Dr Aqua Dwipayana : Belajar Komunikasi Lintas Budaya pada Prajurit dari Papua

  • Whatsapp
Dr. Aqua Dwipayana, saat memberikan sharing komunikasi pada anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda Kota Bogor.

BOGOR—Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana menyarankan kepada semua anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda Kota Bogor yang akan bertugas pengamanan daerah rawan ke Timika, Papua, agar belajar Komunikasi Lintas Budaya pada para prajurit asal Papua. Dengan begitu mengetahui kebiasaan masyarakat di sana. Jika bisa menyesuaikan diri dan konsisten melaksanakannya, maka akan sukses selama tugas di sana.

Saran itu disampaikan Dr Aqua saat Sabtu pagi (13/3/2021) melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan para prajurit Yonif) 315/Garuda yang akan tugas ke Papua dan istri yang tinggal di asrama selama mereka bertugas. Total prajurit yang berangkat ke Timika 400 orang. Rencananya mereka meninggalkan Kota Bogor minggu kedua Mei 2021 mendatang.

Bacaan Lainnya

Dr. Aqua Dwipayana, saat memberikan sharing komunikasi pada anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda Kota Bogor.

Sebelumnya Danrem 061/Surya Kancana Brigjen TNI Achmad Fauzi menyampaikan terima kasih kepada Dr Aqua yang telah berkenan Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan seluruh jajarannya termasuk yang bertugas di Yonif 315/Garuda. Menurutnya hal itu sangat bermanfaat untuk para prajuritnya utamanya yang akan bertugas di Timika, Papua.

“Terima kasih pak Aqua atas Sharing Komunikasi dan Motivasinya dengan para prajurit saya termasuk yang akan bertugas ke Timika, Papua. Semua yang bapak sampaikan pasti bermanfaat buat mereka dan keluarganya,” ujar Fauzi.

Begitu memasuki tempat acara, saat duduk di kursi depan yang berhadapan dengan semua peserta, mata Dr Aqua tertuju kepada beberapa peserta yang berasal dari Papua. Hal ini menarik perhatian penulis buku super best seller “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” itu.

Dr. Aqua Dwipayana, saat memberikan sharing komunikasi pada anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda Kota Bogor.

Dr Aqua langsung bertanya kepada Wakil Komandan Yonif 315/Garuda Mayor Inf Diyan Mantofani yang mendampinginya tentang para prajurit yang berasal dari Papua tersebut. Baginya keberadaan mereka sangat menarik dan diyakini mampu membantu mensukseskan operasi di daerah rawan seperti di Timika.

“Mereka berasal dari Papua dan akan ikut ke Timika. Jumlahnya 12 orang. Dari awal sampai sekarang mereka rajin latihan persiapan ke Timika bersama prajurit yang lain,” jelas Diyan.

Baca Juga  Dugaan Doxing pada Jurnalis Nusadaily.com Berakhir Damai

Di awal Sharing Komunikasi dan Motivasi, Dr Aqua memperkenalkan diri. Mantan wartawan di banyak media besar itu menyampaikan bahwa kehadirannya di Yonif 315/Garuda atas undangan dan permintaan dari Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.

“Sekitar sebulan lalu, tepatnya pada Minggu sore (14/2/2021) di resto Sari Baping Malangbong KM 61,1 Kabupaten Garut, saya ketemu Pak Nugroho. Waktu itu beliau didampingi putri bungsunya Azmi Hanifah Budi Setyaningati. Begitu tahu bahwa saya sedang menuntaskan Sharing Komunikasi dan Motivasi sekitar 50 sesi di jajaran Kodam IV/Diponegoro, Pak Nugroho minta saya untuk melakukan hal yang sama di jajaran Kodam III/Siliwangi,” jelas Dr Aqua.

Dr. Aqua Dwipayana Sharing pada prajurit asal Papua .

Waktu itu Nugroho mengatakan yang menjadi prioritas untuk pelaksanaan Sharing Komunikasi dan Motivasi adalah Yonif 315/Garuda yang pada Mei 2021 mendatang akan melaksanakan tugas operasi ke Timika, Papua. Seluruh prajurit yang berangkat ke sana perlu dimotivasi dan dibekali kemampuan Ilmu Komunikasi sehingga sukses salama tugas operasi.

Komandan Yonif (Danyonif) 315/Garuda Mayor Inf Aryo Priyoutomo Sudojo yang memimpin langsung tugas operasi itu. Seluruh prajurit yang berangkat 400 orang. Mereka bertugas sekitar 9 bulan di sana.

Sebelumnya pada 2014 dipimpin Letkol Inf Albar, sebanyak 350 orang prajurit Yonif 315/Garuda sukses melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan Indonesia- Malaysia di Kalimantan Barat. Sesudah itu pada 2018 tugas operasi pengamanan perbatasan Indonesia-Nugini di Merauke, Papua.

“Saya ingin seluruh prajurit di Yonif 315/Garuda Kota Bogor yang mendapat kehormatan tugas operasi ke Papua fokus pada tugas-tugasnya dan dapat berinteraksi dengan masyarakat di sana. Sedangkan para istri dan anak-anaknya mendukung penuh aktivitas mulia suami dan bapaknya,” tegas Nugroho.

Tugas ke Papua Kehormatan Besar
Saat mereka berkomunikasi tersebut Dr Aqua bisa merasakan perhatian Nugroho yang sangat besar pada persiapan yang dilakukan semua prajurit Yonif 315/Garuda yang akan bertugas di Papua. Dia ingin seluruhnya lancar sehigga saat tugas operasi sesuai dengan yang direncanakan dan diinginkan.

Rencana semula Dr Aqua pertama kali melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi di jajaran Kodam III/Siliwangi di Yonif 315/Garuda. Itu sesuai dengan permintaan Nugroho. Namun karena para prajurit di sana jadwal latihannya padat sehingga pelaksanaannya baru Sabtu tadi pagi.

Baca Juga  Hadiah Bulan Madu ke Bali, Merasakan Kebahagiaan Amellia Nabillah dan Orangtuanya

Kegiatan Sharing Komunikasi dan Motivasi di Yonif 315/Garuda merupakan sesi ke-25 di jajaran Kodam III/Siliwangi. Acara diawali di Kodim Tasikmalaya yang dipimpin Letkol Inf Ary Sutrisno pada Senin pagi (15/2/2021) lalu.

Meski belum tuntas, Dr Aqua sudah Sharing Komunikasi dan Motivasi di empat Korem yang berada di bawah Kodam III/Siliwangi. Rinciannya 6 sesi di Korem 061/Surya Kancana, Korem 062/Taruma Nagara (2 sesi), Korem 063/Sunan Gunung Jati dan Korem 064/Maulana Yusuf masing-masing 8 sesi.

“Sampai sekarang saya sudah Sharing Komunikasi dan Motivasi sebanyak 24 sesi di jajaran Kodam III/Siliwangi. Atas dukungan penuh dari Pangdam Pak Nugroho, semua kegiatannya lancar sekali,” jelas Dr Aqua.

Sesudah memperkenalkan diri, mengawali Sharing Komunikasi dan Motivasi Dr Aqua mengucapkan selamat kepada semua prajurit yang bertugas ke Timika dan istrinya. Amanah mulia itu adalah suatu kehormatan besar. Sehingga harus sukses dan dituntaskan.

Dr. Aqua Dwipayana Sharing pada prajurit asal Papua .

“Tidak semua prajurit TNI Angkatan Darat dapat kesempatan dan kehormatan tugas di Papua. Jadi amanah mulia ini agar dioptimalkan. Perginya sebanyak 400 orang prajurit dan pulangnya utuh dengan jumlah yang sama. Selama di perjalanan dan di sana harus¬† kompak terus dan saling membantu,” pesan Dr Aqua.

Hal yang paling penting selama bertugas di Papua menurut Dr Aqua adalah selalu bertutur kata dan berperilaku yang baik karena para prajurit tidak hanya membawa nama pribadi, keluarga, dan kesatuannya. Tetapi juga erat kaitannya dengan nama baik Korem 061/Surya Kancana, Kodam III/Siliwangi, TNI Angkatan Darat, dan TNI.

Kemudian Dr Aqua memanggil ke depan Prada Max Jenal M yang berasal dari Manokwari, Papua Barat. Dia baru sekitar dua bulan bertugas di Yonif 315/Garuda. Sebelumnya lama tugas di Yonif Raider 301/Prabu Kian Santang Kabupaten Sumedang yang berada di bawah Korem 062/Taruma Nagara.

“Saya baru dua bulan tugas di Yonif 315/Garuda. Sebelumnya tugas di Yonif Raider 301/Prabu Kian Santang. Saya senang di sini karena teman sesama prajurit semuanya baik dan perhatian pada dirinya. Saya siap tugas ke Papua,” tegas Max.

Istri agar Ikhlas dan Mendoakan Suami
Atas permintaan Dr Aqua, laki-laki kelahiran Manokwari pada 8 Maret 1999 itu menceritakan tentang masyarakat Papua dan kebiasaannya. Menurut Max rakyat Papua umumnya baik-baik apalagi jika mampu menyentuh hatinya.

Baca Juga  Pangdivif 2/Vira Cakti Yudha Kostrad Apresiasi Konsistensi Dr Aqua Dwipayana Laksanakan Silaturahim

Sedangkan salah satu kebiasaannya adalah meminum minuman beralkohol. Ada yang sampai mabuk. Hal ini tentunya jangan dicontoh oleh para prajurit.

Diakui Max sampai hari ini masih ada sebagian kecil orang Papua yang tergabung dalam Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB). Keberadaan mereka perlu diwaspadai. Dia menyarankan agar semua prajurit selalu waspada, hati-hati, dan mawas diri selama bertugas di Papua.

Max mengatakan sudah punya pacar yang sekarang kuliah semester terakhir di Fakultas Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang. Namanya Maria.

Mendengar itu spontan Dr Aqua mengatakan begitu pulang tugas operasi dari Timika, dia akan memberi Max hadiah jalan-jalan ke Malang untuk menemui pacarnya. Akan disiapkan tiket pesawat dan pulang serta uang saku.

Max senang dengan hadiah itu. “Terima kasih bapak Aqua atas hadiahnya,” kata Max.

Sedangkan kepada istri prajurit yang ditinggal operasi Dr Aqua menyarankan agar mereka mengikhlaskan dan mendoakan suami mereka. Dengan begitu suaminya akan tenang selama tugas di Timika.

Di samping itu yang tidak kalah pentingnya lanjut Dr Aqua adalah intens berkomunikasi dengan suaminya. Utamakan kualitas selama komunikasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

“Doa dari istri dan anak-anak sangat penting selama suami dan bapaknya bertugas. Juga agar intens komunikasi termasuk semaksimal mungkin menghindari kesalahanpahaman saat komunikasi,” ujar Dr Aqua.

Menurut bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana ini tidak semua daerah di Timika ada sinyal telepon. Jadi kalau terkadang tidak bisa komunikasi karena ngga ada sinyal agar dimaklumi.

“Para istri prajurit agar jangan berpikiran yang aneh-aneh dan negatif terhadap suaminya. Dengan begitu tidak akan timbul kesalahpahaman. Insya Allah komunikasinya lancar,” pungkas Dr Aqua.

Selain Max ada 11 prajurit Yonif 315/Garuda yang berasal dari Papua. Mereka adalah Prada Yohanes Handoko S, Pratu Gleiser Dom,
Pratu Maikel abiatar Wayoi, Pratu Maikel Fenetiruma, Pratu Emanuel Ndiken, Pratu Jumadi Tarage, Pratu Vikliv Uruktem, Pratu Fredy Frengky Fajar Numberi, Pratu Ofny Syors Mowangkwe, Serda Chris Nando, dan Serda Yance Ruben R K.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *