Pemkot Malang Garap Program Pariwisata Malang Halal

  • Whatsapp
Ilustrasi : Sarapan pagi serba halal. (foto:pixabay)

MALANG – Dalam rangka pemulihan ekonomi pariwisata di masa pandemi COVID-19, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang kembali menggenjot program baru. Namanya Malang Halal. Untuk menggerakkan pariwisata berbasis syariah.

Kepala Disporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, sistem program Malang Halal ini nanti akan segera digarap. Terdekat yang paling bisa dilakukan adalah dengan melakukan sertifikasi halal.

Bacaan Lainnya

Bank BNI

”Pariwisata halal ini nanti memang akan jadi fokus Pemkot Malang. Jadi untuk sistemnya itu sertifikasi halal,” jelasnya, belum lama ini.

Sebenarnya, kata dia, pihaknya sudah mengajukan sertifikasi halal ini untuk puluhan hotel dan resto sejak 2019 lalu. Namun, sejauh ini baru ada 8 hotel dan restoran di Kota Malang yang telah memiliki sertifikasi halal.
Memang, diakui Ida Ayu, dalam mengurus sertifikasi halal ini tidak mudah. Sebab itu, Disporapar melakukan kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Kota Malang yang terlebih dahulu memiliki Halal Center.

“Memang tidak mudah. Makanya kami butuh perguruan tinggi untuk membantu kami mendapatkan sertifikasi halal,” terangnya.

Terpisah, Kasi pengembangan Industri Pariwisata Disporapar Kota Malang Artis Swastini mengimbau dan berharap agar semua hotel dan restoran di Kota Malang mendapatkan sertifikasi halal.

Secara teknis, pengajuan sertifikasi halal memang bisa didapatkan melalui BPOM dan LPP MUI. Dari total 21 hotel dan resto yang mengajukan di 2019 silam, total hanya 8 hotel dan resto yang mendapatkan sertifikasi halal. Salah satunya adalah Hotel Shalimar dan Hotel Pelangi.

Baca Juga  ASN dan Petugas Pelayanan Publik Kota Malang Divaksin COVID-19 Tahap 2

Lalu, untuk syarat mendapatkan sertifikasi halal ini sebelumnya akan disurvei terlebih dulu oleh perguruan tinggi yang telah melakukan kerjasama dengan Disporapar Kota Malang. Apabila memenuhi persyaratan, baru nanti akan disampaikan oleh Disporapar ke LPP MUI.

”Yang disurvei ini nanti kebanyakan berkaitan dengan dapur ya karena soal makanan. Nanti di survei bahannya apa saja, sesuai apa gak. Jadi nanti pasti bisa jadi jaminan buat pengunjung,”

“Artinya disini kami memfasilitasi dan mendampingi ya. Kalau bisa semua yang ada di Kota Malang bisa mendapatkan sertifikat halal,” harapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *