Sekolah Tetap Daring Meski PPKM Mikro Longgar

  • Whatsapp
Wali Kota Malang, Sutiaji.
Wali Kota Malang, Sutiaji. (Foto: Feni Yusnia).

MALANG – Kendati beberapa aturan dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro di Kota Malang mengalami kelonggaran, namun proses belajar mengajar masih harus dilakukan secara daring.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji, melalui akun Youtubenya, Sam Sutiaji.

Bacaan Lainnya

“Banyak yang tanya pada saya, pak, ini PPKM tiga sudah longgar, jam bukanya sampai jam 9 malam. Bioskop buka dengan pakai protokol kesehatan. Kalau sekolah gimana? Saya sampaikan kalau di aturan instruksi Mendagri (Inmendagri) itu sekolah tetap daring,” katanya.

Menurutnya, komitmen tersebut untuk mengoptimalkan penerapan PPKM di Kota Malang, sekaligus mencegah munculnya kluster-kluster baru di masyarakat.

“Sementara komitmen kita ke sekolah belum tatap muka, masih pakai daring. Jadi mohon kesabaran ibu dan bapak wali siswa untuk membimbing putra putrinya belajar di rumah,” sambungnya

Diketahui, aturan tersebut sudah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 6 Tahun 2021.

Selain aturan belajar mengajar yang masih dilakukan secara daring, didalamnya juga tertulis bahwa jam operasional resto atau cafe yakni pukul 07.00 – 22.00 dengan kuota untuk makan di tempat sebanyak 50 persen.

Sementara, Pedagang Kaki Lima (PKL) mendapatkan penambahan jam operasional dari pukul 07.00 – 24.00. Lalu, jam buka mall atau pusat perbelanjaan sampai pukul 21.00

Kemudian, kuota tempat kerja ditambah menjadi 50 persen Work From Office (WFO) dan 50 persen Work From Home (WFH). Tempat ibadah dibatasi 50 persen. Pun, kegiatan konstruksi dan sektor esensial kebutuhan pokok beroperasional 100 persen.

Baca Juga  Polres Malang Temukan Titik Terang Kasus Pembunuhan Pemilik Warung Karangkates

Tak hanya itu, dalam penerapan PPKM mikro ini peran RT maupun RW juga sangat ditekankan.

“Saya minta pak Lurah, pak Camat dan seluruh RT RW agar berkoordinasi. Pandemi ini tetep kita harus waspada karena makin hari makin mengganas, bukan lagi kita terapkan 3M tapi 6M,” imbuhnya.

6M tersebut, ialah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, memakai masker, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, dan menjaga imun atau daya tahan tubuh.

“Kalau kesadaran masyarakat sudah terbangun kesiplinannya, ekonomi dan aktivitas masyarakat akan dapat terus berjalan beriringan,” tandasnya.(ads)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *