Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Natal dan Sila Pertama Pancasila

Redaksi by Redaksi
Desember 26, 2023 4:02 pm
in Catatan
Jakfar Shodiq.

Jakfar Shodiq. Foto/dok for TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Jakfar Shodiq, Manager Seminar Di Lembaga Research Gawa Lelaku Malang.

Tugumalang.id – 25 Desember merupakan hari besar bagi segenap umat kristiani di seluruh dunia tanpa terkecuali mereka yang tinggal di Indonesia.

READ ALSO

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Hari Natal selalu dirayakan setiap tahu oleh umat kristiani yang mana hal itu memiliki maksud untuk merayakan hari kelahiran Yesus Kristus. Walau sebenarnya para ahli bersepakat bahwa tidak diketahui pasti kapan Yesus dilahirkan. Mamun, 25 Desember sudah disepakati menjadi hari perayaan untuk memperingati kelahiran sang kristus.

Ada teori ‘Sejarah Agama’ yang mengatakan bahwa umat kristiani awal mengambil 25 Desember berdasarkan hari raya yang ditujukan untuk Dewa Matahari, Sol Invictus, yang dirayakan pada era Kekaisaran Romawi.

Baca Juga: Jelang Natal, Polisi Gelar Sterilisasi di Gereja Katolik Paroki Maria Tak Bernoda Kepanjen

Satu teori disebut dengan ‘Sejarah Agama’ menyebut, Natal mengambil dari hari libur kaum pagan. Sementara, satu teori lainnya yang disebut ‘komputasi’ atau ‘kalkulasi’ menyebut bahwa kaum kristiani awal menggunakan semacam perhitungan untuk memilih tanggal 25 Desember sebagai hari ulang tahun Yesus Kristus.

Artikel CNN Indonesia “Sejarawan Ungkap Alasan 25 Desember Dipilih Sebagai Hari Natal” menjelaskan. Namun lagi-lagi itu bukanlah hal yang penting untuk diperdebatkan mengenai benar atau tidak tanggal 25 Desember sebagai tanggal kelahiran sang kristus.

Tetap saja tidak akan memengaruhi kesakralan hari itu bagi umat kristiani. Mengingat agama adalah sebuah keyakinan di mana apa pun yang ada dalam agama tersebut akan diyakini oleh para penganutnya.

Baca Juga: Luncurkan 5 Buku Hingga Maliki Award 2022, UIN Malang Sukses Helat Dies Natalis ke-61

Menurut Foucault, pemikir posmo asal Prancis, kebenaran merupakan wacana yang dikampanyekan lalu bisa mendominasi banyak orang hingga kemudian mendapatkan legitimasi.

Jadi sebenarnya tidak ada kebenaran yang bersifat mutlak, semuanya berasal dari wacana yang bisa mendominasi pemikiran khalayak umum lalu kemudian disepakati bersama menjadi sebuah kebenaran.

Hal ini juga diafirmasi oleh salah satu ajaran dalam Islam yakni mengenai metode penetapan hukum dari permasalahan yang tidak pernah terjadi di masa nabi atau tidak memiliki hukum konkrit baik dalam Al-Qur’an atau Hadits, yakni metode Ijtima.

Di mana dengan metode ini para ulama mengkaji suatu permasalahan tertentu untuk menentukan hukumnya dan lalu menyepakati kebenaran dari hasil kesepakatan itu.

Pada awal kedatangan ajaran kristen, agama ini merupakan salah satu objek buruan untuk ditumpas pada era kekaisaran Romawi, namun pada pemerintahan Raja Konstantin Agung (305 hingga 337 M), agama ini besar dan berkembang karena diberikan perlindungan khusus.

Dari sinilah agama Kristen besar hingga bisa menguasai daratan Eropa. Pengaruh agama ini kemudian menjadi semakin kuat, sehingga seorang raja akan mengalami krisis keabsahan (krisis legitimasi) kekuasaan kalau tidak diberkati oleh gereja.

Posisi gereja kemudian menjadi lebih tinggi daripada posisi negara. Gereja yang diwakili oleh Sri Paus menjadi lebih berkuasa daripada raja-raja kristen yang memerintah di daratan Eropa ketika itu.

Pada mulanya bung Karno selaku ketua tim PPKI membacakan hasil dari pada rumusan Piagam Jakarta yang diantaranya adalah sila pertama yang berbunyi “ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.”

Namun hal itu menuai tantangan dari berbagai umat non-Islam yang sampai menolak untuk bergabung dengan Indonesia. Kemudian Mohammad Hatta, Wachid Hasjim, Ki Bagoes Hadikoesoemo, Kasman Singodimedjo, dan Teuku Mohammad Hasan mendiskusikan dan lalu memprakarsai perubahan pada sila pertama itu dengan frasa yang kita kenal hingga saat ini yakni “Ketuhanan yang Esa.”

Dari peristiwa ini kita bisa mengambil sebuah pelajaran bahwa kesatuan dan persatuan lebih penting dari hanya sekedar memperdebatkan agama mana yang lebih benar. Karena, Kembali pada pendapat Foucault di atas tidak ada kebenaran yang mutlak termasuk agama.

Yang meyakini agama Kristen tetaplah dengan keyakinan, yang Islam juga tetaplah dengan keyakinannya, yang Hindu, Budha, Konghucu dan juga Katolik tetaplah pada keyakinan.

Namun yang lebih penting adalah tidak melupakan bahwa kita adalah bangsa Indonesia persatuan dan kesatuan dengan landasan bhinneka tunggal ika harus terus kita junjung tinggi.

 

Editor: Herlianto. A

Tags: natalPancasilaSila Pertama

Related Posts

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Catatan

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’
Catatan

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Senin, 24 Agu 2026
Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?
Catatan

Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

Minggu, 23 Agu 2026
Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Next Post
Suasana Bakso Presiden saat kereta api melintas.

Suasana Ekstrem Kuliner Bakso Legendaris di Kota Malang, Makan sambil Lihat Kereta Api Melintas

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.