Dr Aqua Dwipayana Sosok Dermawan yang Umrohkan Ratusan Orang dan Biayai Kuliah hingga S3

  • Whatsapp
Pakar Komunikasi Dr. Aqua Dwipayana saat Sharing Komunikasi dan Motivasi di Kodim Tasikmalaya.(foto:istimewa).

(bagian 2  dari 3 tulisan)

*Oleh Erwin Kustiman

Sepanjang Februari 2021, Motivator Nasional dan Pakar Komunikasi Dr Aqua Dwipayana terus melanjutkan aktivitas silaturahim. Kali ini, pria ramah dan sangat hangat kepada siapapun itu membidik kalangan wartawan sebagai kelompok yang disapa dan dikunjungi dalam rangkaian silaturahim dari Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Laki-laki asal Bungus, Kota Padang, Sumatera Barat, ini sendiri sebelum kemudian memilih jalan hidup untuk tidak mau bergantung kepada siapapun, pernah menjadi wartawan di beberapa surat kabar nasional dan humas di sebuah perusahaan swasta besar. Belakangan dia memilih untuk tidak mau menjadi bawahan bagi siapapun.

“Biarlah Allah SWT yang menjadi satu-satunya atasan saya. Saya hanya ingin dalam sisa hidup ini bisa mempraktikkan silaturahim kepada siapapun dan menjadikan hidup saya memberi manfaat kepada sebanyak-banyaknya orang,” demikian disampaikan Dr Aqua Dwipayana.

Apa yang disampaikannya bukan omong kosong. Dr Aqua Dwipayana membuktikan sendiri bahwa kehidupannya sekeluarga menjadi kian berkah justru ketika ia memilih hengkang dari tempat kerja formal. Kini, bebas menjalankan semua aktivitas sesuai panggilan hati dan ternyata justru ia bisa menjalankan semuanya dengan cara-cara yang mengesankan dan memberi inspirasi bagi pihak lain.

Ia mampu membuktikan bahwa berhenti bekerja tidaklah bermakna runtuhnya kehidupan. Justru dengan tidak terikat bekerja pada sebuah lembaga atau perusahaan, seluruh hidupnya kini diarahkan untuk memperluas jejaring persaudaraan, bersilaturahim tanpa pamrih, menebar kebaikan, dan memupuk inspirasi bagi banyak orang.

Satu juga ciri kepribadian positif Dr Aqua Dwipayana adalah perhatian dan kepedulian yang begitu besar kepada para sejawatnya yang masih bekerja sebagai jurnalis dan atau mereka yang sudah purnakerja tetapi mengalami penurunan kualitas dalam kehidupannya. Ia tak pernah henti memberi motivasi dan menunjukkan bahwa di luar bidang pekerjaan formal masih terdapat banyak potensi kebaikan untuk meningkatkan derajat kehidupan. Hal itu disampaikannya kepada para wartawan yang seusia beliau dan bahkan kepada para jurnalis muda.

Ia selalu mengingatkan bahwa usia pastilah akan bertambah dan upaya untuk menyiapkan diri pada saat purnakerja haruslah diperhatikan sejak dini. Hebatnya, apa yang disampaikan Dr Aqua Dwipayana tak sekadar pesan dan nasihat inspiratif secara lisan belaka. Ia bahkan tak segan dan memang selalu dilakukan juga memberi dukungan material yang untuk kacamata awam dan “normal” sungguh di luar dugaan. Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik ini adalah sosok dermawan yang merasa bahwa kebahagiaan personalnya adalah ketika ia melihat kebahagiaan dan keberhasilan pada orang yang dibantunya.

Baca Juga  Pak Bekti Mengabdi untuk Pendidikan PWI

Penulis adalah contoh nyata dari jejak kebaikan dan inspirasi yang dilakukan Dr Aqua Dwipayana. Boleh dibilang, saya bukan siapa-siapa buatnya dan tidak pernah memberikan kontribusi apapun pada Pakar Komunikasi itu. Akan tetapi, dalam hidup saya, saya begitu bersyukur dipertemukan dengan sosok seperti Dr Aqua Dwipayana.

Melalui jalan kebaikannya, saya bisa berangkat umroh gratis, diberikan uang saku, dan bahkan juga dibiayai melanjutkan studi S3 hingga selesai di Prodi doktoral Fikom Universitas Padjadjaran. Total uangnya mencapai ratusan juta rupiah. Sebuah keberkahan yang tak pernah saya bayangkan tapi justru bagi Dr Aqua Dwipayan adalah hal yang terbiasa ia lakukan karena kebaikan-kebaikan serupa selalu diberikannya kepada orang-orang lain, baik yang ia kenal atau baru berjumpa. Itulah teladan yang sejatinya harus kita contoh dari sosok seperti Dr Aqua Dwipayana.

Sejak 2017 lalu Dr Aqua Dwipayana rutin setiap tahun memberangkatkan puluhan orang umroh. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia termasuk dari Papua. Tergabung dalam rombongan umroh The Power of Silaturahim (POS).

Sampai sekarang yang sudah berangkat umroh sebanyak 124 orang. Dananya diambil dari penjualan buku super best seller “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” yang telah dicetak delapan kali sebanyak 160 ribu eksemplar. Juga honor Dr Aqua Dwipayana sebagai pembicara profesional dan sumbangan dari para donatur termasuk dari direktur utama Duta Anggada Realty Jakarta Ventje Suardana yang merupakan teman akrabnya.

Pada 15 April 2020 lalu seharusnya berangkat umroh sebanyak 43 orang. Mereka tergabung dalam rombongan umroh POS IV. Karena pandemi Covid-19 keberangkatannya ditunda hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Dr Aqua Dwipayana mempercayakan sepenuhnya kepada wartawan senior Nurcholis MA Basyari untuk rutin memimpin rombongan umroh POS. Bapak dua anak itu telah memutuskan wartawan senior tersebut sebagai pemimpin umroh POS seumur hidup.

Totalitas Silaturahim
”Silaturahim itu jangan melihat siapa yang didatangi. Membangun silaturahim itu harus dengan niat tulus dan ikhlas. Sebaiknya tidak beranggapan yang bukan-bukan. Datangi saja. Jangan kemudian berpikir kalau datang silaturahim, kita berharap sesuatu. Atau nanti jika datang ke tempat orang itu, kita dinilai yang bukan-bukan. Tidak seperti itu, hanya Allah SWT yang menilai hati kita. Abaikan saja jika ada orang lain menilai yang bukan-bukan,’’ demikian senantiasa yang selalu ditegaskan Dr Aqua Dwipayana.

Niat dan aktivitas silaturahim Dr Aqua Dwipayana memang selalu dijalankan dengan penuh totalitas. Ia dalam perjalanan silaturahim tak sekadar hanya bersua dengan para sahabatnya. Laki-laki kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, ini bahkan  meluangkan waktu terbaiknya untuk juga mengunjungi para orang tua sahabat-sahabatnya. Ia menebar kebahagiaan secara paripurna kepada siapapun.

Baca Juga  Savero Karamiveta Dwipayana dan Literasi Kaum Muda untuk Cerdas dan Santun Berkomunikasi

Dan, lagi-lagi saya merasakan sendiri bagaimana bahagianya melihat ibunda saya menunjukkan kebahagiaan luar biasa dikunjungi oleh sahabat anaknya. Dan gesture serta perilaku Dr Aqua Dwipayana demikian santunnya seolah ibunda saya adalah ibundanya sendiri. Saya sampai menitikkan air mata melihat langsung betapa santun dan khidmatnya penulis banyak buku best seller  itu bersikap di depan orang tua sahabatnya. Hal ini juga teladan dan inspirasi yang harus dicontoh siapapun.

Dr Aqua Dwipayana juga kerap mengatakan, silaturahim itu tidak harus ke saudara atau teman yang rumahnya jauh. Tapi juga bisa ke tetangga yang tidak membutuhkan biaya untuk melakukannya. Selain itu jaga komunikasi agar tetap baik. Jangan menyinggung perasaan orang yang kita ajak komunikasi, tetap santun.

“Hal paling penting yang harus dijaga terus secara konsisten adalah niat melakukan silaturahim sepenuh ibadah, karena Tuhan. Bukan karena motif dan motivasi yang lain,’’ ujar penulis buku “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” serta “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama” ini.

Dalam beberapa sesi Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan para wartawan, Dr Aqua Dwipayana menyampaikan bagaimana luar biasanya kekuatan silaturahim untuk kesuksesan di masa depan. “Konsisten melaksanakan silaturahim tanpa pamrih hasilnya dahsyat dan luar biasa. Saya bisa menjadi seperti sekarang ini karena selama puluhan tahun rajin silaturahmi,” ucap Dr Aqua Dwipayana.

Pria yang telah membiayai umroh ratusan orang ini menceritakan ketika dirinya masih menjadi wartawan seringkali mendapatkan berita eksklusif karena sering bersilaturahim. “Ada dulu ketika semua wartawan tidak bisa menembus wawancara petinggi salah satu bank swasta, tapi saya bisa masuk dan wawancara eksklusif karena sudah dekat dan sering bersilaturahim ke kantornya,” ujarnya Dr Aqua.

Doktor komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) itu lantas mengingatkan untuk tidak memutus tali silaturahim pada narasumber. “Kita harus merawat hubungan itu. Seringlah menghubungi dan datangi kantornya walaupun tidak sedang liputan. Inilah sejatinya silaturahim, sebuah relasi sosial yang tak dibatasi sekat formal tapi bagaimana sebuah relasi manusiawi antar dua manusia,” ujar Dr Aqua Dwipayana menegaskan.

Hubungan jangka panjang nantinya akan bermanfaat bagi kita di masa depan. Dr Aqua Dwipayana lantas mencontohkan buku Trilogi The Power of Silaturahim yang mampu mendatangkan sponsor hingga miliaran rupiah dan kemudian menjadi potensi kebaikan untuk memberangkatkan umroh gratis ratusan orang adalah juga buah dari silaturahim.

Baca Juga  Sudahi Ketidakpastian Hukum, Cegah Tirani Parlementer!

Perwujudan Autentik
“Barang siapa yang suka dilapangkan rejekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah dia menyambung silaturahim.” (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud).

Maka bagi kita semua, apa yang dilakukan Dr Aqua Dwipayana sejatinya adalah perwujudan autentik dari inti ajaran dalam agama kita. Ia hanya menjalankan apa yang sudah dilakukan oleh Teladan Seluruh Umat Manusia Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Mantan wartawan di banyak media besar itu berupaya menjalankan syariat agama tersebut dengan penuh konsistensi dan autentisitas.

Praktik silaturahim Dr Aqua Dwipayana yang inspiratif itu juga menunjukkan kepada kita bahwa kebaikan pastilah akan melahirkan kebaikan. Jangan mendengar apa kata orang. Jalankan secara persisten apa yang kita nilai sebuah langkah dan upaya yang benar. Lewat praktik silaturahim, Dr Aqua Dwipayana juga berupaya memaksimalisasi potensi kolaborasi sosial.

Hal ini hanya bisa dilakukan ketika semakin banyak orang terdorong melakukan kebaikan. Bagaimana orang bisa ikut tertarik kalau tidak mendapatkan informasi tentang sebuah kegiatan. Di sinilah pentingnya syiar kebaikan itu dilakukan dan itulah yang dijalankan Dr Aqua Dwipayana lewat berbagai aktivitasnya.

Ia telah memberikan contoh nyata bahwa dengan konsistensi mensyiarkan kebaikan dalam beragam bentuknya, mendorong dan memotivasi banyak kalangan untuk sama-sama berbuat kebaikan itu bisa dilakukan tanpa perlu membuat proposal formal, laporan macam-macam, atau harus saling bertemu dan kemudian diwujudkan dalam sebentuk MoU yang kadang menyita waktu.

Hal itu semua berjalan tanpa birokrasi berbelit dan karena sikap saling perrcaya serta amanah dari masing-masing pihak, maka seluruhnya berjalan lancar dan berujung pada kebaikan bagi semua. Intinya menurut saya, ada pada dua hal.

Pertama iktikad silaturahim tanpa pamrih dan yang kedua niat baik membantu sesama. Tidak ada indikasi niat lain dan bahkan iktikad untuk mengambil keuntungan dari sesuatu. Jelas ini perkara berbuat kebajikan yang dimensinyasudah sangat transendental dan berpijak pada keyakinan akan bertindak semata karena Allah SWT semata.

Maka kemudian energi positif pun mengalir lewat kelancaran kegiatan dari mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga kemudian donasi terkumpul dan disampaikan melalui lembaga formal yang otoritatif. Semua bersumber pada silaturahim yang memang memiliki sejumlah keutamaan. Berkah yang diperoleh dari praktik silaturahim yang dijalankan penuh keikhlasan akan sangat luar biasa. Menjalin dan menyambung kembali hubungan baik bisa melipatgandakan kebaikan dan keberkahan. Inilah sejatinya apa yang disampaikan Dr Aqua Dwipayana. (BERSAMBUNG)*

*Penulis Corporate Secretary PT Pikiran Rakyat Bandung, Jawa Barat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *