Malang, Tugumalang.id – Dalam dunia kecantikan, khususnya skincare, nama retinol tentu sudah tidak asing lagi. Popularitas bahan aktif ini terus meningkat seiring banyaknya orang yang ingin mendapatkan kulit lebih kencang, halus, dan bebas jerawat.
Namun, di balik berbagai manfaatnya, penggunaan retinol tidak boleh dilakukan sembarangan. Diperlukan pemahaman mengenai dosis, aturan pakai, hingga batas usia penggunaannya agar manfaat yang diperoleh maksimal tanpa menimbulkan iritasi pada kulit.
Apa Itu Retinol?
Retinol merupakan turunan dari Vitamin A yang termasuk dalam keluarga retinoid. Bahan aktif ini bekerja dengan cara meresap hingga ke lapisan kulit bagian dalam atau dermis untuk merangsang regenerasi sel kulit.
Berbeda dengan eksfoliator yang bekerja di permukaan kulit dengan mengangkat sel kulit mati, retinol bekerja lebih dalam untuk mempercepat pergantian sel kulit dan mendorong pertumbuhan sel baru. Karena itulah, retinol sering digunakan dalam berbagai produk skincare anti-aging maupun perawatan jerawat.
Manfaat Retinol untuk Kulit
Mengutip dari laman kesehatan Healthline, retinol memiliki sejumlah fungsi utama yang membuatnya banyak diminati dalam dunia perawatan kulit.
Membantu Mencegah Penuaan Dini
Salah satu manfaat utama retinol adalah membantu mencegah tanda-tanda penuaan dini. Retinol mampu merangsang produksi kolagen yang berperan menjaga elastisitas kulit, sehingga garis halus dan kerutan dapat tersamarkan secara bertahap.
Membantu Mengatasi Jerawat
Retinol juga dikenal efektif membantu mengatasi jerawat, terutama jerawat yang sulit hilang. Dengan mempercepat regenerasi sel kulit, retinol membantu mencegah pori-pori tersumbat oleh minyak berlebih dan sel kulit mati yang menjadi pemicu munculnya jerawat.
Memperbaiki Tekstur dan Warna Kulit
Penggunaan retinol secara rutin dengan dosis yang tepat dapat membantu memudarkan bintik hitam atau hiperpigmentasi. Selain itu, tekstur kulit juga akan terasa lebih halus dan warna kulit tampak lebih merata.
Baca juga: 6 Manfaat Kunyit untuk Kesehatan Tubuh, Lindungi Kulit hingga Obati Maag
Batas Minimal Usia Penggunaan Retinol
Usia penggunaan retinol juga perlu diperhatikan. Para ahli umumnya menyarankan retinol untuk tujuan anti-aging mulai digunakan pada usia 25 tahun. Pada usia tersebut, produksi kolagen alami dalam tubuh mulai menurun secara perlahan sehingga retinol dapat membantu menjaga elastisitas kulit.
Namun, menurut dr. Deszti Atinda Desiani melalui laman resmi Alodokter, penggunaan turunan Vitamin A untuk kebutuhan medis tertentu bisa dimulai lebih awal.
“Retinoid bisa digunakan sejak masa remaja (sekitar usia 12 tahun) jika tujuannya adalah untuk mengobati jerawat yang parah, tentunya di bawah pengawasan dokter spesialis kulit,” jelasnya.
Jika hanya digunakan untuk perawatan kecantikan umum, usia pertengahan 20-an dinilai menjadi waktu yang paling tepat untuk mulai memakai retinol.
Aturan dan Dosis Pemakaian Retinol bagi Pemula
Retinol termasuk bahan aktif yang cukup kuat sehingga kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Karena itu, pemakaian retinol perlu dilakukan secara bertahap.
Pilih Konsentrasi Rendah
Bagi pemula, disarankan memilih produk dengan kadar retinol rendah, yakni sekitar 0,01 persen hingga 0,1 persen. Hindari langsung menggunakan konsentrasi tinggi di atas 0,5 persen karena berisiko merusak skin barrier dan memicu iritasi.
Terapkan Metode “Low and Slow”
Penggunaan retinol sebaiknya tidak dilakukan setiap malam saat awal pemakaian. Gunakan dua kali seminggu selama dua minggu pertama. Jika kulit tidak menunjukkan reaksi negatif, frekuensi penggunaan dapat ditingkatkan menjadi tiga kali seminggu secara bertahap.
Gunakan Secukupnya
Dosis retinol untuk seluruh wajah cukup sebanyak satu biji kacang polong atau pea-sized amount. Mengoleskan produk terlalu banyak tidak akan mempercepat hasil, tetapi justru meningkatkan risiko kulit kering, kemerahan, dan mengelupas.
Gunakan Metode Sandwich
Untuk kulit sensitif, teknik sandwich bisa menjadi pilihan. Caranya adalah menggunakan pelembap terlebih dahulu, kemudian retinol, lalu ditutup kembali dengan pelembap. Metode ini membantu mengurangi potensi iritasi tanpa mengurangi manfaat retinol.
Gunakan pada Malam Hari
Retinol hanya dianjurkan digunakan pada malam hari karena sinar matahari dapat merusak kestabilan kandungannya. Selain itu, retinol juga membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar UV. Oleh sebab itu, penggunaan sunscreen dengan SPF minimal 30 pada pagi dan siang hari menjadi langkah wajib.
Perlu diketahui, retinol tidak memberikan hasil secara instan. Umumnya dibutuhkan waktu sekitar 12 minggu hingga enam bulan penggunaan rutin untuk melihat perubahan signifikan pada tekstur dan kondisi kulit.
Selain itu, ibu hamil dan menyusui sangat tidak disarankan menggunakan retinol. Melansir dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), penggunaan turunan Vitamin A selama kehamilan dikaitkan dengan risiko cacat lahir pada janin atau fetal retinoid syndrome.
Retinol yang terserap ke dalam aliran darah dikhawatirkan dapat mengganggu perkembangan organ saraf bayi. Dr. Kevin Adrian melalui Alodokter juga menegaskan bahwa meski penyerapannya relatif kecil, penghentian penggunaan retinol tetap disarankan demi keamanan bayi hingga masa menyusui selesai.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang
redaktur: jatmiko
























