MALANG, Tugumalang – Pedagang di Stadion Kanjuruhan mengeluhkan sepinya pembeli pasca-Tragedi Kanjuruhan. Memang kini tak banyak aktivitas yang terlihat di sana. Padahal stadion tersebut mulanya rutin dijadikan lokasi pertandingan sepak bola.
Hal ini disampaikan Awang (50) salah satu pedagang di Stadion Kanjuruhan kepada Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana dan Camat Kepanjen Rahmad Ihwanul Muslimin dalam acara Jumat Curhat, Jumat (20/1/2023).
Acara Jumat Curhat ini digelar oleh Polres Malang untuk menampung aspirasi masyarakat. Kali ini Jumat Curhat dilaksanakan di kios yang berada di area luar Stadion Kanjuruhan.
“Mohon dibantu mencarikan solusi untuk membangkitkan perekonomian di seputaran Stadion Kanjuruhan,” ujar Awang.

Menanggapi hal ini, Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan pihaknya akan memberi izin khusus bagi masyarakat atau komunitas yang ingin menyelenggarakan kegiatan di Stadion Kanjuruhan. Dengan demikian, akan banyak masyarakat yang berkumpul dan berbelanja di Stadion Kanjuruhan.
“Semoga masyarakat nanti bisa main kembali ke kanjuruhan untuk refreshing, jalan-jalan ataupun belanja,” ujar Kholis.
Pedagang lain yang bernama Oskar (55) mengatakan ada hal lain yang menjadi penyebab sepinya penjualan, yaitu balap liar di jalanan sekitar Stadion Kanjuruhan. Aktivitas tersebut meresahkan pedagang dan pengguna jalan yang lewat. Para remaja yang menonton balap liar pun menutup jalan masuk ke Stadion Kanjuruhan.
“Aktivitas pedagang maupun pengunjung jadi terhambat, mohon bisa ditertibkan,” kata Oskar.

Kepada para pedagang, Kholis berjanji akan meningkatkan patroli dan razia di wilayah Polres Malang, termasuk sekitar Stadion Kanjuruhan untuk mengantisipasi adanya balap liar.
“Mulai minggu ini akan kami turunkan tim gabungan bersama TNI, utuk melakukan penindakan terhadap balap liar di seputar Stadion Kanjuruhan,” pungkas Kholis.
Reporter: Aisyah Nawangsari
editor: jatmiko





























