Jangan Pamrih agar Tidak Kecewa

  • Whatsapp
Dr Aqua Dwipayana

Aqua Dwipayana*

Melaksanakan semua aktivitas baik yang rutin maupun yang insidentil, sebaiknya diniatkan sepenuhnya ibadah. Melakukannya karena TUHAN. Niat itu penting agar tidak kecewa.

Jika dari awal meniatkannya ibadah, melakukan aktivitas itu dengan sepenuh hati dan suka cita. Sama sekali tidak ada beban.

Hasilnya insya ALLAH maksimal karena tidak mengharapkan apa-apa. Selain itu meyakini bahwa semuanya adalah yang terbaik.

Yakinlah bahwa niat sepenuhnya ibadah melaksanakan berbagai aktivitas adalah yang terbaik. Memasrahkan semuanya secara penuh pada TUHAN.

Biasakanlah konsisten meniatkan itu. Ala bisa karena biasa. Sehingga ngga ada alasan untuk tidak mewujudkan itu.

Melebihi Ekspetasi
Jika selalu meniatkan semua aktivitas sebagai ibadah dan terus menjaga hatinya tetap bersih maka hasil yang diperoleh sering tidak disangka-sangka. Melebihi dari ekspetasinya.

Kenapa itu bisa terjadi? Karena TUHAN dengan caranya membantu memperlancar semua aktivitas yang dilaksanakan. Hasilnya bisa melebihi dari yang diperkirakan.

Bagaimana kalau melakukan sesuatu dengan pamrih? Hasilnya bisa membuat kecewa yang mendalam. Malah disadari atau tidak dapat menimbulkan dosa sebab dari kekecewaan itu memunculkan pikiran-pikiran negatif.

Contoh sederhana saat mengirimkan ucapan Selamat Lebaran Idul Fitri ke seseorang. Jika melakukannya dengan ikhlas, setelah melaksanakan itu tidak memikirkannya lagi.

Juga tidak pernah mengharapkan balasan dari kiriman itu. Sehingga sama sekali ngga ada beban di hati dan pikiran.

Ibarat tiupan angin yang sudah lewat, dibiarkan saja. Tidak mengharapkan apa-apa.

Jadi Kontradiktif
Kalau melakukannya dengan pamrih, jika ucapan Selamat Lebaran Idul Fitri tidak mendapatkan balasan, pasti kecewa. Berpikirnya aneh-aneh tentang orang-orang yang dikirimin ucapan itu.

Menjadi ironis karena isi ucapan itu yang disertai “mohon maaf lahir dan batin”. Sementara pikiran aneh yang negatif itu pasti membuat dosa. Jadi kontradiktif.

Baca Juga  Produktif di Sela Waktu yang Sempit, Keteladanan Silaturahim Aqua Dwipayana

Banyak contoh lainnya dan itu terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sebaiknya kita mulai membiasakan diri untuk melaksanakan setiap aktivitas tanpa pamrih.

Sikap terpuji itu sangat bermanfaat baik buat diri kita sendiri maupun orang lain terutama yang terkait dengan aktivitas yang dilakukannya. Semuanya jadi sama-sama enak dan tidak ada beban. Alhamdulillah…

Semoga kebiasaan positif itu – meniatkan semua aktivitas sepenuhnya ibadah – dapat konsisten dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin ya robbal aalamiin…

>>Dari Bogor saat hujan lebat menjelang buka puasa, saya ucapkan selamat berusaha dengan ikhlas melaksanakan semua aktivitas. Salam hormat buat keluarga. 17.45 17052021😃<<<

*Penulis adalah Doktor Komunikasi, Motivator Nasional, dan penulis buku best seller Trilogi  The Power of Silaturahim

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *