MALANG, Tugumalang.id – Dalam upaya mendukung pengembangan kemampuan berpikir kreatif siswa, tim peneliti dari Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan bahan ajar berbasis permainan tradisional yang inovatif.
Tim ini dipimpin oleh Dr. Lathiful Anwar, bersama Dr. Cholis Sa’dijah, dan mahasiswa bimbingannya, Dina Puji Lestari. Mereka berkolaborasi dengan Dr. Suzielees Syrene Abdul Rahim dari Universiti Malaya untuk menciptakan bahan ajar yang memanfaatkan permainan Gobak Sodor sebagai konteks dalam pembelajaran geometri.
Bahan ajar ini menggunakan pendekatan berbasis masalah terbuka (open-ended problem) dalam konteks permainan tradisional untuk merangsang pemikiran kreatif siswa.
Baca Juga: Universitas Negeri Malang Berdayakan Desa Purworejo dengan Pembuatan Website
Melalui Gobak Sodor, siswa diajak untuk mengeksplorasi konsep-konsep geometri, seperti hubungan antar garis, perbandingan, dan kesebangunan, dengan cara yang fleksibel dan inovatif.

Pendekatan open-ended problem memungkinkan siswa untuk menemukan berbagai solusi dan strategi, sehingga memperkuat kemampuan berpikir kritis, fleksibilitas, dan orisinalitas mereka dalam menyelesaikan masalah matematika.
Dr. Suzielees dari Universiti Malaya juga hadir di Universitas Negeri Malang untuk berdiskusi dengan tim riset terkait strategi publikasi hasil penelitian ini dan potensi kolaborasi lanjutan pada tahun 2025.
Baca Juga: Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Jalin Kerja Sama Strategis dengan Unesa
“Dengan memanfaatkan permainan tradisional dan open-ended problem, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kreatifnya secara optimal, karena mereka ditantang untuk berpikir di luar pola-pola baku,” ujar Dr. Suzielees.
Penelitian ini mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan menciptakan pendidikan yang inklusif dan merata yang memanfaatkan kearifan lokal.
Konteks permainan tradisional memberikan relevansi budaya dalam pembelajaran, menjadikannya lebih menarik dan mudah diterima oleh siswa. Selain itu, penelitian ini sejalan dengan SDG 9: Inovasi, Infrastruktur, dan Industri, karena mendorong penerapan metode inovatif dalam pendidikan untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Dengan pendekatan yang menggabungkan konteks budaya lokal dan open-ended problem, bahan ajar ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran yang efektif di sekolah-sekolah.
Kolaborasi antara UM dan Universiti Malaya ini berpotensi untuk menciptakan bahan ajar yang tidak hanya mendukung prestasi akademis tetapi juga mengasah kreativitas siswa dalam memecahkan masalah, menjadikan mereka lebih siap menghadapi tantangan di era pendidikan modern.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : Feni Yusnia
Editor: Herlianto. A