MALANG, TuguMalang.Id – Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, mendukung upaya Kota Malang menjadi Kota Kreatif Dunia 2025. Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mengembangkan industri kreatif. Hal itu disampaikan Raffi Ahmad, pada acara Creative Talk, di Gedung Malang Creative Center (MCC), Sabtu (22/2/2025).
Pada kesempatan tersebut, Raffi Ahmad mengungkapkan rasa takjubnya terhadap kemajuan industri kreatif di Kota Malang, yang menurutnya berkembang dengan sangat pesat. Ia berharap kota ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan berdaya saing, bahkan hingga ke tingkat global.
Baca Juga: Selangkah Lagi Menuju Kota Kreatif UNESCO, Pj Wali Kota Malang Ajak Perkuat Kolaborasi
“Salah satu dari 250 kota kreatif ICCN, dan Kota Malang menjadi salah satunya. Maka dari itu, bisa menjadi panutan nasional, sehingga semakin banyak daerah di Indonesia yang mengembangkan potensi kreatif mereka hingga dikenal secara global,” ujar Raffi Ahmad.
Dukungan Raffi Ahmad disambut baik Ketua Malang Creative Fusion (MCF), Dadik Wahyu Chang. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung para pelaku ekonomi kreatif guna memperkuat posisi Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia.
“Kami bersyukur atas kunjungan utusan Presiden ini. Kehadirannya menjadi dorongan besar bagi kami di Malang Creative Centre. Kami akan terus berupaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Dadik juga menyampaikan bahwa MCC selama ini berusaha menyediakan fasilitas gratis bagi komunitas kreatif. “Kami tidak hanya mengandalkan APBD Kota, tetapi juga mencari dukungan dari provinsi dan pemerintah pusat. Kami berharap MCC tetap bebas dari komersialisasi dan terus menjadi ruang untuk pemberdayaan dan pembinaan,” jelasnya.
Baca Juga: Berpeluang Sabet Titel Kota Kreatif Dunia, Pj Wali Kota Malang Bangga
Mendengar ucapan tersebut, Raffi Ahmad berharap agar ekosistem kreatif di Kota Malang semakin diperkuat dengan dukungan pemerintah pusat, khususnya dalam hal pendanaan. “Melihat potensi besar Malang dalam industri kreatif dan UMKM, kami berharap ada komitmen berkelanjutan untuk mendukung perkembangan ekonomi kreatif yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa kunjungannya ke Kota Malang merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo. Menurutnya, keterlibatan pemerintah memiliki peran krusial dalam mendukung kemajuan industri kreatif, sehingga dapat tumbuh lebih pesat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Kehadiran pemerintah sangatlah penting program-program semacam ini agar terwujud. Negara harus hadir dan mendukung, serta semua pihak dapat berkontribusi. Pemerintah berkomitmen memperkuat pendanaan usaha ekonomi kreatif melalui KUR serta LPDB untuk koperasi,” ungkapnya.
Raffi Ahmad, suami dari Nagita Slavina, juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah menyalurkan dana sebesar Rp280 triliun kepada 2,5 juta debitur di seluruh Indonesia. Sementara itu, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) telah mengalokasikan Rp2 triliun sepanjang tahun 2024 untuk mendukung koperasi dan pelaku usaha kreatif. Ia menegaskan bahwa angka ini akan terus ditingkatkan demi memperluas akses pendanaan bagi pelaku ekonomi kreatif, sehingga mereka dapat berkembang lebih pesat dan bersaing di tingkat global.
“Kami menargetkan peningkatan jumlah pendanaan di masa mendatang. Pemerintah terus berkomitmen untuk memperkuat dukungan pembiayaan usaha, baik melalui KUR maupun LPDB untuk koperasi,” ucap Raffi.
Ia juga menyoroti pertumbuhan pesat sektor fintech, yang pada tahun sebelumnya berhasil menyalurkan pembiayaan hingga ratusan triliun rupiah. Menurutnya, inovasi dalam layanan keuangan digital ini membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha kreatif untuk mendapatkan akses pendanaan yang lebih fleksibel dan berkelanjutan.
“Kami juga tengah mendorong skema pembiayaan berbasis hak kekayaan intelektual (IP financing), di mana aset berbasis kekayaan intelektual dapat dijadikan agunan. Ini merupakan inovasi yang sedang kami kembangkan,” lanjutnya.
Saat berdiskusi dengan komunitas kreatif di Malang, Raffi menyatakan kekagumannya terhadap potensi luar biasa yang dimiliki kota ini. Menurutnya, kreativitas dan inovasi yang berkembang di Malang menunjukkan bahwa kota ini memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri kreatif yang berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun global.“Saya mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dan bertemu dengan banyak animator serta pelaku industri kreatif lainnya. Saya sangat terkesan, Malang bisa menjadi contoh nasional dalam pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyoroti betapa pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi produk lokal agar kreativitas para pelaku industri tetap terjaga. Selain itu, ia menekankan perlunya penguatan ekosistem digital sebagai fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. “Ini menjadi perhatian kami, dan saya akan membawa aspirasi dari para pelaku industri kreatif ini kepada kementerian terkait, seperti Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Ekonomi Kreatif,” tegasnya.
Raffi Ahmad menekankan bahwa kesuksesan industri kreatif tidak semata-mata bergantung pada dukungan pemerintah, tetapi juga memerlukan kolaborasi erat antara berbagai komunitas kreatif di seluruh Indonesia. Menurutnya, dengan membangun sinergi yang kuat, industri kreatif dapat berkembang lebih pesat dan memberikan dampak positif yang luas bagi perekonomian nasional.
Baca Juga: Festival Mbois 7 Lahirkan Manifesto Malang Kota Kreatif
“Kita memerlukan semangat kebersamaan dari komunitas kreatif, karena mereka akan menjadi fondasi menuju Indonesia emas. Bayangkan jika seluruh Indonesia bersatu, maka ekonomi kita akan semakin kuat,” tuturnya.
Sebagai penutup acara, Raffi Ahmad menyampaikan pendapat perihal konteks pencapaian Kota Malang sebagai kandidat Kota Kreatif UNESCO. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan langkah besar yang tidak hanya berdampak bagi Kota Malang, tetapi juga bagi citra Indonesia di kancah global. “Hal ini menjadi sebuah amanah yang besar untuk mengharumkan nama Indonesia di tingkat Internasional. Dibutuhkan komitmen bersama untuk mencapai tujuan ini, dan saya optimis kita mampu mewujudkannya,” tuturnya
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis : Keshia Putri Susetyo (magang)
Redaktur: jatmiko