PADU, Aplikasi Satu Pintu untuk Sivitas Akademika UIN Malang

  • Whatsapp
Launching sistem PADU oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. Foto: Feni.
Foto Launching sistem PADU oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. Foto: Feni.

MALANG – Komitmen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) dalam mencanangkan konsep Smart and Green Islamic University bukan main-main. Terbaru, kampus ini baru saja melaunchung sistem PADU (Pusat Aplikasi dan Data Utama).

Dengan demikian, satu langkah menjadikan UIN sebagai kampus dengan sistem yang terintegrasi telah terwujud. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag dalam Grand Launching yang berlangsung hybrid di Ruang Rektor, Selasa (25/5/2021).

Bacaan Lainnya

“PADU ini salah satu upaya menjadikan UIN punya sistem integrasi dimana seluruh informasi itu disederhanakan melalui satu pintu aplikasi, sehingga membawa UIN menjadi Smart Campus. Sekaligus menandai sebagai Smart and Greend Islamic University, dimana salah satu indikatornya harus punya aplikasi terpadu,” ujarnya.

Sebelumnya, aplikasi ini sudah diterapkan UIN Maliki Malang sejak 1,5 tahun yang lalu dengan penyempurnaan yang terus dilakukan sehingga dapat dipertanggungjawabkan sekaligus dimanfaatkan secara optimal di kemudian hari.

“Kenapa baru dilaunching karena kita menunggu agar aplikasi ini dapat digunakan secara efisien dan efektif,” imbuh dia.

Dengan demikian, diharapkan sistem aplikasi ini dapat menjadi contoh dan bisa diikuti baik oleh PTKIN maupun PTN lainnya.

“Kita jangan egois, apa yang baik yang kita dapat maka harua dibagikan dan semua PTKIN sudah siap mengikuti UIN,” tambah Prof. Abdul Haris.

Sementara itu, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), Mukhlish Fuadi menyampaikan beberapa keunggulan sistem Padu ini antara lain, telah mengintegrasikan lebih dari 30 aplikasi milik UIN Maliki Malang. Mulai dari akademik, kuangan, kepegawaian hingga pemilu mahasiswa.

Baca Juga  ASN dan Petugas Pelayanan Publik Kota Malang Divaksin COVID-19 Tahap 2

Bahkan juga dapat digunakan selayaknya sosial media lainnya, berbagi informasi lewat beranda yang dapat disukai, dikomentari maupun dilaporkan jika tidak sesuai dengan aturan yang ada.

“Keunggulan PADU ini kita punya sosial media sendiri sehingga dosen bisa berinteraksi dengan mahasiswa, alumni juga bisa tetap terhubung dengan warga kampus barangkali berkenan untuk memberikan informasi pekerjaan, mencari pekerjaan, atau mencari jodoh. Jadi hampir semua layanan UIN Maliki Malang ada mulai dari mahasiswa masuk, mereka di ma’had, samp mereka wisuda semua datanya jadi satu disitu,” jelasnya terkekeh.

Pun, tak perlu khawatir soal tingkat keamanan data. Pasalnya, sistem yang dikembangkan oleh PTIPD secara mandiri ini terus diuji hingga dapat dipertangungjwabkan.

Kendati baru dapat diakses melalui website, kedepan PADU akan terus berprogres hingga dapat diaplikasikan melalui gadget.

“Kami pastikan dulu baik sistem maupun budaya karena ini merupakan hal yang baru buat warga kampus. Nanti ketika warga kampus sudah siap, rencana kami segera lari ke andro maupun ios. Secara roadmap targetnya tahun depan, jadi bertahap dulu,” tandasnya. (Ads)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *