Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Entertainment

Pro dan Kontra Film ‘Vina: Sebelum 7 Hari’

Redaksi by Redaksi
April 2, 2024 9:25 am
in Entertainment
Official poster film 'Vina: Sebelum 7 Hari' yang tuai pro dan kontra /Foto: instagram.com/deecompany_official

Official poster film 'Vina: Sebelum 7 Hari' yang tuai pro dan kontra /Foto: instagram.com/deecompany_official

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Film Vina: Sebelum 7 Hari yang akan tayang pada 8 Mei 2024 menuai pro kontra dari masyarakat. Pasalnya, banyak orang yang menganggap bahwa film tersebut tidak etis bagi keluarga yang ditinggalkan.

Film ini diproduksi oleh Dee Company dan diarahkan oleh Anggy Umbara, yang sebelumnya juga menyutradarai film Siksa Neraka.

READ ALSO

5 Film Terinspirasi dari Kisah Nyata yang Menyentuh Hati dan Sarat Makna Kehidupan

Rekomendasi 5 Drama Korea Bertema Hukum, Kisah Jaksa hingga Hakim

Film Vina: Sebelum 7 Hari diangkat dari kisah nyata, yaitu kasus pembunuhan sadis seorang perempuan bernama Vina. Peristiwa ini terjadi di Cirebon pada tahun 2016 silam.

Baca Juga: Sinopsis Film Menjelang Ajal, Tawarkan Kisah Horor Bernuansa Sunda

Dalam trailer, Vina dan pacarnya yang bernama Eky, meninggal terkapar di tengah jalan dan diperkirakan karena kecelakaan.

Kemudian untuk menambahkan unsur dramatis dalam film bergenre horor tersebut, diceritakan arwah Vina gentayangan karena tak terima kematiannya dianggap sebuah kecelakaan.

Akhirnya arwah Vina memutuskan untuk merasuki tubuh sang sahabat. Melalui tubuh sahabatnya, Vina menceritakan kronologi kejadian secara detail dan siapa pelaku kejahatan yang ia alami pada malam tersebut dengan penuh isak tangis.

Baca Juga: Sinopsis Film Hantu Polong, Sajikan Kisah Horor Tanah Melayu

Sejak perilisan teaser hingga poster resmi, film ini menuai pro kontra dari netizen.

Antusias Masyarakat Akan Kisah Pembunuhan Vina

Netizen yang pro film Vina: Sebelum 7 Hari ditayangkan menyebutkan bahwa keluarga korban telah memberikan izin kisah Vina diangkat menjadi film.

“Kalo ngomongin hati nurani masih jalan atau engga. Menurutku sejauh keluarganya menyetujui ya berarti keluarga sudah mengizinkan ceritanya di angkat menjadi sebuah film. Otak pelaku dalam insiden ini juga blm ketangkep. Mungkin aja dgn viralnya film ini kasus ini bisa lbh diusut,” tulis akun @wilo****16 dalam cuitannya melalui platform X (Twitter).

Netizen lain memberikan opini bahwa film ini bisa menjadi edukasi bagi masyarakat khususnya perempuan agar lebih berhati-hati akan tindakan kejahatan seksual di luar sana.

“Film edukasi agar perempuan aware dengan tindakan KS. Kalau lu masih mengira ini tabu, yang bernasib seperti vina vina lain akan terus ada,” ujar akun @coffee***13.

Seruan Boikot dari Berbagai Kalangan

Meski begitu, tak sedikit juga netizen yang kontra atas kehadiran film dari kisah nyata ini. Banyak yang menyerukan agar film ini diboikot karena dianggap monetisasi sebuah tragedi sekalipun telah mendapat persetujuan pihak keluarga.

“Ga akan nonton film yang monetisasi tragedi korban kekerasan seksual begini mana tagline-nya “bully tidak boleh dibiarkan” itu pemerkosaan sampe meninggal ya dan ga cuma korporat yang monetisasi tragedi korban tapi sama keluarga sendiri juga,” jelas akun @cinna****lc yang kontra terhadap pembuatan film Vina.

Filmmaker Ian Salim turut serta menyerukan ajakan boikot melalui akun X (Twitter) pribadinya.

“Bisa gak ya film V*n* itu kita boikot rame-rame agar jangan sampe tayang? Apakah bisa dengan cara bikin petisi ke semua chain bioskop agar semua menolak menayangkan?,” ungkapnya.

“Yang gw nggak ngerti itu kenapa sesama filmmaker (apalagi sama-sama bergabung di asosiasi yang sama, baik itu sutradara, penulis atau produser) pada diam semua, ngga ada satu pun yg negur, memboikot dll. Apa udah pada mati nuraninya? Apa karena nggak ada konflik kepentingannya?,” imbuh Ian Salim menunjukkan keprihatinan atas tidak adanya respon atau kritikan dari filmmaker lain.

Hingga kini Dee Company selaku rumah produksi maupun Anggy Umbara selaku Sutradara belum memberikan tanggapan atas kontroversi yang terjadi di media sosial terkait film garapannya.

Kalau kamu tim pro atau kontra dengan penayangan film Vina: Sebelum 7 Hari?

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Evi Tsabita Aprillia (Magang)

Editor: Herlianto. A

Related Posts

5 Film Terinspirasi dari Kisah Nyata yang Menyentuh Hati dan Sarat Makna Kehidupan
Entertainment

5 Film Terinspirasi dari Kisah Nyata yang Menyentuh Hati dan Sarat Makna Kehidupan

Senin, 6 Jul 2026
Rekomendasi 5 Drama Korea Bertema Hukum, Kisah Jaksa hingga Hakim
Entertainment

Rekomendasi 5 Drama Korea Bertema Hukum, Kisah Jaksa hingga Hakim

Minggu, 5 Jul 2026
Film Tayang Juli 2026
Entertainment

5 Film Tayang Juli 2026, Pilihan Seru Temani Libur Sekolah

Minggu, 28 Jun 2026
Drama korea
Entertainment

5 Drama Korea Komedi Romantis di Netflix yang Dijamin Bikin Ngakak

Rabu, 3 Jun 2026
Katniss Everdeen, tokoh utama film Hunger Games, sala satu film petualangan remaja. Foto: Lionsgate
Entertainment

Diadaptasi dari Novel, Ini 4 Film Petualangan Remaja di Dunia Distopia

Jumat, 29 Mei 2026
The Waving's, kuartet unit surf rock eksperimental asal Malang. Foto: Dok.
Entertainment

Ley Sin Voz, Single Baru Penuh Amarah Gelap dari Unit Surf Rock Malang The Waving’s

Rabu, 27 Mei 2026
Next Post
mie gacoan

Strategi Sukses Mie Gacoan: Terobosan Dahsyat! Harga Terjangkau, Omzet Melejit!

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.