Malang, Tugumalang.id-Bulan Syawal merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan dalam Islam. Setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan berbagai amalan ibadah sebagai bentuk peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT.
Keutamaan Beramal di Bulan Syawal
Dalam bulan Syawal terdapat momen peningkatan ibadah setelah Ramadan. Dalil umumnya adalah:
Firman Allah SWT:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
Artinya: “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu sesuatu yang diyakini (ajal).”
(QS. Al-Hijr: 99)
Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah tidak berhenti setelah Ramadan, tetapi harus terus dilanjutkan, termasuk dengan amal saleh di bulan Syawal.
Baca juga: Amalan Sunnah di Bulan Syawal yang Membawa Berkah dan Pahala
Dalam bulan ini, terdapat berbagai keutamaan yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW.
1. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
Salah satu amalan utama yang dianjurkan pada bulan Syawal adalah berpuasa enam hari setelah Idul Fitri. Keutamaan puasa ini disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian melanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim No. 1164 dalam kitab Ash-Shiyam)
Keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal adalah mendapatkan pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Hal ini karena setiap kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat, sehingga puasa Ramadan ditambah enam hari di bulan Syawal setara dengan puasa setahun penuh.
2. Bulan Kembali ke Fitrah
Bulan Syawal juga merupakan bulan di mana umat Islam kembali ke fitrah setelah sebulan penuh berpuasa dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Hari raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 1 Syawal menjadi simbol kemenangan bagi umat Islam dalam mengalahkan hawa nafsu dan meraih kesucian diri.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”(QS. Al-Baqarah: 185)
Ayat ini menegaskan bahwa bulan Syawal adalah momen untuk bersyukur atas hidayah yang diberikan oleh Allah setelah menjalani Ramadan.
3. Waktu yang Dianjurkan untuk Menikah
Bulan Syawal juga dikenal sebagai bulan yang dianjurkan untuk menikah. Hal ini didasarkan pada sunnah Rasulullah SAW, di mana beliau menikahi Aisyah RA pada bulan Syawal. Dalam sebuah hadis disebutkan:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَاءِهِ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي
“Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal dan membangun rumah tangga denganku pada bulan Syawal, maka siapakah di antara istri beliau yang lebih beruntung dariku?” (HR. Muslim No. 1423 dalam kitab An-Nikah)
Hadis ini menunjukkan bahwa bulan Syawal merupakan waktu yang baik untuk melangsungkan pernikahan, sekaligus menghilangkan anggapan bahwa menikah di bulan Syawal membawa kesialan.
Baca juga: 5 Amalan Sunah di Bulan Syawal, Dipercaya Tingkatkan Level Keimanan
4. Bulan Peningkatan Amal dan Ibadah
Nama Syawal sendiri dalam bahasa Arab berarti ‘peningkatan’. Hal ini mengandung makna bahwa setelah menjalani ibadah Ramadan, umat Islam hendaknya tetap meningkatkan amal dan ibadah mereka, baik dalam bentuk puasa sunah, sedekah, maupun ibadah lainnya.
Kesimpulan
Bulan Syawal adalah bulan yang penuh keutamaan. Umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah, seperti menjalankan puasa enam hari, melangsungkan pernikahan, serta memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT. Dengan memahami keutamaan bulan Syawal, diharapkan umat Islam dapat terus meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: dari berbagai sumber
redaktur: jatmiko