Senin, Oktober 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Nasional

8 Spesies Ikan yang Terancam Punah dan Dilindungi di Indonesia

Redaksi by Redaksi
Mei 11, 2023 5:01 pm
in Nasional
Ikan Balashark. (Foto : Hewanee)

Ikan Balashark. (Foto : Hewanee)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman jenis ikan tertinggi di dunia. Ikan memiliki banyak manfaat tetapi sayangnya merupakan sumber daya alam yang terbatas.

Artinya, seiring dengan peningkatan pemanfaatan ikan maka populasinya juga kian menurun. Kini banyak ikan mulai terancam punah dan harus menjadi satwa yang dilindungi.

READ ALSO

Menteri Agama Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri, Kemenag Sebut Itu Hoaks

Cak Imin Minta BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Berikut 5 spesies ikan yang terancam punah dan dilindungi di Indonesia berdasarkan Kepmen KP No 1 Tahun 2021.

1. Arwana Kalimantan (Scleropages Formosus)

Ikan Arwana Kalimantan.
Ikan Arwana Kalimantan. (Foto: iStock)

Ikan yang memiliki nilai jual tinggi ini sering dieksploitasi secara berkelanjutan sedangkan siklus reproduksinya sangat lambat menyebabkan penurunan populasi hingga terancam punah.

Ikan ini berhabitat di sungai-sungai besar yang tertutup vegetasi pepohonan, di perairan yang mengandung gambut dengan sebaran di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Ikan ini dilarang untuk diperdagangkan secara internasional kecuali dari hasil budi daya.

2. Pari Gergaji Lancip (Anoxypristis Cuspidata)

Ikan Pari Gergaji Lancip. (Foto : earth.com)

Ikan ini sering diburu karena sering dikonsumsi, dijadikan dekorasi pada upacara adat, bagian tubuhnya memiliki nilai yang tinggi di pasaran dan merupakan pengobatan tradisional di China, Myanmar dan Australia.

Ikan ini tersebar di wilayah Kepulauan Aru (Maluku), Papua, dan Sulawesi. Biasanya ikan ini hidup di estuari, perairan pantai dan perairan sungai yang memiliki kedalaman hingga 40 meter. Sama dengan ikan arwana, perdagangan internasional ikan ini dalam bentuk apapun dilarang.

3. Pari Gergaji Besar (Pristis Pristis)

Ikan Pari Gergaji Besar. (Foto : Shutterstock)

Ikan ini merupakan ikan yang kritis atau sangat terancam punah dan memiliki kedewasaan serta kesuburan yang rendah. Ikan yang dilarang untuk diperdagangkan secara internasional ini berhabitat di dasar perairan estuari, sungai, danau dan perairan pantai dengan kedalaman hingga 60 meter.

Ikan ini tersebar di pantai timur Sumatera, wilayah perbatasan Indonesia-Australia dan pernah ditemukan di Danau Sentani, Jayapura.

4. Ikan Raja Laut (Latimeria menadoensis)

Ikan Raja Laut. (Foto : Shutterstock)

Ikan ini merupakan ikan yang rentan akan ancaman kepunahan karena pertumbuhan dan kesuburan yang rendah serta populasinya yang sedikit. Ikan ini tersebar di wilayah Raja Ampat (Papua Barat), Sulawesi Utara dan Biak. Sama dengan ikan-ikan yang disebutkan sebelumnya ikan ini tidak boleh diperdagangkan secara internasional.

5. Ikan Balashark (Balantiocheilos Melanopterus)

Ikan Balashark. (Foto : Hewanee)

Ikan ini merupakan ikan hias yang sangat populer dan memiliki permintaan yang tinggi di kalangan pecinta ikan hias. Hal tersebut menyebabkan penangkapan yang berlebihan sehingga ikan balashark rentan akan kepunahan. Ikan ini tersebar di wilayah Kalimantan dan Sumatera dan dapat ditemukan di rawa dan sungai berarus.

6. Wader Goa (Barbodes Microps)

Ikan Wader Goa. (Foto : Alemandah’s Blog)

Ikan ini berhabitat pada goa perairan tawar di wilaah Jawa. Kini habitat ikan wader goa mengalami kerusakan akibat aktivitas penambangan kapur dan pertanian yang mencemari tanah sekitar goa. Hal tersebut mengakibatkan ikan wader goa menjadi ikan yang rentan akan kepunahan.

7. Ikan Batak (Neolissochilus Thienemanni)

Ikan Batak. (Foto : Tobatabo.com)

Ikan ini merupakan ikan yang sakral dan dipakai dalam upacara adat masyarakat Tapanuli. Ikan ini rentan akan kepunahan karena pencemaran perairan akibat aktivitas pertanian, penangkapan yang berlebihan dan adanya keramba apung. Ikan ini berhabitat di perairan tawar dan tersebar di endemik di Danau Toba dan sungai sekitarnya.

8. Pasa (Schismatorhynchos Heterorhynchos)

Ikan Pasa. (Foto : fishbase.se)

Ikan ini merupakan ikan yang sering dikonsumsi dan dijadikan ikan hias. Keberadaanya rentan akan kepunahan dikarenakan rusaknya habitat akibat penebangan hutan, penambangan batu bara seta emas dan aktivitas pertanian serta penangkapan yang berlebihan. Ikan ini berhabitat di rawa dan sungai berarus serta tersebar di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Demikian 8 spesies ikan yang terancam punah dan dilindungi di Indonesia. Dalam pemanfaatannya, ikan-ikan ini hanya boleh diperdagangkan jika merupakan hasil pengembangbiakan mulai generasi kedua (F2) dan bukan diambil langsung dari alam. Untuk orang yang ingin melakukan pemanfaatannya harus memiliki Surat Izin Pemanfaatan Jenis Ikan (SIPJI).

Penulis : Angelinne Ivana Simandalahi (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: ArwanaIkanIkan DilindungiIkan Terancam Punah

Related Posts

78efda42 Da96 4433 Bdf2 E1ae48f24b00
Nasional

Menteri Agama Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri, Kemenag Sebut Itu Hoaks

Kamis, 27 Agu 2026
Cak Imin Minta BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Migran
Nasional

Cak Imin Minta BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Kamis, 27 Agu 2026
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden
Nasional

Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden

Kamis, 20 Agu 2026
Cegah Korupsi Sekolah Rakyat, Kemensos Libatkan ICW Awasi Pengadaan
Advertorial

Cegah Korupsi Sekolah Rakyat, Kemensos Libatkan ICW Awasi Pengadaan

Jumat, 24 Jul 2026
Fakta Menarik Kiprah Nanik S Deyang Bersama BGN, Putuskan Mundur Hanya 1,5 Bulan Menjabat
Nasional

Fakta Menarik Kiprah Nanik S Deyang Bersama BGN, Putuskan Mundur Hanya 1,5 Bulan Menjabat

Rabu, 22 Jul 2026
Kemensos dan Bank Mandiri Perkuat UMKM Desa Karanganyar dengan Bantuan Usaha Sablon
Advertorial

Kemensos dan Bank Mandiri Perkuat UMKM Desa Karanganyar dengan Bantuan Usaha Sablon

Minggu, 19 Jul 2026
Next Post
Pria yang membentak seorang ibu diduga dipaksa mengamen.

Satpol PP Buru Pria di Kota Malang yang Diduga Paksa Seorang Ibu Ngamen di Jalanan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.