Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Rokok, Anak, dan Literasi Digital

Redaksi by Redaksi
Juni 11, 2021 8:15 am
in Ruang Cendekia
merokok - Ingin Berhenti Merokok, Tapi Tidak Bisa
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Frida Kusumastuti*

Suatu waktu secara bertubi-tubi mampir di layar telepon seluler saya, video yang menayangkan seorang bocah asyik merokok. Dilihat dari caranya merokok, nampak sangat mahir dan sudah terbiasa dengan perilaku merokok. Bahkan nampak seperti cara orang dewasa cara merokoknya. Pembuat konten juga menyempatkan wawancara dengan bocah tersebut. Seolah berdialog dengan orang dewasa, menanyakan kebiasaan merokok tersebut. Pembuat konten nampak mempromosikan kebiasaan bocah tersebut sebagai “kebanggaan” sekaligus “bahan lelucon”.

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Kesan sebagai “kebanggaan” saya intepretasi dari cara wawancara yang memosisikan sang bocah seolah “publik figur” yang layak didengarkan pengalamannya. Sementara kesan “bahan lelucon” saya intepretasidari pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya layaknya ditanyakan pada orang dewasa, seputar perasaan cinta bocah pada perempuan dan juga akhir video yang memperdengarkan tawa sang pembuat konten atau bisa juga suara tawa orang lain yang bersama dengan pembuat konten.

Tidak hanya itu, bahkan ada akun di media sosial yang khusus mengunggah foto dan video bocah yang merorokok! Rentang usia bocah yang merokok diunggah berkisar dari 2.5 tahun hingga 10 tahunan. Tidak ada keterangan apapun tentang akun tersebut, seperti deskripsi akun, misalnya. Begitu juga setiap postingan tidak memberi penjelasan apapun tentang foto atau video yang diunggah.

Fakta anak yang merokok memang tidak bisa dipungkiri. Beberapa penelitian mengungkap perokok remaja kebanyakan mengaku mulai kecanduan sejak usia 13 tahun. Hal tersebut tentu saja tidak tiba-tiba kecanduan. Melainkan ada proses sejak masa kanak-kanak mulai mengenal atau bersentuhan dengan rokok. Mula-mula bisa jadi melihat orang dewasa merokok di sekitarnya, atau bahkan orang-orang dewasa yang “iseng” memberi atau mengajaknya mencicipi rokok.

Anak-anak yang merokok dan perokok remaja menjadi keprihatinan penulis karena dampak negatif rokok yang mengandung zat-zat aditif. Laporan Fakta Tembakau Indonesia 2020 mencatat bahwa kandungan asap rokok sendiri terdiri dari 7.000 bahan kimia, di antaranya nikotin dan 69 zat karsinogenik (racun penyebab berbagai penyakit kanker). Sampai saat ini, lebih dari 70.000 artikel ilmiah menunjukkan hubungan merokok dengan berbagai penyakit.

Iklan Rokok dan Anak-Anak

Fakta perilaku di masyarakat tersebut dipertegas dengan konten-konten iklan, promosi, dan sponsor (IPS) produk rokok yang menarget sasaran remaja. Meskipun industri rokok besar akan mengelak bahwa target IPS mereka anak-anak, melainkan orang-orang dewasa, namun sebuah dokumen internal industri rokok terungkap bahwa anak-anak adalah target IPS produk tembakau mereka (Laporan Fakta Tembakau Indonesia 2020).

Masih mengutip laporan Fakta Tembakau Indonesia 2020 yang diterbitkan oleh Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), hasil penelitian yang dilakukan oleh Campaign for Tobacco Free Kids (CTFK) pada tahun 2018 di 23 negara, termasuk Indonesia menunjukkan bahwa industri rokok menargetkan anak-anak dengan memasang iklan dan promosi produk rokok di lingkungan sekitar sekolah.

Yayasan Lentera Anak, yang menjadi bagian dari studi tersebut melakukan pemantauan IPS produk tembakau terhadap 360 sekolah pada tahun 2015 yang hasilnya adalah 85% sekolah di 5 kota yang dipantau dikelilingi oleh iklan rokok, sementara ditemukan 30 merek rokok di sekitar sekolah. Banyak pejuang pengendalian tembakau yang menyoal IPS ini. Baik menggunakan jaur advolasi, maupun pendidikan pada masyarakat dan kampanye-kampanye. Namun, langkah ini masih belum selesai!

Upaya pengendalian tembakau akan semakin berat di era digital ini. Seperti di awal tulisan saya gambarkan, fenomena para netizen yang kini sangat mudah memproduksi konten-konten digital perlu juga diperhatikan. Literasi digital terkait partisipasi membuat dan mengunggah konten-konten yang bermakna dan positif perlu lebih gencar. Juga literasi digital etis serta hak digital dan keamanan digital konten anak-anak juga harus menjadi materi yang mendukung gerakan pengendalian tembakau.

 

 

 

 

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Bupati Malang - Ini Harapan Bupati Malang di Ulang Tahun ke-61

Bupati Malang Usulkan Pengelolaan Hutan dikembalikan Kepada Pemerintah Daerah

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.