Tugumalang.id – Atlet balap dari ISSI Kota Batu, Jawa Timur, menahbiskan kejayaannya di ajang bergengsi Indonesia Downhill di Ternadi Bike Park, Kudus. Total 4 atlet pebalap downhill asal Kota Apel memboyong medali dari berbagai kelas yang dipertandingkan.
Seperti rider muda Pandu Satrio Perkasa misalnya yang semakin moncer. Usai beberapa kali menjuarai berbagai event, dalam event yang diikuti pembalap seantero nusantara ini, siswa SMAN 2 Kota Batu ini meraih juara kelas Men Youth.
Kesuksesan yang sama diraih oleh seniornya, Ficco Nurdiansyah, yang meraih peringkat ketiga di kelas Men Junior.
Lalu, Fajar Abdul Rahman yang beberapa waktu lalu juga menyabet peringkat atas pada gelaran kejuaraan di Lumajang, juga meraih peringkat lima.
Di tempat yang sama, Andien Ramadhani, pembalap wanita dari Kota Batu ini meraih peringkat ketiga di kelas Women Open.
Bukan hanya eventnya yang bergengsi, lokasi gelaran Indonesia Downhill ini dikenal memiliki jalur ekstrem yang belum pernah dilalui sebagian besar pembalap ISSI Kota Batu ini. Lintasan yang berada di kaki Gunung Muria ini memiliki panjang trek mencapai 2,3 kilometer dengan lebar trek 1,5 meter.
Jalur ini memiliki obstacle paling ekstrem dibanding jalur lain, baik dari ketinggian maupun dari segi lintasan. Trek ini berada di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut (dpl) pada titik start dan 600 meter dpl pada garis finish.
Salah satu obstacle section yang paling ganas adalah rock garden yang berada di akhir lintasan. Lintasan ini sangat menguji para rider, baik dari sisi adrenalin maupun dari sisi stamina serta pemilihan strategi.
“Alhamdulillah berjalan lancar, meskipun lintasannya panjang sekali, high speed. Saya belum pernah mencoba trek ini sebelumnya, seluruh jalurnya ekstrem dan harus kencang laju sepedanya,” ujar Pandu Satrio, Selasa (13/12/2022).
Pelatih ISSI Kota Batu, Hildan Afos Katana, memberikan apresiasi luar biasa kepada para pembalap Kota Batu. Ia melihat dari beberapa kali kejuaraan terakhir, mereka menunjukkan performance yang terus meningkat.
“Pandu tahun ini memang menunjukan prestasi yang luar biasa. Setiap event tidak lepas dari 3 besar saya sangat bangga atas pencapaian ini. Harapan saya di tahun 2023 pandu tetap bisa mempertahankan prestasinya,” ujar Afos.
Ia juga memuji mental Ficco yang dalam laga ini berada di peringkat 3. Menurutnya, Ficco sempat mengalami kendala ban bocor pada 500 meter sebelum finish. Namun dengan kemampuan skillnya, Ficco bisa mengendalikan laju sepedanya hingga tetap berada di ranking 3.
“Saya salut dengan perjuangan ficco meskipun ada kendala dia masih bisa masuk di top 3. Beban berat di tahun 2023 karena dia harus naik kelas Men Elite. Pastinya latihan harus dipush lagi untuk menjaga prestasinya,” ujar Afos.
Perfomance terbaik juga ditunjukkan oleh Andien yang meraih peringkat 3. Ia memuji di tengah padatnya jadwal sekolah, Andien yang beberapa bulan lalu mengalami patah tulang tangan ini bisa membagi waktu latihan.
“Kemarin di final run terkendala jam latihan. Sebelum final Andien tidak bisa melakukan latihan. otomatis kondisi badan dia belum siap untuk turun track,” ujarnya.
Afos juga melihat perjuangan keras dari Fajar Abdulrahman. Ia melihat dari waktu ke waktu, Fajar prestasinya terus meningkat. “Saya lihat dari awal tahun ini dia juga bisa menyangi kakak-kakaknya di kelas men Youth. Di tahun 2023 saya sangat yakin Fajar bisa bertengger di 3 besar,” ujarnya.
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A