Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Kawasan Ijen Kota Malang, Kota Mandiri Zaman Hindia Belanda

Redaksi by Redaksi
Desember 5, 2023 4:01 pm
in Asli Malang
Kawasan Ijen Kota Malang.

Kawasan Ijen Kota Malang. Foto/tangkap layar

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kawasan Ijen Kota Malang merupakan salah satu areal yang mencakup Jalan Ijen, Semeru dan Bromo di Kota Malang, Jawa Timur. Jalan ini merupakan landmark bersejarah Kota Malang bahkan pernah menjadi kota mandiri di zaman Hindia Belanda.

Di sepanjang jalan ini banyak terdapat bangunan-bangunan tua peninggalan zaman Hindia Belanda dengan kekhasan arsitekturnya. Bangunan tempat tinggalnya berbentuk vila. Beberapa bangunan mempertahankan tampilan aslinya, sementara yang lain dibangun dengan struktur yang lebih baru.

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Pada masa Hindia Belanda, kawasan yang biasa disebut dengan “Bergenbürth’” atau “Kawasan Jalan Gunung” ini merupakan kawasan elit yang banyak dihuni oleh orang Belanda dan orang-orang dari negara Eropa lainnya.

Fasilitas Sekitar Lengkap

Kawasan sekitarnya penuh dengan fasilitas yang menunjang kehidupan sehari-hari warga. Di antaranya katedral sebagai tempat ibadah, gedung sekolah, pasar Oro-oro Dowo sebagai pusat perdagangan dan arena pacuan kuda sebagai tempat acara.

Baca Juga: Sinergi Pemkot Malang dan UMM, Pasang 214 Lampu Baru di Kawasang Ijen Boulevard

Arena pacuan kuda tersebut diyakini berada di lokasi gedung Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes) Malang saat ini berdiri. Selain itu, Jalan Ijen merupakan jalan terindah dibandingkan jalan lain di kota Malang.

ijen boulevard
Kawasan Ijen Boulevard. foto. dok/tugumalang

Terdiri dari dua jalan dengan taman di tengahnya. Di sebelahnya kini terdapat zona pejalan kaki yang dihiasi pohon palem. Taman ini biasanya menjadi tempat warga bermain, terutama pada malam hari.

Ijen adalah sebuah koridor di suatu kawasan yang diberi nama gunung ini merupakan kawasan yang berkembang pada masa lampau. Kawasan ini dirancang untuk dikembangkan. Wilayah ini dibangun sekitar tahun 1935 oleh arsitek Belanda Hermann Thomas Karsten. Saat itu ada delapan tahap rencana pembangunan Kota Malang.

Baca Juga: Sejarah dan Fakta Unik Jalan Ijen, Jejak Peninggalan Belanda di Kota Malang

Saat ini pembangunan dimulai dari Persimpangan Buren atau Persimpangan Jalan Kawi hingga Gereja Katedral. Beberapa tahun kemudian, pada pembangunan tahap ketujuh, Jalan Ijen diperpanjang dari Gereja Katedral hingga Bell Junction di Jalan Bandon. Sejak saat itu, kedua tahap pembangunan tersebut menjadi satu.

Tanda-Tanda sebagai Kawasan Elit

Ada berbagai peninggalan yang menandakan Ijen merupakan kawasan elit dan kota mandiri saat itu. Salah satunya adalah bekas rumah listrik perusahaan listrik Belanda Algemeene Nederlandsche Indian Electriciteit Maatchappij (Aniem) di ujung selatan Ijenstrasse.

Kehadiran tukang listrik berperan dalam menerangi rumah-rumah di kawasan tersebut. Ada toko elektronik bernama Aniem. Namun, pemerintah kurang memperhatikan untuk mempertahankan sejumlah bangunan bersejarah.

Pantau Lalu lintas
Pantau jalan Ijen Kota Malang dengan CCTV Pemkot Malang. dok

Salah satunya adalah celah di sepanjang Jalan Ijen. Sejauh ini, bangunan di sepanjang Jalan Ijen, mulai dari Gereja Katedral hingga Persimpangan Baren atau Persimpangan Jalan Kawi masih dipertahankan.

Jalan ini biasa disebut Ijen Boulevard. Di sisi lain, bangunan-bangunan di sisi utara Jalan Bandung mulai dari Gereja Katedral hingga Bell Junction tampak sudah terbengkalai, dan saat ini bangunan-bangunan lama sudah hampir tergantikan dengan bangunan baru.

Kawasan sepanjang jalan itu merupakan satu kesatuan, meski tahun pembangunannya berbeda. Perlindungan mutlak hanya berlaku di jalan-jalan utama, sehingga hanya tersisa beberapa bangunan tua di antara gereja dan perempatan Jalan Bandung.

Ada sekitar 90 rumah tua di kawasan Jalan Ijen. Sebanyak 40% di antaranya telah diganti dengan bangunan baru. Ada berbagai cara yang biasa dilakukan banyak pihak untuk membongkar bangunan terdaftar.

Salah satunya dengan merobohkan bangunan secara bertahap hingga ditemukan alasan mengapa bangunan tersebut tidak layak lagi dan perlu dibongkar. Area yang digunakan untuk pembongkaran kemudian dibersihkan untuk menghindari protes warga sekitar.

Oleh karena itu, masyarakat terkhusus yang fokus pada pemerhati kawasan bersejarah berharap pemerintah daerah lebih menekankan pelestarian bangunan bersejarah di Kota Malang. Khusus di kawasan Ijen sedang darurat pembongkaran. Sebab, jika satu bangunan berhasil dirobohkan, maka bangunan lain akan segera menyusul.

 

Penulis: Jakfar Shodiq (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: Fakta Jalan Ijenjalan ijenKawasan Ijen Kota MalangSejarah Jalan Ijen

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Suasana Halo cafe di siang hari.

Tips Usaha Coffee Shop ala Owner Halo Cafe

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.