Malang, Tugumalang.id – Kemunculan embun upas kembali terlihat di sejumlah titik kawasan Gunung Bromo seiring turunnya suhu udara pada musim kemarau tahun ini. Peristiwa alam tersebut kembali menarik perhatian publik setelah sejumlah wisatawan membagikan foto dan video yang memperlihatkan lapisan kristal es di kawasan Bromo melalui media sosial.
Lapisan kristal es tipis yang menempel pada rerumputan dan permukaan tanah tersebut menjadi salah satu fenomena alam yang hampir selalu muncul setiap tahun di kawasan pegunungan saat memasuki periode suhu terdingin.
Baca juga: Imbas Cuaca Ekstrem, Penutupan Jalur Pendakian Gunung Semeru Diperpanjang
Mengenal Embun Upas
Dalam meteorologi, embun upas dikenal sebagai frost atau embun beku, yaitu lapisan kristal es yang terbentuk ketika suhu permukaan turun hingga mendekati atau mencapai titik beku.
Secara umum, embun terbentuk ketika suhu udara menurun pada malam hari. Namun, pada kondisi tertentu di wilayah pegunungan, suhu dapat turun cukup rendah sehingga embun yang terbentuk ikut membeku.
Dalam kajian klimatologi, proses ini berkaitan dengan radiational cooling atau pendinginan radiasi, yaitu pelepasan panas dari permukaan bumi ke atmosfer pada malam hari ketika tidak ada tutupan awan yang menahan panas.
Faktor Musim Kemarau dan Udara Kering
Dalam siaran pers mengenai fenomena embun es di wilayah pegunungan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa pada puncak musim kemarau, sejumlah wilayah dataran tinggi berpeluang mengalami suhu udara permukaan yang turun hingga di bawah 0 derajat Celsius. Kondisi ini berkaitan dengan karakter musim kemarau di Indonesia bagian selatan ekuator yang dipengaruhi massa udara kering dari Australia.
Massa udara tersebut membuat atmosfer cenderung lebih kering dan langit lebih cerah dengan tutupan awan yang minim. Akibatnya, panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari sehingga suhu udara dapat turun secara signifikan menjelang pagi, terutama di kawasan pegunungan.
Mengapa Bromo Sering Mengalami Embun Upas?
Kawasan Gunung Bromo berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Faktor elevasi ini membuat suhu udara di kawasan tersebut secara alami lebih rendah dibandingkan wilayah sekitarnya.
Dalam buku Mountain Meteorology: Fundamentals and Applications, Christopher D. Whiteman menjelaskan bahwa wilayah pegunungan cenderung mengalami pendinginan lebih cepat pada malam hari dibandingkan dataran rendah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh karakter atmosfer di dataran tinggi yang memungkinkan pelepasan panas berlangsung lebih efektif saat langit cerah.
BMKG menegaskan bahwa kondisi udara dingin pada musim kemarau di Indonesia merupakan fenomena musiman yang berkaitan dengan dinamika atmosfer tahunan, bukan cuaca ekstrem. Dalam kondisi tersebut, peluang terbentuknya embun beku di wilayah pegunungan meningkat, terutama pada periode puncak musim kemarau yang biasanya terjadi pada pertengahan tahun.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
redaktur: jatmiko


















