Tugumalang.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat angka inflasi Kota Malang sepanjang 2025 mencapai 2,81 persen (year to date/ytd). Lonjakan harga emas memiliki andil tertinggi yang memicu inflasi di Kota Malang.
Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin menjelaskan bahwa komoditas emas pada tahun 2025 mengalami lonjakan harga sebesar 61,73 persen. Kondisi ini memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,90 persen.
“Inflasi tahunan di Kota Malang sebesar 2,81 persen dan komoditas yang paling utama menyumbang inflasi adalah emas perhiasan dengan andil 0,90 persen,” kata Umar, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Tekan Inflasi, Pemkot Batu Gelar Gerakan Pangan Murah di Ngaglik
Selain lonjakan harga emas, inflasi Kota Malang juga dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas beras yang mencapai 5,75 persen di sepanjang 2025. Angka itu memiliki andil terhadap inflasi sebesar 0,22 persen.
Kemudian diikuti kenaikan bahan bakar rumah tangga dengan andil inflasi 0,15 persen. Lalu kenaikan harga cabai rawit dengan andil 0,09 persen hingga kenaikan harga daging ayam ras dengan andil 0,08 persen.
Selanjutnya, terdapat kenaikan harga sigaret kretek mesin (SKM) dengan andil inflasi 0,07 persen, kenaikan harga telor ayam ras dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,06 persen.
Baca Juga: Pahami Penyebab Melemahnya Mata Uang: Dari Inflasi hingga Harga Komoditas
Lalu kenaikan harga cabai merah dengan andil 0,05 persen, kenaikan harga bensin dengan andil 0,05 persen dan kenaikan harga santan dengan andil terhadap inflasi 0,04 persen.
Umar menekankan bahwa persentase inflasi di Kota Malang tersebut masih berada di dalam batas aman dan sesuai dengan prediksi dari Bank Indonesia (BI) dan pemerintah pusat.
“Inflasi yang bagus itu 1,5 persen sampai 3,5 persen. Intinya inflasi Kota Malang masih berada di ring target dari BI maupun pemerintah,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A


















