MALANG, Tugumalang.id – Transformasi digital yang dilakukan Pegadaian melalui aplikasi Tring mendapat respons positif dari masyarakat Kota Malang. Kehadiran aplikasi tersebut dinilai memudahkan nasabah dalam mengakses berbagai layanan Pegadaian tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.
Staf Penaksir Gadai Pegadaian Malang, Hehen Dhani Eka, mengatakan mayoritas nasabah saat ini sudah terbiasa menggunakan layanan digital, terutama dari kalangan milenial dan generasi Z. Menurutnya, tren penggunaan aplikasi terus meningkat seiring berkembangnya era digital.
“Kebanyakan nasabah sekarang sudah masuk era digital. Jadi penggunaan aplikasi Tring sangat membantu masyarakat dan nasabah Pegadaian karena bisa diakses 24 jam tanpa harus datang ke outlet untuk bertransaksi,” ujar Hehen.
Baca Juga: Pembangunan Capai 80 Persen, Sekolah Rakyat di Bantur Malang Siap Beroperasi Tahun Ini
Ia menjelaskan, melalui aplikasi Tring, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi seperti menambah saldo, membeli Logam Mulia, mengangsur pembiayaan, hingga melakukan perpanjangan layanan secara mandiri.
“Kalau nasabah sudah memiliki aplikasi Tring dan rekeningnya sudah terhubung, semua transaksi bisa dilakukan lewat aplikasi. Tinggal klik saja, tidak perlu datang ke outlet karena semua produk sudah tersedia di sana,” katanya.
Hehen menuturkan, salah satu fitur yang banyak dimanfaatkan adalah layanan Kredit Cepat Aman (KCA). Melalui fitur tersebut, nasabah yang masih memiliki sisa plafon pinjaman dapat melakukan pencairan tambahan dana secara langsung melalui aplikasi.
Misalnya, seorang nasabah memiliki plafon pinjaman Rp10 juta tetapi baru mengambil Rp5 juta. Ketika membutuhkan tambahan modal, dia tidak perlu datang ke Pegadaian. Cukup menggunakan menu top up di aplikasi Tring dan dana bisa langsung masuk ke rekening nasabah.
Selain KCA, aplikasi Tring juga menyediakan berbagai layanan lain, seperti pembelian Logam Mulia, Cicil Emas, Tabungan Emas, Deposito Emas, Arrum Haji, Kreasi Multiguna, serta beragam produk Pegadaian lainnya.
“Ada sekitar 17 produk Pegadaian yang sudah bisa diakses melalui aplikasi Tring. Jadi hampir seluruh layanan sudah tersedia dalam satu aplikasi,” ungkap Hehen.
Meski demikian, Pegadaian tetap melayani nasabah yang memilih bertransaksi secara konvensional. Menurut Hehen, kelompok nasabah yang masih datang langsung ke kantor umumnya berasal dari kalangan usia lanjut yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital.
“Masih ada sebagian nasabah yang datang langsung, biasanya yang berusia sekitar 55 sampai 60 tahun ke atas dan belum akrab dengan aplikasi. Tetapi tentu tetap kami layani, baik oleh petugas keamanan, marketing, maupun customer relation officer,” ujarnya.
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A

















