Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Misteri Penyebab Kematian Korban Tragedi Kanjuruhan, RSSA Malang Sebut Ada Rahasia Jabatan Dokter

Redaksi by Redaksi
November 1, 2022 6:02 pm
in Peristiwa
Lembaran foto foto jenazah korban Tragedi Kanjuruhan. Foto/M Sholeh

Lembaran foto foto jenazah korban Tragedi Kanjuruhan. Foto/M Sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Penyebab pasti kematian korban Tragedi Kanjuruhan masih menjadi misteri. Keluarga korban juga mengeluhkan tidak mendapatkan informasi pasti terkait penyebab kematian korban Tragedi Kanjuruhan yang ditangani RSSA Malang.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik dan Perawatan RSSA Malang, dr Syaifullah Asmiragani mengatakan bahwa harusnya keluarga korban diberitahu penyebab kematian itu.

READ ALSO

Wali Kota Batu Napak Tilas Leluhur ke Makam Mbah Batu

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

“Ada harusnya, setiap pasien yang meninggal di sini, kami memberikan surat kematian dan sebab kematian (kepada keluarga jenazah),” ucapnya, Selasa (1/11/2022).

Spesialis Anestesi RSSA Malang, dr Wiwi Jaya menambahkan bahwa setiap pasien yang meninggal karena sebab apapun harus diberikan surat kematian. Surat itu akan digunakan mengurus jenazah dari tempat perawatan ke kamar jenazah.

Pihak kamar jenazah akan menggunakan surat itu untuk memandikan dan proses pemulangan ke rumah duka. Dalam surat kematian itu tertera kapan jenazah meninggal, identitas hingga lokasi perawatan terakhir.

“Kalau penyebab kematian, bukan di surat itu. Tetapi ada pada Status Pasien yang itu adalah rahasia medis yang hanya boleh diketahui keluarga pasien,” jelasnya.

“Status itu adalah arsip rumah sakit yang disimpan di rumah sakit. Ada, tapi tidak semua orang bisa lihat. Karena itu berkaitan dengan rahasia jabatan,” imbuhnya.

Dia mengatakan bahwa pihak yang boleh mengetahui data Status Pasien terkait penyebab pasti kematian tersebut hanya lah keluarga korban dan dokter yang merawat.

“Karena memang berkaitan dengan rahasia jabatan, kode etik dan aspek medikolegal. Karena hal-hal itu sensitif,” ucapnya.

Korban Menghitam Kebiruan

Sebelumnya, Pendamping Hukum Tim Gabungan Aremania, Anjar Nawan Yusky menyebutkan, pihaknya mendapatkan laporan bahwa para keluarga korban Tragedi Kanjuruhan tidak diberitahu soal penyebab kematian itu.

Padahal menurutnya, kondisi korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan mayoritas menghitam kebiruan mulai dada hingga kepala dan mengeluarkan busa hingga darah dari hidung. Sebagian korban meninggal tidak terdapat luka sama sekali dan sebagian patah tulang rusuk, kaki, tangan hingga luka lecet.

“Tapi kondisi umum korban meninggal yang ciri cirinya sama itu membiru dan menghitam mulai dada ke atas dan keluar busa dan darah. Rata rata ceritanya seperti itu dari keluarga yang memandikan jenazah,” kata Anjar, Minggu (30/10/2022).

Anjar mengatakan bahwa keterangan medis yang diterima pihak keluarga korban terkait penyebab kondisi kebiruan pada wajah korban meninggal sama sekali belum terjawab. Bahkan kondisi kebiruan itu masih menjadi misteri dan pertanyaan di benak keluarga korban hingga saat ini.

“Kalau misalkan dibilang infeksi paru-paru, infeksi itu karena apa. Keluarga korban sebenarnya sangat ingin tau penyebab kematian sebenarnya,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, Anjar mengatakan bahwa informasi medis terkesan sangat terbatas. Hanya resum medis terkait patah tulang saja yang diinformasikan secara gamblang. Meski begitu, hampir semua pihak keluarga korban tidak diberikan salinan resum medis itu terkait tindakan apa saja dan diagnosa penyakit yang diderita korban.

“Kalau kita lihat di UU Kesehatan hingga UU tentang Kedokteran, setiap tindakan medis, pasien itu kan berhak tahu resum medis dengan atau tanpa diminta,” ungkapnya.

Dia juga mengaku heran dengan RSSA Malang yang merupakan rumah sakit rujukan ternama di Jawa Timur itu terkesan menutup-nutupi penyebab kematian korban Tragedi Kanjuruhan.

Menurutnya, dokter yang sudah disumpah jabatan harusnya memiliki tanggungjawab secara hukum maupun moral untuk menyampaikan atas apa yang terjadi sebenarnya pada pasien yang di tangani.

“Tapi kenapa harus terkesan ditutup-tutupi. Kenapa kok kesannya berhati-hati, tidak mempersulit, tapi mereka cukup berhati-hati,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A

Tags: korbanRSSA Malangtragedi kanjuruhan

Related Posts

Wali Kota Batu Nurochman beserta jajaran saat ziarah makam Mbah Batu jelang HUT Kota Batu ke-25. Foto: Dok.
Peristiwa

Wali Kota Batu Napak Tilas Leluhur ke Makam Mbah Batu

Rabu, 14 Okt 2026
Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai
Peristiwa

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

Rabu, 14 Okt 2026
Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina
Peristiwa

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Selasa, 13 Okt 2026
Evakuasi jasad nenek sebatang kara meninggal di Pujon, Malang. Foto: Dok.
Peristiwa

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kamis, 8 Okt 2026
Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan
Peristiwa

Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan

Kamis, 1 Okt 2026
Sekda Kota Batu Alfi Nurhidayat bersama jajaran saat sidak ke TPS Pesanggrahan. Foto: Azmy
Peristiwa

Sekda Kota Batu Sidak Dugaan Pembakaran Sampah secara Liar di TPS Pesanggrahan

Rabu, 30 Sep 2026
Next Post
Syal syal suporter yang digantung di jembatan penyeberangan Jalan A Yani, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Tak Akan Nribun, Sejumlah Aremania Mulai Ikutan Gantung Syal dan Buang Jersey Klub

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.