MALANG, Tugumalang.id – Dalam rangka menghadapi tantangan pembelajaran di era digital yang menuntut guru untuk semakin kreatif dan inovatif merancang kegiatan pembelajaran di sekolah. Tim Dosen Universitas Negeri Malang (UM) menggelar program Asistensi Pembuatan Media Pembelajaran Micro Learning.
Kegiatan bertema Peningkatan Kapasitas Instruksional Guru Sekolah Dasar Laboratorium Melalui Asistensi Pembuatan Media Pembelajaran Micro Learning diselenggarakan di Sekolah Dasar (SD) Laboratorium UM Kota Blitar pada Sabtu (14/9/2024) lalu.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tersebut diketuai oleh Dosen Departemen Administrasi Pendidikan UM, Prof. Dr. Maisyaroh, M.Pd yang beranggotakan Dosen Fakultas Psikologi UM, Dr. Tutut Chusniyah, S.Psi, M.Si.
Baca Juga: Bikin Bangga!, Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Negeri Malang Sukses Raih Penghargaan di Ajang Internasional WINTEX 2024
Kemudian, Dosen Departemen Hukum Kewarganegaraan (HKN) Fakultas Ilmu Sosial UM, Dr. Sri Untari, M.Si, serta Dosen Departemen Administrasi Pendidikan, Indra Lesmana, S.Pd, M.Pd dan Dosen Departemen Teknologi Pendidikan, Yulias Prihatmoko, S.Pd, M.Pd.
Prof. Maisyaroh menjelaskan, diselenggarakannya kegiatan PKM di SD Laboratorium UM Kota Blitar bertujuan memberi kemudahan bagi guru-guru SD Laboratorium UM Kota Blitar untuk mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

Salah satunya dengan cara memecah tema dan menyampaikan materi yang mudah diterima siswa dengan memanfaatkan media micro learning berbasis teknologi digital.
“Keberadaan teknologi digital saat ini justru memberikan manfaat yang luar biasa terutama dalam menghemat pengeluaran guru dalam membuat media ajar. Karena segalanya sudah disediakan dalam bentuk online sehingga lebih praktis dan efektif dalam mendukung kegiatan pembelajaran,” tuturnya.
Baca Juga: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Gelar Workshop Bongkar Cara Efektif Memanfaatkan Kecerdasan Buatan
Micro learning adalah sebuah proses belajar melalui pemecahan topik pada modul ajar ke dalam bagian-bagian kecil secara terencana dan sistematis. Tujuan micro learning adalah memudahkan peserta didik memahami materi pada setiap sub bahasan.

Selain itu tujuan lainnya yakni menciptakan bahan ajar untuk mata pelajaran yang dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran mikro atau micro learning. Diwujudkan dalam bentuk media obyek pembelajaran mikro disesuaikan dengan Capaian Pembelajaran (CP).
Adapun keuntungan dari penerapan micro learning menurut Tim Dosen UM dalam sesi penyampaian materi adalah sumber daya digital yang melimpah, pembelajaran mandiri, penghematan biaya dan waktu, pengetahuan yang akurat dan dapat digunakan kembali, serta umpan balik dan diskusi.
Contoh dari micro learning antara lain potongan teks pendek, video, infografis, podcast, aplikasi seluler, gamification, kuis, kode QR yang terkait dengan informasi pembelajaran, serta virtual atau augmented reality.

Kepala Sekolah SD Laboratorium UM Kota Blitar, Endrik Mas Yulaidi, S.Pd, M.Pd mengapresiasi pelatihan yang diberikan oleh Tim Dosen UM.
Menurutnya, kegiatan Asistensi Pembuatan Media Pembelajaran Micro Learning membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa karena adanya sentuhan teknologi digital.
“Tentunya membentuk pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa saat ini karena memang perlu adanya sentuhan dari teknologi digital. Guru-guru juga senang karena terlibat langsung dalam merang media pembelajaran micro learning,” papar Endrik.
Sementara salah satu Guru SD Laboratorium UM Kota Blitar, Ruly merasa terbantu dengan adanya kegiatan PKM yang diselenggarakan Tim Dosen UM. Ia berharap kegiatan tersebut bisa dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Sangat menarik dalam membuat media-media pembelajaran bagi siswa dengan bantuan teknologi digital. Harapannya kegiatan PKM ini dapat dilakukan secara periodik terutama dalam membantu kami sebagai guru merancang model pembelajaran ke arah digitalisasi,” ucapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Helianto. A