Malang, Tugumalang.id – Wesley Sneijder menuntaskan dendamnya dengan cara paling elegan. Gelandang serang Inter Milan itu mengangkat trofi Liga Champions UEFA (UCL) 2009/2010 di Santiago Bernabéu, markas mantan klubnya, Real Madrid. Momen ini menjadi salah satu kisah balas dendam paling ikonik dalam sejarah sepak bola.
Kisahnya bermula pada 2009, ketika Sneijder dipaksa hengkang dari Real Madrid. Klub raksasa Spanyol itu membutuhkan dana segar untuk membangun tim bertabur bintang, Los Galácticos. Namun, Sneijder yang masih ingin bertahan enggan menerima tawaran dari Inter Milan.
Puncaknya, Madrid mengambil tindakan ekstrem. Nama Sneijder dicoret dari skuad, jerseynya hilang dari ruang ganti, dan dia tak lagi diperhitungkan. Saat mendatangi Presiden Florentino Pérez untuk meminta penjelasan, Sneijder hanya mendapat jawaban dingin:
“Saya tak punya waktu untukmu. Kami ingin juara Liga Champions.”
Merasa terbuang, Sneijder merespons tegas:
“Pak, saya berjanji akan memenangkan UCL sebelum Los Galácticos melakukannya.”
Baca juga: 3 Fakta Menarik Final Liga Champions Borussia Dortmund vs Real Madrid, Bakal Sajikan Laga Seru
Tak lama setelah percakapan itu, Sneijder hengkang ke Inter Milan dan segera menjadi nyawa tim. Ia tampil luar biasa sepanjang musim, membawa Inter menembus final UCL melawan Bayern Munich.
Yang membuat momen ini lebih istimewa, final digelar di Santiago Bernabéu, kandang tim yang telah membuangnya. Sneijder bertekad membuktikan dirinya di hadapan para petinggi Madrid.
Di laga puncak, Inter Milan tampil dominan dan menundukkan Bayern Munich 2-0. Sneijder mengangkat trofi UCL 2009/2010, tepat di tempat ia dulu disingkirkan.
Tak berhenti di situ, Sneijder membawa trofi tersebut ke ruang ganti Madrid dan mengunggah foto dengan caption legendaris:
“Saya di sini, dan saya telah menepati janji.”
Baca juga: Hasil La Liga: Real Madrid Menang 3-0 dari Elche
Musim itu menjadi milik Sneijder dan Inter Milan. Mereka mencetak sejarah dengan meraih treble winner, sementara Sneijder dinobatkan sebagai gelandang terbaik dunia dan finis di peringkat keempat Ballon d’Or.
Sebuah balas dendam yang manis, di tempat yang paling tepat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko