MALANG, Tugumalang.id – Dua warga lanjut usia yang mengalami gangguan daya ingat atau pikun ditemukan tewas pada Rabu (17/6/2026). Seorang lansia ditemukan meninggal dunia di aliran sungai di Kecamatan Karangploso, sementara seorang lainnya ditemukan tewas di dalam sumur belakang rumahnya di Kecamatan Pakis.
Dari hasil pemeriksaan kepolisian, kedua kejadian tersebut dipastikan tidak mengandung unsur tindak pidana. Kedua korban diduga mengalami kecelakaan akibat gangguan ingatan.
Korban pertama adalah Naim (85), warga Dusun Baba’an, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso. Ia ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Lowok, Dusun Lowok, Desa Ngenep.
“Korban pertama kali ditemukan oleh anak-anak yang sedang memancing di sungai. Setelah mendapat laporan dari masyarakat, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal,” kata Kasihumas Polres Malang, AKP M Budiono, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Lansia di Kota Batu Meninggal Dunia Setelah Tertabrak Motor Saat Menyeberang Jalan
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui mengalami pikun akibat faktor usia. Korban telah meninggalkan rumah sejak dua hari sebelum ditemukan.
“Berdasarkan keterangan keluarga, korban memang sudah lanjut usia dan mengalami pikun. Korban diketahui meninggalkan rumah sejak dua hari lalu dan tidak diketahui keberadaannya,” ujar Budiono.
Saat melakukan pemeriksaan luar, tim medis menemukan luka pada bagian kepala di atas telinga kanan. Luka tersebut diduga akibat benturan dengan bebatuan di sekitar sungai. Polisi menduga korban terpeleset sebelum akhirnya meninggal dunia.
“Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan indikasi adanya unsur kekerasan atau peristiwa pidana,” jelas Budiono.
Di hari yang sama, peristiwa serupa juga terjadi di Dusun Genitri, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis. Miseri (80), seorang lansia yang mengalami pikun menahun, ditemukan meninggal dunia di dalam sumur belakang rumahnya.
Baca Juga: Lansia Perempuan Hilang 6 Hari, Ditemukan Tewas di Pinggir Sungai Ampelgading
Peristiwa itu bermula saat korban tidak ditemukan berada di rumah sejak pagi. Keluarga kemudian melakukan pencarian dan menemukan sandal korban di dekat sumur sehingga menimbulkan dugaan bahwa korban terjatuh ke dalamnya.
Warga kemudian melakukan pencarian menggunakan alat sederhana hingga menemukan tanda-tanda keberadaan korban di dasar sumur. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada perangkat desa dan kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Pakis bersama tim SAR dan relawan melakukan evakuasi. Proses berlangsung cukup lama karena kondisi sumur yang dalam dan memerlukan penanganan khusus demi keselamatan petugas.
“Korban berhasil dievakuasi dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan dan keterangan keluarga, polisi menyimpulkan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan murni yang diduga berkaitan dengan kondisi korban. Korban diketahui memiliki riwayat pikun sehingga diduga terjatuh ke dalam sumur tanpa disadari.
Dalam kedua kasus tersebut, pihak keluarga menerima kejadian sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Meski demikian, polisi tetap melakukan serangkaian langkah penyelidikan dan pendataan saksi untuk memastikan tidak terdapat unsur pidana dalam kedua peristiwa tersebut.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A


















