Malang, Tugumalang.id-Wilayah Malang Raya, yang mencakup Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, memiliki sejumlah sungai yang berpotensi menimbulkan banjir, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Berikut adalah beberapa sungai dan kawasan yang perlu diwaspadai:
1.Sungai Amprong: Terletak di Kota Malang, Sungai Amprong sering meluap saat hujan deras, menyebabkan banjir di daerah sekitarnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang berencana memindahkan sistem peringatan dini banjir (EWS) ke lokasi yang lebih strategis di sekitar sungai ini untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini.
2.Sungai Brantas: Sebagai salah satu sungai utama yang melintasi Malang Raya, Sungai Brantas memiliki potensi banjir jika terjadi peningkatan debit air secara signifikan. Beberapa kawasan di sepanjang aliran sungai ini, seperti di Kecamatan Klojen dan Blimbing, termasuk dalam kategori waspada banjir.
3.Sungai Curah Krecek, Pusung Lading, Telaga Wangi, dan Jurang Susuh: Keempat sungai ini berada di Kota Batu dan dinilai rawan banjir bandang. Aktivis lingkungan dan relawan telah mengidentifikasi sungai-sungai tersebut sebagai titik rawan, terutama jika terjadi hujan lebat yang dapat menyebabkan penyumbatan aliran air oleh material seperti patahan kayu.
Baca juga: 111 Tahun Kota Malang: Kota Pendidikan yang Masih Diuji oleh Banjir
Kawasan Rawan Banjir di Kota Malang
Selain sungai-sungai tersebut, beberapa kawasan di Kota Malang juga dikenal rawan banjir saat hujan deras, antara lain:
•Jalan Soekarno Hatta: Sering mengalami genangan air yang menghambat arus lalu lintas.
•Kawasan Sawojajar: Tercatat mengalami banjir sebanyak 21 kali sepanjang tahun ini.
•Jalan Galunggung: Wilayah ini memiliki kontur tanah cekung yang menyebabkan air mudah menggenang.
•Jalan Veteran: Termasuk dalam prioritas penanganan banjir oleh pemerintah setempat.

Berikut adalah statistik kejadian banjir akibat luapan sungai di wilayah Malang Raya berdasarkan data dari berbagai sumber:
Kota Malang
•Desember 2024: Hujan deras menyebabkan luapan Sungai Amprong dan Sungai Brantas, mengakibatkan banjir di beberapa wilayah. Total 254 rumah terendam, dengan rincian:
•40 rumah di Kampung Warna Warni Jodipan
•7 rumah di Jalan Jodipan Wetan
•10 rumah di Perumahan Prima Ragil Permai 7
•37 rumah di Kelurahan Lesanpuro RT 05
•160 rumah di Kelurahan Madyopuro
•Januari 2025: BPBD Kota Malang mencatat puluhan titik tergenang banjir akibat hujan deras selama dua jam, dengan ketinggian air antara 15 hingga 60 sentimeter. Beberapa titik terdampak antara lain:
•Jalan Bareng Raya II G
•Jalan Ir Rais Gang II A
•Jalan Soekarno-Hatta
Kabupaten Malang
•November 2024: Hujan deras menyebabkan luapan sungai di Kecamatan Bantur, menggenangi sekitar 30 rumah warga dan kantor Kecamatan Bantur dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter.
•Desember 2024: BPBD Kabupaten Malang melaporkan 17 titik banjir, dengan 11 di antaranya termasuk kategori banjir besar dan 6 lainnya akibat luapan sungai.
Kota Batu
•Februari 2025: Banjir luapan Sungai Paron akibat hujan intensitas tinggi menyebabkan akses menuju Taman Rekreasi Selecta tertutup lumpur. Tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Data tersebut menunjukkan bahwa wilayah Malang Raya, yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, kerap mengalami banjir akibat luapan sungai, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari BPBD setempat guna mengurangi risiko dan dampak dari bencana banjir.
Baca juga: Jembatan Sumberoto Donomulyo Kabupaten Malang Ambrol Akibat Banjir
Upaya Mitigasi
Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) telah menetapkan empat kawasan prioritas penanganan banjir, yaitu Soekarno Hatta, Galunggung, Sulfat-Sawojajar, dan Veteran. Langkah-langkah yang diambil meliputi perbaikan sistem drainase dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat aliran air.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi banjir, terutama saat musim hujan. Partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melaporkan kondisi yang berpotensi menimbulkan banjir kepada pihak berwenang sangat diperlukan guna meminimalisir risiko dan dampak bencana.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Dari berbagai sumber, BPBD Malang
Reporter/redaktur: jatmiko