Michael Evan, Pembuat Grafiti Angkot di Jembatan Kedungkandang yang Punya Keterbatasan Melihat Warna

  • Whatsapp
Michael Evan. Foto: Humas Pemkot Malang

Tugumalang.id – Warga Malang yang kerap melintasi kawasan Jembatan Kedungkandang pasti tak asing dengan karya graffiti angkot satu ini. Siapa sangka, graffiti yang didominasi oleh warna biru dan coklat ini, merupakan hasil karya Michael Evan, warga Dau, Kabupaten Malang. Pria dengan keterbatasan, buta warna parsial, sejak kecil.

Mulanya, pria 28 tahun tersebut dihubungi oleh Komunitas Malang Gravity Movement untuk berpartisipasi menghias jembatan yang terbilang baru diresmikan itu.

Bacaan Lainnya

“Saya yang bikin karya angkot ini bersama 3 tim selama 5 hari. Awalnya dihubungi teman-teman dari Malang Gravity Movement diajak menghias,” kenangnya.

Selama menggambar, dia mengaku tak ada kendala yang berarti. Hanya saja, kondisi partial yang dia derita, membuatnya hanya bisa mengenali warna primer.

Untuk itu, bersama tim, dirinya saling bekerja sama dalam membuat sebuah karya. Seperti dibantu memberitahu soal warna usai membuat konsep gambar.

“Kendala secara teknis tidak ada tapi saya pribadi ada kekurangan untuk mengenali warna hanya bisa mengenali warna primer, kalau warna turunannya saya masih meraba kadang juga pakai teknik warna dan terbantu tulisan warna di cat kaleng,” jelas Sam Evan, sapaan akrabnya.

Lebih jauh, dia mengaku belajar menggambar secara otodidak dan kian menggemarinya sejak tahun 2012.

Tak jarang, dia juga pernah mengalami perundungan oleh teman-temannya saat di bangku sekolah. Hingga harus menyelesaikan jenjang SMA lewat paket C di PKMB Kartini.

“Pernah waktu TK saya salah membuat warna awan. Harusnya biru jadi ungu. Warna pohon saya beri warna orange,” bebernya terkekeh

Saat ditanya soal tema graffiti, sejak dulu dia memang tertarik dengan dunia balapan. Sehingga, gambar angkot tersebut digambarkan seolah sedang melakukan balapan.

Baca Juga  Narik Delman Sejak 1982, Suprapto Terjang Pandemi Meski Tanpa Penumpang

“Saya lebih tertarik ke balapan karena personal suka balapan, kilas balik dulu waktu dulu SD SMP sering balapan sama angkot. Angkot emang kendaraan yang paling cepet nyampe tujuan waktu itu. Jadi kayak siapa sih yang nggak pernah diajak balapan sama supir angkot,” katanya.

Tak hanya itu, melalui karyanya, Sam Evan mengaku ingin mengapresiasi para supir angkot yang tengah berjuang di tengah pandemi supaya tetap semangat dan bekerja keras.

“Saya juga punya harapan supaya supir angkot yang terdampak pandemi sekarang ini bisa semangat lagi karena saya pengen mengapreasiasi kerja keras mereka lewat karya saya,” sambungnya.

Di samping itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, bahkan memberikan apresiasi kepada arek Malang tersebut. “MasyaAllah ada semangat luar biasa dibalik karya hebat disana, karena ternyata kondisi tidak menghalangi dan menghambat yang bersangkutan menghasilkan karya keren ini,” katanya.

Dia berharap, Evan dapat menginspirasi generasi milenial lainnya untuk tetap semangat dapat berkarya. “Semoga jadi inspirasi bagi kita untuk lebih semangat berkarya dan berprestasi seperti yamg dilakukan Sam Evan,” tandasnya.(ads)

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Lizya Kristanti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *