Soal Dentuman Keras di Malang, Begini Penjelasannya

  • Whatsapp

MALANG – Perihal peristiwa dentumam keras yang berhasil menggegerkan warga Malang. Tak sedikit dari masyarakat yang menduga disebabkan oleh aktivitas Gunung Semeru dan Gunung Raung yang meningkat ataupun gempa.

Mokhamad Aziz Wijaya, Operator Pusdalops BPBD Kota Malang menyatakan peristiwa dentuman itu tidak berhubungan dengan adanya peningkatan aktivitas dua gunung tersebut.

“Kami juga masih mebcari informasi sumber suara. Tidak benar jika dari gunung semeru. Kami sudah konfirmasi dari pos pantau sana, di Semeru nggak dengar dentuman. Kondisi Gunung Semeru sejauh ini terpantau masih berada di level 2 atau waspada,” katanya

Tak jauh berbeda, Aziz juga menjelaskan kendati aktivitas Gunung Raung meningkat, akan tetapi suara dentumannya tidak akan sampai ke Kota Malang.

“Di Raung kami sudah konfirmasi di pos pantaunya. Aktivitas gunung raung memang meningkat, tapi suara dentuman tidak sampai ke Kota Malang.

Karena erupsi gunung raung meletus pun hanya sampai di lereng suaranya, mungkin sekitar 30 km dari Gunung Raung. Sedangkan jarak Kota Malang ke Gunung Raung kan ratusan km, itu nggak mungkin terdenga,” sambungnya

Pun, lanjut Aziz, gemuruh letusan Gunung Raung sangat berbeda dengan dentuman semalam.

“Iya, itu pun beda suaranya kalau letusan hunung kan ada gemuruhnya. Kalo ini suaranya ‘dem’ kayak meriyam, mungkin ada sebagian gunung yang suaranya meletus seperti itu. Tapi ini frekuensi terus menerus,” tambah dia

Iapun mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak usah panik. Pihaknya mematikan akan terus memantau dan menelusuri asal muasal dentuman misterius itu.

“Masyarakat jangan panik berlebihan, harap tenang,. Karena sudah dikonfirmasi pos pantau yg diisukan gunung semeru dan raung ternyata nggak ada di sana,” pungkasnya

Baca Juga  Guru dan Jurnalis di Kota Malang Jalani Vaksinasi COVID-19 Tahap 2

Senada, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang, Mamuri mengatakan sejauh ini pihaknya masih belum bisa memastikan darimana sumber suara tersebut berasal.

“Sampai saat ini kami belum jelas kepastian sumber suara tersebut, masih kita analisis,” katanya Rabu (03/01/2021).

Iapun menambahkan, berdasarkan data sensor sismic di wilayah Malang, Tretes dan Gedangan dalam rentang waktu pukul 24.00 hingga 03.00 bahkan tidak menujukkan aktivitas kegempaan.

“Tidak ada (tanda-tanda gempa). Demikian pula dari data aktifitas sambaran petir juga tidak menunjukkan anomali peningkatan,” sambungnya

Sebelumnya, masyarakat Malang Raya mendengar dentuman keras pada tengah malam menjelang Rabu (03/01/2021) dini hari. Salah seorang warga Jalan Klayatan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, bernama Yusetyo menyebut suara tersebut makin terdengar keras mendekati pukul 02.00 WIB.

“Jam 02.00 makin terasa keras suaranya, makin intens jedanya 5 detik. Suaranya persis jedung….jedung,” tambahnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *