Malang, Tugumalang.id – Bulu ketiak menjadi salah satu hal yang kerap diperhatikan banyak wanita karena berkaitan dengan rasa percaya diri, terutama saat mengenakan pakaian tanpa lengan. Karena itu, perawatan area ketiak sering menjadi rutinitas untuk menjaga penampilan tetap nyaman dan bersih.
Selain menunjang kepercayaan diri, menghilangkan bulu ketiak juga kerap dilakukan untuk membantu menjaga kebersihan area kulit serta mengurangi bau badan. Namun, masih banyak yang bingung memilih metode paling tepat dan nyaman sesuai kondisi kulit masing-masing.
Lima Cara Menghilangkan Bulu Ketiak
1. Mencukur Bulu Ketiak
Mencukur menjadi cara paling umum dan praktis yang banyak dipilih. Metode ini mudah dilakukan di rumah dan tidak membutuhkan banyak alat.
Bagi pemula, penggunaan pisau cukur perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak melukai kulit. Sebelum mencukur, basahi area ketiak terlebih dahulu lalu gunakan krim cukur agar prosesnya lebih nyaman.
Pastikan arah cukur mengikuti pertumbuhan rambut untuk membantu mengurangi risiko iritasi. Meski praktis, hasil mencukur biasanya hanya bertahan sekitar 3-4 hari sebelum rambut tumbuh kembali.
2. Menggunakan Krim Perontok Bulu
Cara berikutnya adalah memakai krim perontok bulu. Metode ini cukup diminati karena tidak menimbulkan rasa sakit seperti mencukur atau mencabut.
Krim bekerja dengan memecah keratin pada rambut sehingga bulu mudah terangkat saat dibersihkan. Namun, produk tidak boleh didiamkan melebihi waktu penggunaan yang dianjurkan karena dapat memicu ruam atau iritasi.
Bagi pemilik kulit sensitif, sebaiknya lakukan uji coba pada area kecil terlebih dahulu untuk melihat reaksi kulit. Jika muncul tanda alergi, segera hentikan pemakaian dan bersihkan area tersebut.
Baca juga: Tips Mengatasi Bosan saat Belajar Ala Jerome Polin
3. Mencabut dengan Pinset
Mencabut bulu ketiak menggunakan pinset termasuk metode tradisional yang masih digunakan hingga kini. Cara ini memang membutuhkan ketelatenan karena rambut dicabut satu per satu.
Keunggulannya, hasil bisa bertahan lebih lama, yakni sekitar 3-8 minggu tergantung pertumbuhan rambut. Namun, proses ini dapat menimbulkan rasa sakit dan tetap berisiko menyebabkan iritasi.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, gunakan pinset yang bersih dan steril. Pastikan area ketiak juga dalam kondisi bersih sebelum mulai mencabut.
4. Waxing
Waxing menjadi pilihan bagi yang menginginkan hasil lebih cepat dan tahan lama. Jika pinset mencabut satu per satu, waxing mampu mengangkat banyak rambut sekaligus dalam satu tarikan.
Perawatan ini umumnya dilakukan setiap 3-6 minggu, tergantung kecepatan pertumbuhan rambut masing-masing orang. Sebaiknya panjang bulu tidak berlebihan agar proses pencabutan lebih nyaman.
Saat menggunakan wax, oleskan mengikuti arah tumbuh rambut, lalu tarik berlawanan arah. Setelahnya, gunakan produk after wax untuk membantu menenangkan kulit dan mengurangi risiko iritasi.
Baca juga: Balik ke Rutinitas Setelah Lebaran Tanpa Mager, Ini Tipsnya
5. Laser atau IPL
Metode laser atau IPL dinilai sebagai salah satu cara paling efektif untuk mengurangi pertumbuhan bulu ketiak dalam jangka panjang. Hasilnya lebih bersih dan dapat bertahan hingga beberapa bulan.
Meski demikian, prosedur ini sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional atau sesuai arahan dokter. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko iritasi maupun perubahan warna kulit.
Pilih Metode Sesuai Kondisi Kulit
Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena itu, penting memilih cara menghilangkan bulu ketiak yang sesuai dengan kondisi kulit, tingkat kenyamanan, serta kebutuhan pribadi.
Jika muncul tanda iritasi setelah perawatan, segera hentikan penggunaan produk atau metode tersebut dan lakukan penanganan yang tepat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Isyatur Rodhiyah/Magang
redaktur: jatmiko


















