MALANG, Tugumalang.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menargetkan peremajaan tanaman tebu seluas 54.897 hektare pada 2026. Luasan tersebut terdiri atas 48.315 hektare program bongkar ratoon dan 6.582 hektare perluasan areal tanam.
Pada Kamis (18/6/2026), Pemprov Jatim menggelar Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon yang dipusatkan di Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi. Kegiatan ini merupaka upaya untuk meningkatkan produktivitas tebu nasional dan mempercepat pencapaian swasembada gula.
Bongkar ratoon menjadi salah satu strategi penting dalam pengembangan budidaya tebu. Peremajaan tanaman bisa meningkatkan hasil panen, kualitas bahan baku, serta efisiensi usaha tani. Penggunaan bibit unggul dan penerapan praktik budidaya yang lebih baik juga didorong untuk meningkatkan daya saing industri gula nasional.
Baca Juga: Mayat Bayi Perempuan Ditemukan dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi Malang
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu sentra produksi gula terbesar di Indonesia sehingga memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas tebu harus terus menjadi perhatian bersama.

“Program bongkar ratoon yang dilaksanakan hari ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat sektor pergulaan nasional melalui peremajaan tanaman, penggunaan bibit unggul, dan penerapan budidaya yang lebih baik,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, swasembada gula nasional bisa cepat terwujud jika ada kolaborasi antara pemerintah, PT Sinergi Gula Nusantara, dan petani. Tentunya, kesejahteraan petani tebu juga bisa terwujud.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Abdul Roni Angkat, Abdul Roni Angkat menyampaikan, program bongkar ratoon menjadi salah satu fokus pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tebu rakyat. Hal itu dinilai penting mengingat kebutuhan gula nasional yang terus meningkat setiap tahun.
Baca Juga: Truk Terguling Muat Tetes Tebu di Flyover Kotalama Malang, Cairan Genangi Jalanan
“Kementerian Pertanian akan terus memberikan dukungan melalui penyediaan benih unggul, pendampingan teknis, serta berbagai program penguatan budidaya yang berorientasi pada peningkatan produksi dan efisiensi usaha tani tebu,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Operasional PT SGN Kuntoro Boga Andri menyebut, keberhasilan program bongkar ratoon membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Sebagai bagian dari Holding BUMN Pangan PTPN Group, PT SGN terus mendorong peningkatan produktivitas melalui pendampingan budidaya, penyediaan benih unggul, penguatan kemitraan petani, hingga penerapan mekanisasi pertanian.
“Panen dan tanam tebu serentak ini merupakan bagian dari upaya PT SGN dalam memperkuat produktivitas lahan, meningkatkan kualitas bahan baku, dan mendukung target swasembada gula nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, transformasi sektor pergulaan nasional diharapkan dapat terus berjalan melalui pelaksanaan panen dan tanam tebu serentak yang digelar hari ini.
“Bongkar ratoon merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani tebu, serta mewujudkan industri gula Indonesia yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan,” tutup Kuntoro.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A


















