Malang, Tugumalang.id – Tragedi longsor di jalur Cangar-Pacet, perbatasan Kota Batu dan Mojokerto, yang terjadi pada Kamis (3/4/2025), merenggut 10 nyawa. Tim SAR gabungan telah mengevakuasi para korban, yang sebagian besar merupakan penumpang dua mobil yang tertimbun material longsor.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa beberapa wilayah di Jawa Timur memiliki tingkat kerawanan longsor yang tinggi, terutama saat musim hujan ekstrem.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, sejumlah daerah yang masuk kategori rawan longsor meliputi Trenggalek, Ponorogo, Tulungagung, Pacitan, Malang, dan Blitar. Kabupaten-kabupaten tersebut memiliki struktur tanah yang labil dan curah hujan tinggi, sehingga rentan terhadap bencana tanah longsor.
Baca juga: Jumlah Korban Longsor Cangar-Pacet Bertambah, 10 Orang Ditemukan Meninggal
Pada tahun 2024, BPBD mencatat 393 kejadian longsor di Jawa Timur, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 117 kejadian. Wilayah paling terdampak adalah Ponorogo, di mana lebih dari 500 warga harus mengungsi akibat tanah longsor yang menimbun permukiman mereka.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD dan Kementerian PUPR telah memasang sistem peringatan dini (early warning system) di beberapa titik rawan serta melakukan penghijauan untuk memperkuat struktur tanah. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah perbukitan atau dekat aliran sungai. Jika ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan atau pohon miring, segera laporkan ke pihak berwenang untuk menghindari korban jiwa.
Wilayah-Wilayah Rawan Longsor di Jawa Timur
Berikut beberapa daerah di Jawa Timur yang memiliki risiko tinggi mengalami longsor saat curah hujan meningkat:
- Kota Batu dan Kabupaten Malang
- Kecamatan Bumiaji, Kota Batu
- Kecamatan Pujon, Ngantang, dan Kasembon, Kabupaten Malang
- Wilayah ini memiliki banyak tebing curam dan lereng yang berpotensi mengalami pergerakan tanah akibat hujan deras.
- Kabupaten Lumajang
- Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro
- Berdekatan dengan lereng Gunung Semeru, tanah di wilayah ini cenderung labil terutama setelah letusan gunung berapi.
- Kabupaten Bondowoso
- Kecamatan Ijen dan Sempol
- Curah hujan tinggi sering menyebabkan pergerakan tanah yang mengancam pemukiman warga dan akses jalan.
- Kabupaten Pacitan
- Kecamatan Nawangan dan Bandar
- Daerah ini memiliki struktur tanah yang rentan terhadap erosi sehingga berisiko tinggi mengalami longsor.
- Kabupaten Trenggalek
- Kecamatan Munjungan, Panggul, dan Watulimo
- Dengan kontur berbukit dan curah hujan tinggi, longsor kerap terjadi di wilayah ini.
- Kabupaten Jember
- Kecamatan Silo dan Puger
- Berada di daerah perbukitan dengan tanah yang mudah jenuh oleh air hujan, meningkatkan potensi longsor.
Baca juga: 1 Korban Longsor di Jalur Cangar-Pacet Ditemukan Tewas, Evakuasi Terus Berlanjut
Berikut adalah data statistik terkait kejadian bencana alam di Jawa Timur yang menunjukkan tren penurunan dari tahun 2022 hingga 2023, namun mengalami peningkatan pada tahun 2024:
Tahun* |
Jumlah Kejadian Bencana |
---|---|
2022 |
244 kasus |
2023 |
117 kasus |
2024 |
393 kasus |
*Sumber: bps jatim dan BPBD Jatim
Penurunan signifikan sebesar 47,9% terjadi dari tahun 2022 ke 2023. Namun, pada tahun 2024, jumlah kejadian bencana meningkat kembali menjadi 393 kasus.
Langkah Antisipasi
Pemerintah daerah bersama BPBD telah melakukan berbagai upaya mitigasi guna mengurangi dampak longsor, antara lain:
- Pemetaan daerah rawan longsor dan pemasangan alat deteksi dini.
- Sosialisasi kepada masyarakat terkait tanda-tanda awal longsor.
- Pembuatan saluran drainase untuk mengurangi risiko air meresap ke dalam tanah.
- Evakuasi dini bagi warga yang tinggal di zona berbahaya.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, terutama saat hujan deras berlangsung lama. Jika ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah, segera laporkan ke pihak berwenang untuk tindakan lebih lanjut.
Dengan adanya kesadaran dan kesiapsiagaan, diharapkan dampak dari bencana tanah longsor dapat diminimalisir.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: berbagai sumber, BPS Jatim, BPBD Jatim
redaktur: jatmiko