan inovasi secara berkala, misalnya dengan menghadirkan varian baru, memperbaiki tampilan produk, atau melakukan kolaborasi yang tetap disesuaikan dengan target pasar.
5. Buat Diferensiasi atau Pembeda
Diferensiasi menjadi faktor yang tidak kalah penting. Setiap UMKM perlu memiliki ciri khas yang membuat pelanggan mengetahui alasan mengapa mereka lebih memilih dan kembali menggunakan produk tersebut.
Pembeda tidak selalu berasal dari harga, melainkan bisa berupa kualitas yang konsisten, pelayanan yang hangat, hingga cerita di balik produk yang ditawarkan sehingga membuat pelanggan percaya.
Dengan terus meningkatkan nilai produk, karakter usaha, serta komitmen dalam menjaga kualitas, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk bertahan di tengah persaingan. Strategi tersebut dinilai mampu membuat pelanggan tetap kembali, meskipun banyak pilihan serupa di pasaran.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
Editor: Herlianto. A



















